
Galen keluar dari pintu gerbang Akademi dan berjalan dengan tenang karena tidak mengetahui kehadiran tiga anggota tim siluman lainnya di sekitar akademi itu.
Tiba-tiba Galen berhenti di tengah jalan dan berbalik.
“tap... tap...” terdengar suara langkah dari belakang Galen.
“Galen... tunggu aku... !” teriak Orion berlari mengejar Galen setelah memakai kembali sepatunya yang terlepas saat berlari. Sesampainya di dekat Galen, Orion memegang tangan Galen lalu mereka berjalan bersama.
Enam pasang mata dari kejauhan yang mengamati Pangeran Galen terlihat terkejut melihat hal itu.
“Pantas saja Pangeran Galen betah tinggal di dunia anubis ini, lihat dia dekat dengan seorang gadis dari sini.” ucap Arvin pada dua anggota tim siluman lainnya.
“Benar... sepertinya dia bersenang-senang disini dan melupakan misinya.” ucap Danie menambahkan. Krish hanya diam saja dan terus mengawasi gerak-gerik sang pangeran dari kejauhan.
Orion dan Galen kini sudah berada jauh dari akademi. Mereka akan berpisah di jalan karena letak rumah Galen sudah dekat. Mereka berdua berhenti lalu saling menatap.
“Orion aku kembali dulu. Kau hati-hatilah di jalan.” ucap Galen lalu mengecup dahi Orion. Orion hanya tersenyum membalasnya.
Tim siluman juga ikut bergerak mengikuti Pangeran Galen. Melihat jalanan yang sepi mereka bertiga pun memutuskan untuk menyergap pangeran Galen.
“Sekarang ayo kita keluar !” ucap Danie mengajak kedua anggota tim lainnya keluar dari persembunyian mereka sekarang juga. Terlihat Krish dan Arvin mengangguk menanggapi perkataan dari Danie.
“Zap...” ketiga anggota tim siluman keluar dari persembunyian dan melesat secepat kilat menghampiri Pangeran Galen dan Orion. Mereka bertiga menghalangi jalan Orion dan Galen.
“Pangeran Galen lama tak jumpa bagaimana kabarmu ?” tanya Krish yang berdiri menghalangi jalan Pangeran Galen dan tersenyum menyeringai menatapnya.
Galen tampak terkejut melihat tiga orang yang menghalangi jalannya adalah tim siluman yang membuatnya shock. Sementara Orion juga terlihat takut melihat tiga orang lelaki itu yang juga tersenyum menyeringai menatapnya.
__ADS_1
“Galen siapa mereka ? Kenapa mereka memanggil mu pangeran ?” tanya Orion yang mendengar mereka bertiga memanggil Galen dengan sebutan itu. Galen diam saja tak bisa menjawab pertanyaan Orion.
“Jadi kau tak tahu siapa dia ? Baiklah aku akan jelaskan pada mu siapa dia. Dia adalah pangeran dari istana Cawan Suci yang sedang menjalankan misi di sini.” ucap Krish menjelaskan pada Orion.
Orion semakin bingung pada apa yang dikatakan oleh lelaki itu tentang Galen.
“Misi apa ?” tanya Orion balas bertanya balik pada lelaki tadi dan beralih menatap Galen.
“Misi untuk...” jawab Krish yang belum selesai dan langsung di potong oleh Galen.
“Tuan Krish kumohon hentikan jangan bahas itu disini.” ucap Galen menyela percakapan mereka dan membuat Krish kembali tersenyum menyeringai padanya.
Danie tampak maju dan mendekati Orion untuk memastikan kecurigaannya.
“Jadi kau adalah saxion ? Ck... ck... ck... menarik sekali, hahaha !” ucap Danie sambil tertawa lebar setelah mengetahui jika gadis itu memanglah saxion.
Sementara itu Orion tampak semakin bingung dengan apa yang mereka bicarakan kali ini. Dia tidak menyangka saja jika Galen masih menyembunyikan sesuatu darinya.
“Galen apa yang dikatakan mereka semua adalah benar ?” tanya Orion dengan perasaan bercampur aduk menjadi satu antara rasa kesal, marah, takut dan bingung. Orion terus menatap Galen dan menunggu jawaban darinya.
“Orion... Jangan dengarkan mereka semua. Jangan sampai kau terpancing oleh mereka. Aku akan jelaskan semuanya padamu nanti.” jawab Galen yang kemudian bicara agar Orion tidak salah paham padanya. Sebenarnya Orion merasa marah pada Galen tapi kali ini rasa takut lebih mendominasi dirinya daripada rasa amarahnya.
“Oh... rupanya pangeran takut jika gadis itu meninggalkan mu ? Bagaimana jika aku bawa saja saxion itu pada Raja Arthur ?” ucap Krish kembali mendekati Orion dan tersenyum lebar. Dia berusaha menangkap Orion.
“Jangan sentuh dia ! Kalian jangan memancing ku. Jika kalian semua berani menyentuhnya, maka aku tak akan segan lagi pada kalian semua !” teriaknya lalu menarik tubuh Orion segera ke belakangnya dan melindunginya.
“Orion... aku akan hadapi mereka dulu disini. Saat ada kesempatan untuk kabur dari sini segeralah lari dari sini.” ucap Galen lirih pada Orion. Orion tak bisa berkata dan hanya mengangguk saja sambil bersembunyi di balik tubuh Galen.
__ADS_1
“Kau penghianat Pangeran Galen !” ucap Krish padanya. Lelaki itu akhirnya melancarkan serangan dan pukulan bertubi-tubi pada Pangeran Galen.
Orion hanya bisa memandang saja dan bersembunyi dibalik Galen. Ingin rasanya dia membantu, tapi dia sama sekali tak bisa menggunakan kekuatan amulet yang ada pada dirinya karena selama ini tak ada yang pernah mengajarinya.
Baku hantam terjadi di antara mereka. Tiga anggota tim siluman terus mendesak Pangeran Galen, namun Pangeran Gale masih bisa mengatasi serangan dari tiga orang itu meskipun agak susah baginya karena ada Orion di sana yang membuat konsentrasinya terpecah dan tidak maksimal dalam mengeluarkan tenaganya.
“Orion sekarang cepat lari... !” ucap Galen pada Orion saat dia berasa membuat ketiga orang tadi jatuh tersungkur ke tanah.
Orion pun menuruti apa kata Galen. Dia segera berlari meninggalkan kalian lalu melesat dengan cepat ke udara.
Danie segera berdiri saat melihat Orion kabur dan mengejarnya. sementara dua orang lainnya segera bangkit menyerang kembali Pangeran Galen dan menghadangnya agar tidak mengejar Danie.
Di lain tempat entah kenapa Ariel merasakan sesuatu yang tidak enak saat memikirkan Orion. Dia pun berniat menyusul gadis itu meskipun dia tahu jika mungkin sekarang Orion sedang bersama Galen.
Ariel keluar dari rumahnya dan melesat dengan cepat menuju ke Orion. Namun di tengah jalan dia bertemu dengan Orion yang berlari seperti di kejar orang.
“Orion... !” panggil Ariel yang melihat gadis itu berlari kencang. mendengar suara area Orion pun berhenti dan menghampiri Ariel.
“Ariel... aku di kejar...” ucapnya terengah-engah. Tak berapa lama kemudian Danie tiba di depan mereka berdua dan berhenti.
Ariel masih belum jelas apa yang terjadi namun melihat situasi saat ini bahwa pria yang mengejar Orion adalah seorang amulet, dia pun langsung menghadang lelaki itu dan langsung menyerangnya.
“Katakan siapa kau sebenarnya ? Kenapa kau mengejar Orion ? Dan siapa yang menyuruh mu ?!” ucap Ariel melancarkan serangan, pukulan, dan tendangan pada amulet itu.
“Kau terlalu berisik serigala... ! Kau tak perlu mengetahui itu semua. Kau jangan ikut campur masalahku !” ucap Danie yang merasa marah karena ada werewolf yang mengganggunya menangkap target buruannya.
“Asal kau tahu saja... aku takkan mudah melepaskan mu begitu saja !!” ucap Ariel lalu kembali melancarkan serangan pada amulet itu.
__ADS_1
BERSAMBUNG....