
Ketiga petugas yang diutus oleh Bruno sekarang mendatangi beberapa istana kerajaan untuk memanggil nama-nama yang tertera.
Satu petugas berhenti di sebuah istana Darah Suci. sementara dua petugas lainnya menyebar ke istana lainnya untuk memanggil nama yang tertera sesuai dengan perintah tuan mereka, Bruno.
“Tolong sampaikan pada raja Istana Cawan Suci untuk memenuhi panggilan tugas dari pengawal pribadi Raja Netra.” ucap pengawal menemui pengawal istana Kerajaan Cawan Suci.
Pengawal tadi menyerahkan surat tertulis resmi berisikan panggilan tugas dari pengawal Bruno untuk menjalankan misi rahasia pada pengawal Kerajaan Istana Cawan Suci.
Pengawal istana Kerajaan Cawan Suci menerima surat resmi tertulis itu dan menyampaikan pada rajanya. Kebetulan sekali pengawal itu berpapasan dengan Raja Edwin yang akan masuk ke singgasana.
“Salam Yang Mulia Raja Edwin...” ucap pengawal itu memberi hormat pada Rajanya.
Raja Edwin berhenti saat melihat pengawalnya datang membawa gulungan surat.
“Yang mulia berikut adalah surat perintah resmi dari Raja Netra Kerajaan Bulan Dingin untuk yang mulia Raja Edwin.” ucap pengawal itu masih memberi hormat kemudian menyerahkan gulungan yang dipegangnya pada Raja Edwin.
Raja Edwin membuka gulungan setelah menerimanya dan dia mulai membaca isi surat itu. Dahinya tampak berkerut setelah selesai membaca gulungan itu.
“Misi rahasia... mengirim utusan bagian hukum...” batin Raja Edwin tampak berpikir setelah membacanya.
Raja Edwin menggulung surat itu kemudian menyerahkan kembali pada pengawalnya. Dia berpikir siapa yang cocok untuk dikirim sebagai perwakilan istana kerajaan cawan suci.
Di jalan pandangannya teralihkan pada putranya, Galen yang hanya diam dan duduk-duduk saja di taman.
“Sepertinya aku harus melatih putraku yang satu itu agar kelak menjadi raja yang mumpuni. Sudah saatnya dia berhenti bermain-main dan sering membuat kekacauan di istana ini.” batinnya setelah menemukan perwakilan yang tepat untuk dikirim memenuhi tugas dari Istana Bulan Dingin.
Raja Edwin kemudian menyampaikan pada pengawalnya itu setelah memutuskan siapa yang ditunjuknya.
__ADS_1
“Pengawal beritahu kepada pengawal istana Bulan Dingin bahwa aku akan mengirim Pangeran Galen sebagai perwakilan dari istana ini.” ucapnya tegas memberitahu pengawalnya itu untuk segera menyampaikan titahnya.
“Baik Yang Mulia Raja Edwin.” jawab pengawal itu kemudian segera undur diri dan kembali ke gerbang istana menyampaikan titah dari Raja Edwin.
Pengawal Kerajaan Cawan Suci berjalan menghampiri pengawal kerajaan istana bulan dingin dan menyampaikan pesan dari rajanya.
“Raja kami Raja Edwin telah menerima tugas dari Yang Mulia Raja Netra . Dan beliau mengirim Pangeran Galen sebagai utusan perwakilan dari kerajaan ini.” ucap pengawal itu pada pengawal yang sudah menunggunya tadi.
Pengawal dari istana kerajaan Bulan Dingin yang merasa tidak yakin, mengulangi pertanyaan lagi.
“Apakah benar utusan yang dikirim dari istana Cawan Suci adalah pangeran Galen... ?” tanyanya pada pengawal istana Cawan Suci.
“Benar sekali. Raja Edwin sendiri yang telah memutuskan perwakilan yang dikirim oleh kerajaan ini.” jawabnya mengulangi perkataannya.
“Baik kalau begitu. Kami akan segera melaporkan hal ini pada pengawal pribadi Raja.” ucap pengawal itu menerima laporan dari pengawal di sana lalu undur diri dan menuju ke istana lain untuk menyampaikan surat perintah itu.
Sementara itu Raja Edwin menghampiri putranya yang masih duduk di taman dengan santai.
Pangeran Galen menoleh ke belakang dan di sana berdiri ayahnya yang menatapnya dengan Tatapan yang aneh tidak seperti biasanya.
Pangeran yang sebenarnya masih ingin menikmati waktu panjangnya menikmati pemandangan yang ada di depannya, jadi berdiri setelah melihat kedatangan ayahnya.
“Ayah.... Apa ayah tidak ada tugas atau urusan di kerajaan ?” tanyanya pada Ayahnya yang tidak biasa. Karena biasanya ayahnya selalu cuek padanya, sama sekali tak peduli pada apa yang dilakukannya selama ini. Oleh karena itu dia sering menghabiskan waktunya sendiri dengan dengan berbagai hal dan kegiatan yang disukainya namun tidak disukai oleh ayahnya.
“Tidak ada nak... sebenarnya aku ke sini mau memberimu tugas.” ucap Raja Edwin sambil menepuk bahu putranya.
Pangeran Galen menatap ayahnya sambil mengerutkan dahi. Dia tidak tahu apa rencana ayahnya kali ini. Setelah berkali-kali ayahnya juga memberinya tugas yang tak masuk akal dan membuatnya kesal.
__ADS_1
“Tugas.... jangan bilang ayah mau menugaskan aku untuk melakukan hal konyol lainnya lagi...” jawab sang pangeran setelah menebak maksud kedatangan ayahnya.
“Tenanglah dulu... duduklah dulu sebentar ayah akan bicarakan ini padamu.” ucapnya mengajak putranya untuk duduk.
Mereka berdua pun akhirnya duduk berhadapan di kursi yang ada di taman itu.
“Raja Netra meminta perwakilan dari tiap istana untuk menjalankan misi khusus. Dan aku memilih mu untuk mewakili istana ini.” ucap Raja Edwin menjelaskan isi surat perintah yang barusan diterimanya dari Kerajaan Istana Bulan Dingin.
Mendengar penjelasan dari ayahnya, Pangeran Galen merasa tidak senang akan tugas yang diberikan padanya itu dan merasa bahwa itu bukanlah tugas yang seharusnya dia lakukan.
“Maaf ayah... bukannya aku tidak mau menjalankan tugas itu. Tapi bukankah itu sebenarnya adalah tugas dari bagian penegak hukum ? Kenapa ayah tidak menunjuk salah satu dari mereka dan memilih aku secara langsung ?” tanyanya yang merasa tidak terima dan merupakan bentuk protes darinya pada ayahnya.
Raja Edwin memikirkan sebuah cara setelah mendengar pernyataan putranya yang menolaknya barusan. Dia harus membuat anak itu mau menjalankan perintahnya kali ini, apapun caranya.
“Jadi kau menolak perintah ayahmu kali ini ?” tanya ayahnya yang terlihat pura-pura marah agar anak itu takut padanya dan tidak melawannya.
“Ya... aku menolaknya ayah...” ucapnya tegas lalu berdiri dan berjalan meninggalkan taman itu.
Raja Edwin ikut berdiri dan mengejar anak itu. Dia menarik tangan Pangeran Galen dan membuatnya berhenti.
“Jika kau menolak melakukan tugas kali ini maka semua fasilitas mu sebagai pangeran akan ku cabut.” ucap Raja Edwin menunggu respons dari putranya itu.
Pangeran Galen menampik tangan Ayahnya yang masih memegangi lengannya. Wajahnya terlihat kesal mendengar ancaman dari ayahnya itu. Dia diam sejenak dan berpikir jika dia tidak mendapatkan semua fasilitas pangeran, lalu bagaimana hidupnya nanti ?
“Baiklah ayah aku akan menjalankan tugas tadi mau kali ini. Ingat hanya untuk kali ini, dan tidak ada tugas tambahan lagi.” jawab sang pangeran setelah mempertimbangkannya matang-matang.
Sedangkan Raja Edwin hanya tersenyum puas dan mengangguk mendengar jawaban dari putranya yang terpaksa melakukan tugas darinya dengan berat hati.
__ADS_1
Sementara Pangeran Galen kembali berjalan meninggalkan ayahnya menuju ke ruangannya dengan kesal sambil berpikir sebenarnya tugas apa yang diberikan padanya oleh ayahnya itu sampai dia harus menggantikan tugas yang sebenarnya bukan ranah tugasnya itu.
BERSAMBUNG.....