Darah Campuran

Darah Campuran
Eps. 151 Pertunangan


__ADS_3

Lelaki berambut putih tadi mengikuti Orion dari kejauhan tanpa diketahui oleh siapapun. Dia pun segera pergi setelah mengetahui tempat tinggal Orion saat ini.


Beberapa waktu berlalu. Putri Shirein hampir setiap hari berkunjung ke istana cawan Suci untuk menemui Galen dan lambat laun pun lelaki itu mulai merasa tertarik pada gadis cantik itu.


Orion sering melihat Galen dari kejauhan dan berusaha untuk mendekatinya namun dia tak pernah mendapat kesempatan untuk mendekatinya karena Putri Shirein selalu berada di dekatnya.


Suatu ketika di siang hari Orion sedang mengintai Galen dari luar istana.


“Dia keluar... !” batin Orion saat melihat Galen keluar dari istana sendirian.


“Aku takkan melewatkan kesempatan bagus kali ini.” gumamnya lalu mengikuti jalan pergi ke suatu tempat dari kejauhan.


Galen menaiki kuda menuju ke sebuah tempat yang tidak diketahui Orion.


“Mau pergi ke mana sebenarnya Galen ?” batin Orion yang terus mengikutinya.


Di tengah jalan saat suasana di sekitar sepi dan tak ada orang di sana, Orion menampakan dirinya. Dia turun dari sebuah pohon lalu mengangkat tempat di depan kuda yang ditunggangi Galen.


“hia... hia... !” Galen menghentikan mencoba kudanya yang tampak terkejut dengan kedatangan orang yang mendadak.


Kuda yang ditunggangi Galen akhirnya berhenti tepat di depan Orion dana lagi Itu tampak marah sekali pada apa yang dilakukan Orion.


“Putri Orion... apa kau waras ?! Apa yang kau lakukan ? Kenapa kau membuat kuda ku terkejut ?” ucap Galen dengan emosi dan turun dari kudanya sambil memegangi tali kokang kudanya agar kuda itu tidak lepas.


“Galen... aku rindu pada mu. Apa kau tak merindukan ku... aku sering melihat mu sering bersama gadis lain dan tampak dekat.” ucap Orion menghampiri Galen.


Galen malas menanggapi dan hanya diam menatapnya menahan emosi.


“Galen... kenapa kau diam saja pada ku tapi selalu tersenyum dengan gadis itu... ?” ucap Orion lagi.

__ADS_1


“Oh... jadi kau memata-matai ku selama ini ?! Itu bukanlah urusan mu aku mau tersenyum atau dekat dengan siapa.” jawabnya ketus.


Orion tak tahu lagi harus bicara apa. Dia pun nekat memeluk Galen dan mencium bibirnya.


“Putri Orion kau sudah melewati batas ! Kau sungguh memalukan !” ucap Galen memaki Orion dan mendorong tubuh Orion menjauh darinya.


“hap...!!” Galen yang tak mau berurusan dengan gadis tak waras sebenarnya naik kembali ke kudanya lalu memacunya.


Galen menunggangi kuda dengan cepat dan meninggalkan Orion.


Sementara Orion mencoba mengejar Galen namun gagal.


“Galen... jangan pergi... !!!” teriak Orion yang tak bisa berbuat apa-apa dan melihatnya pergi semakin jauh darinya.


Di tengah jalan Galen menyentuh bibirnya bekas ciuman dengan Orion tadi.


“Kenapa aku merasa familiar sekali dengan ciuman ini... apa aku pernah menciumnya sebelumnya ? Tapi itu tidak mungkin... aku tidak pernah menjalin hubungan dengan gadis sinting itu...” gumamnya.


“hap... !” Tiba-tiba seorang lelaki berambut putih keluar entah dari mana dan muncul di depan Orion.


“Siapa kau... ?” tanya Orion pada lelaki itu sambil memundurkan langkahnya.


“Kau tak perlu tahu siapa aku... karena nanti kau bakal tahu sendiri setelah ikut denganku.” ucap lelaki itu semakin mendekati Orion.


Orion tampak ketakutan dan berpikir lagi itu pasti punya niat buruk padanya.


“Aku harus segera pergi dari sini sebelum orang aneh ini menangkap ku.” batin Orion mencoba untuk tenang.


Saat lelaki tadi lebih mendekat lagi dan mencoba untuk menangkap Orion, gadis itu menggunakan teknik sihir yang beberapa waktu diajari oleh ayahnya.

__ADS_1


“Hiat.... !” Orion mengeluarkan sihir yang kupu-kupu yang bisa membuat lawan terhenti sejenak dalam hitungan menit.


Orion bergerak dan melesat dengan cepat di udara saat lelaki itu diam seperti patung.


Beberapa menit kemudian efek dari sihir kupu-kupu Orion menghilang dan lelaki tadi kembali bisa bergerak.


“Menarik sekali... kau bisa melumpuhkan ku walaupun dalam hitungan menit. Kali ini aku akan membiarkanmu lepas.” ucap lelaki itu sambil tersenyum lebar kemudian pergi dari tempat itu.


Orion pun bayarnya sampai di rumah dengan nafas yang masih tersengal.


“Untunglah aku bisa lolos dari lelaki tadi. Tapi siapa lelaki tadi... aku tak pernah melihatnya sebelum ini.” batin Orion mencoba mengatur nafasnya lalu duduk di kursi.


Beberapa waktu kemudian, suatu hari Orion sedang mengintip jalan di depan Istana Cawan Suci. Di istana itu tampak ramai sekali.


“Ada apa sebenarnya di sana ?” batin Orion penasaran.


Tak beberapa lama kemudian datanglah sebuah kereta yang berhenti di depan istana Cawan Suci. Dari dalam kereta turunlah seorang gadis.


“Itu kan gadis yang biasanya selalu bersama Galen. Ada apa dia ke sini bersama dengan banyak pelayan...” batin Orion yang masih memantau dari kejauhan.


Salah satu pelayan berbicara dengan gadis itu.


“Putri Shirein... ayo kita segera masuk karena sebentar lagi acara pertunangan putri dan Pangeran Galen akan segera dimulai.


“Ya baik...” jawabnya singkat kemudian masuk ke dalam istana diiringi oleh beberapa pelayan yang mengikutinya dan siap melayaninya kapan saja.


Orion yang bisa mendengar apa yang mereka ucapkan tadi seketika merasa syok berat dan lemas mendengarnya.


“Tidak... aku sudah terlambat... ternyata Galen akan bertunangan dengan gadis itu.” gumam Orion dengan mata nanar menatap istana yang ada di depannya.

__ADS_1


Orion pun segera pergi dari sana dan pulang menuju ke rumahnya dengan mata yang berkaca-kaca.


BERSAMBUNG....


__ADS_2