Darah Campuran

Darah Campuran
Eps. 120 Penerimaan part 2


__ADS_3

Pangeran Diaz mempercepat langkahnya karena mempunyai firasat buruk dan segera membuka pintu yang ternyata tidak terkunci.


Tubuhnya terguncang saat melihat darah di lantai rumah.


“Darah...darah siapa ini... apa terjadi sesuatu pada Orion ?” batinnya yang terlihat sangat panik dan khawatir pada putrinya.


Pangeran Diaz mempercepat langkahnya dan mencari Orion. Di tengah ruangan dia melihat dua orang yang sedang bertarung.


“Orion.... !” teriaknya memanggil orang yang saat melihat gadis itu terdesak meskipun sudah melakukan perlawanan dan darah mengalir dari tubuhnya.


“Ayah...” ucap Orion menoleh ke samping menatap ayahnya yang datang menghampirinya.


Gadis itu mencoba membalas serangan beruntun dari Krish yang kembali melukai tubuhnya.


“Lepaskan dia... !” teriak Pangeran Diaz yang berada ditengah pertarungan antara Orion dan Krish.


“Pangeran Diaz... ??!” ucap Krish yang terkejut saat melihat kedatangan lelaki itu.


“buk... !” sontak Pangeran Diaz menendang tubuh Krish dengan keras dan membuatnya terpental mundur menghantam almari yang ada di ruangan itu.


“Orion kau tidak apa ?” tanyanya saat menepikan Orion dan gadis itu hanya mengangguk saja.


“Aku baik-baik saja ayah...” jawabnya sambil menahan rasa sakitnya yang luar biasa dengan banyak luka di sekujur tubuhnya.


Lelaki itu segera membawa Orion ke tempat yang aman agar tidak mendapatkan serangan dari Krish lagi.


“Tunggu di sini dulu, ayah akan membereskan masalah ini...” ucapnya setelah Orion mengangguk lalu segera menghampiri Krish. Lelaki itu terlihat sangat marah sekali melihat Krish berhasil melukai Orion.


Krish segera berdiri saat melihat pangeran dia datang menghampirinya dan bersiap melakukan perlawanan.


“Apa yang kau lakukan pada putriku ? Kenapa kau membuatnya terluka parah seperti itu ?!” ucapnya dengan marah pada Krish karena menurutnya Orion tak pernah menyinggung amulet.


Krish diam saja dan tidak menjawab. Dia bersiap menahan serangan dari Pangeran Diaz yang lebih kuat dari Galen.


“Katakan apa salah putri ku pada mu ?!” bentak Pangeran Diaz karena Krish tak juga menjawab pertanyaannya dan membuat kesabarannya hilang.


“buk-bak-buk...” Pangeran Diaz yang tak bisa menahan amarahnya lagi langsung menyerang Krish.

__ADS_1


“buk...” Krish balas memukul Pangeran Diaz namun pukulan yang dia lepaskan bisa dengan mudah di patahkan oleh lelaki itu dengan satu gerakan saja.


“Gawat... aku harus segera kabur dari sini jika tidak nyawaku akan melayang...” batin Krish yang menahan serangan Pangeran Diaz dan mencoba kabur dari sana.


“Kau mau kabur dari ku ? Coba saja kalau kau bisa !” teriak Pangeran Diaz ikut melompat di udara dan mengajar Krish yang berusaha kabur dari nya.


“Aku melihatmu lebih dari sekali mendatangi tempat ini. Maka kau harus berakhir di sini kali ini !” ucap Pangeran Diaz yang sudah tak sabar lagi dan memutuskan untuk tak memberi ampun pada lelaki itu karena mungkin selanjutnya akan bertindak lebih jauh pada keluarganya.


“blast... !” Pangeran Diaz mengeluarkan kekuatan api miliknya yang seketika membuat tubuh Kristen bakar hebat.


“buk... !” Krish jatuh dari udara setelah terkena serangan dari Pangeran Diaz.


“Am.. ampun... Pa.. ngeran Diaz...” ucap Krish saat Pangeran Diaz mendekat padanya dan memegang kepalanya.


Terlihat Krish sudah tak bergerak dan tak bernafas lagi lalu dia melepaskan tangannya.


Sementara itu di rumah Galen. Lelaki itu terbangun dari tidurnya saat merasa haus karena cuaca saat itu sangat terik.


“Ah... aku ketiduran...” gumamnya lalu duduk dan melihat pintu jendela yang tertutup. Dia pun berdiri dan berjalan ke arah jendela lalu membuka jendelanya.


Mata Galen tertuju pada gelang di tangannya yang masih berkedip.


Galen menekan batu pada gelangnya yang bersinar dan memanggil Orion.


“Orion... Orion... apa kau mendengar ku ? Apa kau mengalami kesulitan sekarang ? Maaf aku ketiduran...” ucapnya berbicara pada kekasihnya namun sama sekali tidak ada respon.


Karena Orion yang sama sekali tidak meresponnya, dia pun segera pergi berlari keluar dari rumahnya menuju ke rumah Orion tanpa sempat meminum segelas air yang sudah diambil nya.


“Orion... semoga aku tidak terlambat dan kau baik-baik saja.” gumam Galen dengan raut muka panik dan cemas.


Kembali ke rumah Orion.


Pangeran Diaz segera menghampiri Orion yang terluka parah akibat pertarungan tadi.


“Orion... bagaimana keadaanmu sekarang nak, kau masih bisa mendengar ayah ?” tanya Pangeran Diaz mengangkat tubuh Orion dan membaringkan nya di kursi panjang yang ada di dekatnya.


Orion merasa lemas akibat banyak darahnya yang keluar. Dia hanya mengangguk untuk menjawab ayahnya.

__ADS_1


“Oh sayang... kau terluka parah nak. Ayah akan merawat mu, jangan takut kau akan sembuh seperti sebelumnya.” ucapnya merasa sedih melihat kondisi Orion.


Di tengah rasa sakit yang menghimpit nya, pintu hati Orion terbuka. Dia bisa merasakan kasih sayang dari ayahnya dan juga perhatian darinya yang membuatnya merasa bersalah selama ini karena mengabaikannya dan tak bisa menerimanya.


“Tunggu sebentar... ayah akan mengambil obat dari kotak obat dulu.” ucapnya lagi lalu berjalan namun Orion menarik tangannya dan membuatnya berhenti dan berbalik kembali menatap putrinya.


“Ayah... aku ingin ayah menemani ku. Terima kasih sudah menolong ku... dan maaf aku mengabaikan mu selama ini.” ucap Orion lirih sambil tersenyum pada ayahnya. Tak terasa dia meneteskan air matanya sebagai rasa bersalahnya yang mendalam pada ayahnya.


“Sayang... kau jangan banyak bicara dulu. Ayah sudah memaafkan mu.” jawabnya tersenyum pada Orion dan memegang tangan putrinya.


“Aku sayang sekali pada ayah...” ucapnya lagi sambil tersenyum tulus pada ayahnya.


Orion merasa pandangannya mulai kabur dan merasakan pusing yang amat hebat yang membuatnya tak sadarkan diri.


“Orion... bertahanlah nak...” ucap Pangeran Diaz yang tambah panik saat melihat Orion pingsan. Dia menekan leher Orion untuk menghentikan pendarahan.


Di luar rumah Orion, Galen yang melesat cepat akhirnya dia sudah sampai di depan rumah Orion.


Pintu rumah Orion terbuka dan terlihat dari luar rumah itu berantakan. Tanpa pikir panjang Galen pun langsung masuk ke rumah itu.


“Orion.... !” teriak Galen saat sudah di dalam rumah, mencari kekasihnya. Dia terus melangkahkan kakinya dan melihat ada darah di lantai yang membuatnya semakin khawatir.


“Orion... !” ucap Galen saat melihat Orion yang terbaring di kursi panjang. Dia pun segera menghampiri gadis itu dan melihat kekasihnya yang terluka parah.


“Orion... sadarlah...” ucapnya memegang tangan gadis itu dan mencium wajahnya.


“Ini salah ku... karena aku kau terluka seperti ini...” ucapnya memeluk gadis itu.


Tampak Pangeran Diaz kembali membawa peralatan dan obat untuk Orion.


“Pangeran Galen... ?” ucap Pangeran Diaz saat melihat Galen sudah ada di rumah dan memeluk putrinya.


“Ayo sekarang bantu aku untuk merawat luka Orion Pangeran Galen...” ucapnya sambil meletakkan obat dan peralatan yang di bawanya kemeja.


“Maafkan aku Pangeran Diaz... ini semua salah ku hingga Orion terluka seperti ini.” ucapnya merasa bersalah dan penuh penyesalan pada ayahnya Orion karena menjadi penyebab Orion di serang oleh Krish.


“Sudah tak apa... yang terpenting sekarang kita harus segera merawat semua luka di tubuh Orion.” jawabnya singkat.

__ADS_1


Pangeran Diaz dan Galen mengobati luka Orion dan memasangkan perban pada beberapa bagian tubuhnya.


BERSAMBUNG....


__ADS_2