
Beberapa hari berlalu. Orion menjalani kehidupannya seperti biasanya. Gadis itu masih beradaptasi dengan kemampuan vampirnya dan mulai terbiasa dengan kemampuannya itu.
Setelah beberapa lama sempat mengalami insomnia setiap malam, kini dia juga sudah bisa tidur meskipun cuma beberapa jam saja.
Mengenai makanan yang sekarang tak ada rasanya sama sekali pun dia sudah terbiasa dengan itu.
Suatu hari di malam hari dia kembali mengalami insomnia. Tiba-tiba dia merasakan tubuhnya kembali panas dan keringat dingin mulai muncul. Dia teringat pada kejadian sebelumnya saat dia juga demam lalu muncullah kemampuan vampir baru atau terjadi hal yang aneh pada dirinya.
“Kali ini apa...” ucap gadis itu bangun dari tempat tidur dan meninggalkan ibunya yang dia lihat masih tertidur pulas.
Gadis itu berlari ke cermin yang ada di ruangan itu. Dia melihat pantulan dirinya di cermin yang nampak baik-baik saja dan tak ada perubahan yang terjadi pada dirinya.
“Semuanya baik-baik saja...” ucap anak itu lalu ke tempat tidurnya dan merebahkan tubuhnya sambil menarik selimut untuk menutupi tubuhnya yang terasa dingin.
Satu jam berikutnya gadis itu merebahkan diri di tempat tidur dan dia kembali merasakan hal yang aneh pada dirinya.
Dia merasakan sekujur tubuhnya panas dan dia merasakan haus yang luar biasa.
“Ada apa lagi ini ya...” gumam anak itu lalu bangkit dari tidurnya.
Dia lalu berjalan ke dapur untuk mengambil segelas air dan meminumnya. Baru dia menaruh gelas ke meja, tenggorokannya terasa kering sekali dan masih merasa haus.
“Kenapa aku masih haus ? BIasanya cukup satu gelas bisa meredakan dahagaku tapi kali ini tidak...” gumamnya lagi sambil memegang tenggorokan yang terasa kering dan panas.
Karena merasa masih haus dia pun mengambil segelas air dan meminumnya lagi. Namun rasa haus itu masih belum berkurang dan dia mengambil satu gelas lagi untuk di minum.
“Masih terasa haus...” ucapnya kembali meneguk segelas air dan menghabiskannya. Namun rasa haus itu tak kunjung hilang juga dan dia pun terus minum sampai tak terhitung jumlahnya berapa gelas yang sudah dia minum.
Setelah banyak minum air putih dia pun kini merasa ingin buang air kecil. Dan Ia pun segera berlari ke kamar mandi.
Setelah keluar dari kamar mandi dia kembali ke dapur untuk mengambil air dan meminumnya lagi.
__ADS_1
“Sial... sampai kapan aku harus menderita seperti ini harus selalu ke toilet dan kembali lagi ke sini...” kalau boneka itu bisa sambil berjalan ke toilet.
Dia kembali meminum banyak air dan seketika tiba-tiba perutnya terasa penuh dan dia segera berlari ke toilet sebelum dia muntah.
“huek... huek...” gadis itu memuntahkan semua air yang telah diminum nya tadi dan sekarang perutnya terasa mual dan kosong.
Dia keluar dari kamar mandi dengan rasa haus hebat yang masih menderanya.
“Apa yang harus ku lakukan ? Vampir sialan... ! Apanya yang hebat ? Aku sangat menderita rasanya mau mati kehausan seperti ini...” ucapnya mengumpat karena kesal dan tidak tahu apa yang harus diperbuatnya.
Gadis itu sekarang merasa kedinginan hebat mulai melanda tubuhnya dan dia kembali berlari ke dapur lalu mengambil air hangat dan meminumnya.
Untuk sementara air hangat itu berhasil mengatasi rasa dingin pada tubuhnya dan rasa dahaga yang masih menderanya. Karena merasa frustasi dia pun pergi ke kota obat dan mengambil obat tidur lalu meminumnya.
Dua puluh menit setelahnya dia merasakan ngantuk berat dan matanya tak bisa menahan matanya terbuka.
Begitu menyentuh bantal dia pun tertidur pulas sampai pagi.
“Orion... bangun nak...” ucapkan Putri sambil menepuk-nepuk tubuh Orion agar bangun, namun anak itu hanya membuka matanya.
“Ibu... aku masih mengantuk sekali sebentar lagi... aku mau tidur lagi... aku akan bangun setelah ini.” ucapnya membuka matanya yang terasa berat dan menutupnya kembali sebagai efek minum tiga butir pil tidur sekaligus sebelumnya.
Melihat putrinya yang kurang tidur karena insomnia setiap malam akhirnya Putri Zoya membiarkan gadis itu kembali tertidur dan dia bersiap untuk pergi ke rumah makan.
“Sayang... ibu berangkat ke rumah makan dulu.” ucapnya berpamitan pada putrinya yang masih tidur dan tidak merespon panggilannya itu.
Tak lama kemudian setelah Putri Zoya keluar dari rumah itu datanglah Ariel yang datang menjemput Orion untuk berangkat bersama ke kampus.
“tok... tok... tok...”
Lelaki itu mengetuk pintu cukup lama namun tak ada jawaban atau ada orang yang keluar dari dalam rumah.
__ADS_1
Karena tak ada jawaban dia pun membuka pintu itu dan masuk ke rumah lalu mencari Orion yang ternyata masih terbaring di tempat tidurnya.
“Orion... Jam segini kok masih tidur kau tidak masuk lagi ?” tanyanya pada gadis itu namun gadis itu sama sekali tak merespon.
“Orion... apa kau sakit... ?”
Ariel duduk di dekat gadis itu dan menyentuh dahinya yang terasa normal tidak panas.
Tiba-tiba gadis itu terbangun saat Ariel menyentuh dahinya.
“Ariel... kapan kau datang ?” tanyanya lalu duduk.
“Baru saja... Aku memanggilmu berulang kali tapi kau sama sekali tak merespon panggilanku.” ucapnya sambil menarik tangan dari dahi Orion.
Efek dari obat tidur itu ternyata sudah hilang saat dia terbangun dan dia sekarang kembali merasakan haus yang teramat sangat, bahkan rasa haus yang sekarang dialaminya terasa dua kali lipat lebih hebat dari semalam.
“Ariel... tolong aku... dari semalam aku merasakan haus yang hebat dan aku sudah minum banyak air untuk meredakan habis sampai aku muntah tapi rasa ini tak kunjung reda. Bahkan aku sampai menelan obat tidur agar tidak menderita karena rasa haus ini. Apa aku perlu minum obat tidur lagi... ?” tanyanya sambil memegang tenggorokannya yang terasa kering kerontang.
Ariel yang tahu jika gadis itu mulai merasa harus karena usianya sudah menginjak usia 17 tahun menanggapinya dengan tenang dan malah tersenyum menatapnya.
“Kau malah tertawa melihat ku menderita begini ?” tanya yang kesal karena anak itu tidak membantunya.
“Kau bisa mulai menangkap hewan apa saja di luar sana mengobati rasa dahaga kamu itu sekarang...” ucapnya sambil berjalan ke jendela dan melihat binatang apa yang saat itu lewat.
Orion berdiri mengikuti Ariel ke jendela.
“Apa... ? Jangan bilang aku harus menghisap darah untuk memuaskan dahaga ku... ?” ucapnya shock mendengar pernyataan lelaki itu.
Dia melihat ada seekor kucing di luar jendela. Gadis itu lalu melompat dan memegang kucing itu. Namun dia melepaskannya lagi setelah dia mencoba dan tidak sanggup menggigit kucing itu.
Dia lalu kembali ke sisi Ariel dengan wajah sedih karena tak tega menyakiti binatang lembut itu.
__ADS_1
BERSAMBUNG....