Darah Campuran

Darah Campuran
Eps. 109 Rencana Bertemu Ayah


__ADS_3

Galen mempercepat langkahnya menuju ke rumah Orion. Di tengah jalan dia bertemu dengan Orion dan Putri Zoya yang sedang berlari entah kenapa dan membuatnya cemas.


“Itu kan Orion dan ibunya... kenapa mereka berlari di tengah malam begini ? Jangan-jangan...” batin Galen mempunyai firasat buruk saat melihat mereka berdua ada di jalanan dekat dengan jalanan menuju ke rumahnya.


“Orion...!” panggil Galen sambil berlari keluar dari jalanan rumahnya menghampiri Orion.


Gadis itu menoleh mendengar panggilan Galen dan berhenti bersama ibunya.


“Ibu Zoya... Orion ada apa sebenarnya ?” tanya Galen yang merasa khawatir pada mereka berdua. Belum sempat Orion ataupun ibunya menjawab pertanyaan dari Galen, Krish sudah berasa mengajar mereka berdua Dan sekarang ada di hadapan mereka.


“Krish.... !?” ucap Galen saat melihat ada seseorang yang mengajar mereka berdua dan itu adalah Krish.


“Sial sekali... aku kembali bertemu dengan Pangeran Galen di sini !” umpat lelaki itu dalam hati yang merasa kesal karena ada yang mengganggu aksinya.


“Lagi-lagi kita bertemu lagi pangeran...” ucap Krish basa-basi pada Galen saat melihatnya.


Galen segera maju menghampiri lelaki itu dengan geram agar tidak mengganggu Orion dan ibunya.


“Krish aku tahu kau sebenarnya dendam padaku. Tapi kenapa kau melimpahkan amarah mu pada mereka berdua yang sama sekali tak ada sangkut-pautnya denganku ?” ucap Galen yang menjadi geram dan marah pada apa yang telah dilakukan Krish pada Orion dan Putri Zoya.


“Ha-ha... Pangeran... aku tahu kelemahan mu dan ingin memberikan sedikit kejutan untukmu namun sayang kau mengacaukannya.” balas Krish santai yang menambah panggilan keren semakin muak mendengar ucapannya.


“Ku kira sudah cukup basa-basinya kali ini !” bentak Galen menggertak lelaki itu untuk melihat reaksinya. Karena Krish tidak menyingkir dari hadapannya itu artinya sama saja dia menantangnya. Dan Galen pun segera menyerang Krish.


“Orion... Ibu Zoya... kalian berdua menjauh lah dari sini atau mencari tempat yang aman. Aku akan urus ini dulu.” ucap Galen menoleh kebelakang menatap Orion dan ibunya yang ada di belakangnya sambil menyerang Krish.


Orion dan ibunya mengangguk lalu menjauh dari Galen agar tidak menjadi beban lelaki itu saat bertarung dan memecah konsentrasi nya.


Kembali ke Galen dan Krish yang saat ini sedang bertarung. Tampak Krish bisa mengimbangi serangan dari Galen.


“buk...” Krish berhasil mendaratkan tendangan ke tubuh Galen yang membuatnya jatuh.


“Jangan sombong dulu !” ucap Galen saat melihat Krish yang tertawa senang melihat dirinya yang terjerembab ke tanah.

__ADS_1


Kali ini Galen serius menghadapi Krish setelah sebelumnya dia hanya main-main saja dan menganggap enteng musuhnya karena sebelumnya dia bisa mengalahkan lelaki itu dengan mudah.


“buk... !”Galen bangkit lalu menyerang Krish dan berhasil mendaratkan tendangan ke titik vital di tubuh lelaki itu yang membuatnya terdorong mundur dan jatuh tersungkur ke tanah dengan keras.


“Argh...” rintih Krish yang merasa kesakitan sambil memegang dadanya yang terasa sesak.


“Sepertinya kali ini aku tidak beruntung. Dan aku harus segera kabur dari sini atau aku akan habis di tangannya.” gumam Krish menatap Galen yang berjalan menghampirinya.


Galen berdiri di samping Krish yang masih tergeletak di tanah. Dia menarik kerah baju lelaki itu dan membuatnya berdiri lalu mengeluarkan kekuatan sihir es miliknya.


“Pangeran Galen... hentikan ! Aku tak akan melawan mu lagi tolong lepaskan aku.” ucapnya memohon pada Galen dengan tatapan memelas.


“Aku akan melepaskan mu kali ini dengan syarat kau jangan pernah mengganggu mereka berdua lagi ! Jika sampai aku melihatmu mengejar mereka lagi jangan harap aku akan memberimu kesempatan kedua !!” bentak Galen membatalkan serangan kekuatan sihir esnya lalu melepaskan tubuh Krish.


“bruk... !”


“Ya Pangeran Galen...” balasnya terbata-bata. Krish kembali jatuh ke tanah. Dia segera bangkit dan pergi dari hadapan Galen.


Setelah Krish benar-benar pergi dari hadapannya, Galen menghampiri Orion dan Putri Zoya yang menunggunya tak jauh dari sana.


Penilaiannya pada Galen sedikit berubah. Dia bisa melihat jika anak itu benar-benar menyukai Orion setelah melihatnya melawan Krish mati-matian tadi.


“Galen... kau tak apa ?” tanya Putri Zoya sambil melihat goresan di beberapa bagian tubuhnya.


“Ku rasa ini hanya luka kecil saja ibu Zoya dan sembuh sendiri nantinya.” balas Galen sambil tersenyum tipis pada ibunya Orion.


“Kalau begitu aku akan mengantar ibu dan Orion pulang sekarang.” kata Galen karena hari semakin larut dan tak ingin sesuatu yang buruk terjadi pada mereka berdua lagi.


“Kau tinggallah sebentar nanti di rumah setelah mengantar kami, biar Orion nanti yang akan merawat luka mu.” ucap Putri Zoya menjelaskan Galen.


“Tidak perlu ibu...” bantah Galen karena merasa berada di rumah mereka selarut ini.


“Tidak Galen... kalau tidak boleh menolak perintah dari ibu...” ucap Orion pada Galen yang keras kepala.

__ADS_1


“Ya baiklah... ayo kita jalan sekarang.” ucap Galen sambil mengangguk setuju. Mereka bertiga pun kemudian berjalan bersama menuju ke rumah Orion. Dan Galen tinggal di sana sebentar, membiarkan Orion merawat luka di tubuhnya.


Keesokan harinya di pagi hari, Orion tidak menunggu kedatangan Galen. Dia langsung berangkat tanpa menunggu lelaki itu dan langsung mengambil rute menuju ke tempat tinggal Galen.


Di tengah jalan, dia bertemu dengan galon yang akan menjemputnya.


“Galen... !” panggil Orion menghampiri kekasihnya itu yang berhenti setelah mendengar panggilannya.


“Kenapa kau tidak menunggu ku datang menjemputmu ?” tanya Galen menatap Orion.


“Sebenarnya aku khawatir padamu setelah kejadian kemarin. Bagaimana keadaanmu sekarang ?” tanya Orion lagi sambil melihat luka di tubuh yang ternyata sudah sembuh.


“Kau bisa lihat sendiri sudah tak ada luka di tubuhku.” jawabnya tersenyum pada Orion lalu menggenggam tangannya dan berjalan bersama menuju ke Akademi.


Di tengah cara mereka berdua kembali mengobrol ringan.


“Orion... minggu depan aku mungkin akan kembali ke istana Cawan Suci sebentar.” ucap Galen memberitahukan maksudnya pada Orion.


“Maksudnya kau ke negeri amulet ?” tanya Orion yang tak mengira Galen akan kembali secepat itu.


“Sebentar saja... mungkin hanya beberapa hari saja.” tambah Galen menerangkan. Orion bukannya tampak sedih malah terlihat senang mendengar itu.


“Ada apa denganmu, kenapa kau malah tersenyum ? Apa artinya kau senang berpisah dari ku ?” tanya Galen yang tampak heran pada kekasihnya.


“Bukan begitu... kau jangan salah paham dulu. Tentu saja aku tak ingin berpisah dari mu. Hanya saja aku ingin kau mau mengajakku ke sana.” ucap Orion menjelaskan pada Galen agar tidak salah paham padanya.


“Ada apa kau ingin kesana ?” tanyanya lagi yang masih tak mengerti.


“Galen... Aku ingin bertemu dengan ayahku. Aku ingin melihatnya sebentar saja. Kau mau kan mengantarku ke sana ?” tanya Orion memohon pada Galen. Sementara Galen hanya diam menatapnya dan belum memberikan jawaban.


BERSAMBUNG....


__________________________________

__ADS_1


Maaf pembaca semua, akhir-akhir ini up épisode nya kadang cuma 1 bab saja dikarenakan penulis sedang mengerjakan karya baru berjudul Pembalasan Sang Gigolo. Mohon dukungannya dari pembaca semua ya...


Terimakasih atas dukungannya selama ini. 😊🙏🙏


__ADS_2