Darah Campuran

Darah Campuran
Eps. 155 Membebaskan Orion


__ADS_3

Tanpa sepengetahuan ayahnya dan semua penghuni istana Cawan Suci, Galen keluar mencari Orion berdasarkan instingnya yang tak bisa dia kendalikan.


“Mungkin ini terlihat gila... di saat aku sebentar lagi akan menikah, tapi tanpa bisa ku kendalikan aku mencari putri Orion dan sangat mencemaskan nya.” ucap Galen menggerutu selama di jalan.


Lelaki itu membuka peta yang dia ambil dari ruang baca yang menunjukkan tentang daerah sanctuire.


“tap... tap... tap...” Galen melesat di udara dan sesekali menapakkan kakinya ke tanah untuk berjalan kaki.


Lelaki itu sudah cukup berada di luar negeri amulet dan cukup jauh dari tempat tinggalnya. Galen menghentikan langkahnya saat melihat lautan es yang ada di depannya.


“Lautan es... ? Bagaimana bisa aku melewatinya...” pekiknya saat akan melangkahkan kakinya di atas es.


Dia membuka peta yang dia bawa untuk memastikannya apa dia tersesat atau tidak.


“Benar ini jalannya... lalu ada di mana tempat nya... sedangkan di peta daerah sanctuire ada di sini.” gumam Galen saat membaca peta.


Galen melihat ke sekitar untuk mencari, namun sejauh mata memandang hanya terdapat hamparan lautan es.


“Jadi tempat itu pasti ada di sini dan mungkin saja tersembunyi...” gumam Galen berpikir.


“Tidak mungkin mereka hidup di air es seperti ini... atau ini hanya pengalihan saja... ?” gumam Galen. Dia mencoba mengambil batu dan melemparnya ke lautan es yang ada di depannya.


“buk...”


Benar saja batu itu tidak jatuh ke dalam lautan es, malahan seketika semuanya seperti terbalik.


“kriek...” lautan es yang kini berada di atas pecah dan runtuh ke bawah.


“kratak... !” Galen berlari menghindari reruntuhan es yang akan menimpa dirinya.

__ADS_1


Setelah semua reruntuhan es tadi jatuh dan mencair, muncullah sebuah pintu dari dalam genangan air es.


“Pintu apa itu...” batin Galen kemudian berjalan menuju ke pintu tadi.


Galen membuka pintu dan masuk. Di dalam sana terdapat sebuah bangunan tinggi dan beberapa rumah di sekitarnya.


“kriek...” Galen menoleh ke belakang dan pintu tertutup secara otomatis. Dia pun berjalan masuk ke sana dan melihat ke sekitar.


“Semua harga yang mau ini tempat ini berambut putih dan bermata merah...” batinnya berhenti dan melihat di balik pohon.


Galen merapal sebuah mantra dan seketika dirinya berubah menjadi sosok lain yang berpenampilan mirip dengan penduduk di sana.


“Sekarang aku harus mencari tahu di mana gadis itu di tahan.” batinnya saat berjalan dan menyusup di tengah-tengah warga di sana.


“Jadi ini adalah istana mereka... mungkin saja Putri Orion ada di suatu tempat di dalam sana.” Batinnya saya berhenti di depan sebuah istana megah.


Galen mengamati pengawal istana yang keluar masuk, dia kemudian merubah dirinya lagi menjadi salah satu dari mereka.


Dia lalu mendapati seorang pengawal dan terlihat masuk ke ruang rahasia. Galen membuntutinya tanpa sepengetahuan pengawal tadi.


Dia menunggu di tempat tersembunyi sampai pengawal tadi keluar dari sebuah ruang rahasia.


Setelah beberapa saat, pengawal tadi keluar dari ruangan. Galen tak menyia-nyiakan kesempatan yang ada.


“Aku harus segera masuk sebelum ketahuan oleh yang lainnya.” batinnya jalan cepat sambil mengawasi sekitar dan masuk ke ruang rahasia.


“klak...” pintu Emang rahasia tertutup secara otomatis setelah Galen masuk ke dalamnya.


Galen menyisir tempat itu untuk mencari keberadaan Orion. Dia terus berjalan hingga menemukan sebuah pintu yang menuju ke ruang bawah tanah.

__ADS_1


“klak...” Galen membuka pintu yang ada di dekat kakinya kemudian masuk dan menutupnya kembali, lalu menuruni anak tangga.


Tiba di ujung anak tangga dia terus berjalan dan menemukan sebuah sel.


“tap... tap... tap...” Orion yang berada dalam sel tahanan mendengarkan suara derap langkah kaki.


“klik...” Galen buka sel yang terkunci dan masuk ke dalam.


Di dalam sel dia melihat Orion yang meringkuk dalam ikatan yang membelenggu tubuhnya.


“Kenapa kau kembali lagi... ku bilang aku tak mau makan. Lebih baik aku segera mati kelaparan daripada menjadi persembahan !” ucap Orion yang mengira pengawal tadi kembali memaksanya untuk makan.


“Ssts... jangan berteriak... aku bukan lah pengawal di sini.” ucap Galen meminta Orion untuk tenang lalu menampakkan wujud aslinya.


“Galen... ?! Apa itu benar dirimu ? Kenapa kau bisa ke sini ?” ucap Orion terkejut sekaligus senang dengan kedatangannya.


“Galen... apa kau sudah ingat padaku... pada hubungan kita sampai kau mencari ku ke sini ?” tanya Orion menatap Galen dengan berbinar-binar.


“Kau jangan salah paham padaku. aku tak tahu kenapa dan aku hanya mengikuti insting ku untuk menyelamatkan dirimu. Tapi sebaiknya kau tidak berharap banyak padaku, karena besok adalah hari pernikahanku dengan Putri Shirein.” ucap Galen menjelaskan pada gadis itu dan diam-diam merasa lega melihat kondisinya yang baik-baik saja meski hati dan ucapannya bertentangan.


Sementara itu di lain tempat ayah Orion keluar dari negeri amulet bersama beberapa pengawal yang menemani dirinya mencari tempat keberadaan amulet klan hitam.


Di luar istana Raja Diaz sudah siap berangkat dengan tim khusus yang dibentuk untuk mencari keberadaan Orion.


Ratu Zoya menghampiri lelaki itu sebelum mereka berangkat.


“Sayang berjanjilah padaku kau akan kembali dengan selamat dan juga membawa Orion dalam keadaan selamat.” ucap wanita itu kemudian memeluk suaminya.


“Pasti sayang... tunggulah di sini. Aku akan kembali bersama Orion.” jawabnya balas memang istrinya dengan erat.

__ADS_1


Beberapa saat setelahnya Raja Diaz beserta tim khusus yang dibentuk menuju ke Sanctuari.


BERSAMBUNG....


__ADS_2