
Beberapa hari berlalu setelah kejadian itu. Orion mencoba menjaga jarak dari Galen karena sedikit keraguan yang terbersit dalam pikirannya.
Suatu hari di Akademi saat gadis itu berjalan di lorong dia bertemu dengan Galen. keren yang berpapasan dengan Orion berhenti.
“Orion... kau berjalan sendiri ke mana si Ariel ?” tanyanya menghampiri gadis itu.
“Dia sedang ke toilet, sebentar lagi mungkin akan kembali.” jawabnya sambil menoleh ke kanan dan ke kiri mencari sosok Ariel.
“Kenapa kau harus menunggunya... dia bukan anak kecil. Ayo kau jalan bersamaku saja.” ajak Galen.
Orion menggeleng dan kembali menoleh ke sekitar.
“Kau jalan duluan saja, aku akan menunggu Ariel disini.” ucapnya menolak ajakan Galen secara halus. Namun lelaki itu diam tak bergeming meskipun Orion menolaknya untuk berjalan dengannya.
Tak lama kemudian Ariel keluar dari toilet dan mencari keberadaan Orion.
“Hah... selalu saja ada Galen di dekatnya.” ucapnya saat melihat lelaki yang dibencinya ada ada di samping Orion. Dia pun segera menghampiri Orion dan menariknya menjauh dari Galen.
Ariel sempat mendengar jika lelaki itu memaksa Orion untuk jalan bersamanya namun gadis itu tidak mau dan membuatnya emosi.
“Galen kau jangan suka memaksa, jika dia bilang tidak artinya tidak.” ucap Ariel meluapkan emosinya pada lelaki itu. Karena tak mau berurusan dengan lelaki itu dan timbul pertengkaran dia segera pergi dari sana.
“Orion ayo kita pergi sekarang. sebentar lagi kelas akan dimulai.” ajak Ariel menarik gadis itu meninggalkan Galen sendirian. Orion hanya menurut saja dan mengikuti Ariel berjalan menuju ke kelas tanpa mengucapkan sepatah kata pun.
Galen memandang punggung gadis itu yang berjalan semakin jauh dan merasa aneh dengannya.
“Kenapa aku merasa Orion menjauhiku. Tapi apa penyebabnya ?” batinnya terus menatap seseorang sampai dia hilang dari hadapannya.
Melihat Galen berdiri sendiri di tengah jalan tiba-tiba datanglah seorang gadis yang langsung menariknya dan mengajaknya berjalan bersama. Di belakang mereka berdua ternyata ada dua gadis lagi yang mengejar Galen dan saling berebut.
__ADS_1
“Hah....” lelaki itu hanya menghembuskan nafas kesal saat para gadis itu mengikutinya kembali namun dia tak bisa menolaknya saat ini.
Beberapa saat kemudian Galen tiba di kelas, dia duduk di bangku paling belakang karena tidak mau dekat dan sengaja menjauh dari para gadis tadi.
Hari itu dia tak bisa konsentrasi dan pikirannya melayang pada Orion. Apa salahnya menjaga di situ menjauhinya tanpa sebab. Lama sekali dia berpikir dan menebak-nebak.
“Apa karena aku sering dikejar para gadis... dan itu membuatnya tidak suka pada ku serta menjauhi ku ?” batinnya mencari kemungkinan penyebab gadis itu menjauhinya.
“Ya pasti itu... aku pernah melihat tatapannya yang tidak senang pada para gadis yang ada di sekitar ku.” ucapnya lagi dengan lirih sambil tersenyum kecil karena menemukan sebuah ide.
Beberapa hari berikutnya Galen datang ke akademi lebih awal. dia sengaja datang pagi sekali saat belum ada siapapun yang datang ke sana. Lelaki itu kembali menyebar asap tipis di seluruh akademi itu. setelah semua asap menyebar ke seluruh penjuru akademi dia pun pergi dan berjalan menuju ke pintu gerbang.
“Sudah beres...” ucapnya sambil tersenyum puas lalu berjalan kembali menuju ke rumahnya.
Dua jam berikutnya mulai banyak mahasiswa dan yang lainnya masuk ke akademi.
“Kabut apa ini ya...” ucap salah satu mahasiswi yang berjalan melewati pintu masuk.
Tanpa mereka sadari setelah menghirup asap tipis itu pikiran mereka mulai terhapus dan tergantikan oleh pikiran yang baru tentang Galen yang sama sekali berbeda dengan sebelumnya.
“Hai Sisca...” ucap Galen menyapa seorang gadis yang biasa mengajarnya saat melewatinya di depan pintu gerbang untuk mengetes. Seperti yang diharapkan, gadis itu hanya menoleh dan tidak menyapanya apalagi mengejarnya. Malahan gadis itu terlihat kesal saat menatap Galen dan ingin cepat-cepat pergi dari sana.
“Ini berhasil...” gumam Galen tersenyum lebar saat Galen berjalan dan melewati beberapa gadis yang biasa mengejarnya. Namun reaksi para gadis itu sama dengan reaksi salah satu gadis yang tadi sempat ditemui olehnya.
Beberapa hari berlalu. Diam-diam Orion mengamati Galen dari kejauhan meskipun dia masih menjauhi lelaki itu.
Saat itu dia berjalan di lorong dan melihat Galen yang berjalan sendiri saat melewati para gadis yang biasa mengejarnya.
“Aneh sekali... kenapa para gadis itu tiba-tiba terlihat cuek pada Galen tidak seperti biasanya ?” batinnya saat melihat para gadis hanya menatapnya dan membuang pandangan dari lelaki itu.
__ADS_1
Keesokan harinya saat gadis itu berada di kantin dia kembali melihat hal yang sama terjadi pada Galen di hari sebelumnya. Dia melihat lelaki itu duduk sendiri di meja kantin.
Galen yang mengetahui jika Orion mencuri-curi pandang padanya tersenyum kecil saat melihat gadis itu yang terlihat salah tingkah dan langsung mengalihkan pandangan saat dia memergokinya.
“srak...”
Tanpa pikir panjang Galen pun segera berjalan dan menuju ke meja Orion yang saat ini sedang duduk sendiri. Dia menarik kursi dan duduk di depannya.
“Orion... boleh aku duduk disini ? Aku lihat kau sendiri jadi aku ke sini.” ucapnya sambil menatap gadis yang masih menundukkan kepala di depannya itu.
“Ya tentu saja...” jawabnya lalu mengangkat kepala dan menatap lelaki yang duduk di depannya.
“Kurasa sudah lama kita tidak bertemu. Bagaimana kabarmu ?” tanya Galen basa-basi untuk memulai percakapan.
“Aku baik-baik saja, bagaimana denganmu ?” tanyanya balik pada Galen yang hanya tersenyum dan menatapnya lekat-lekat, membuat gadis itu sedikit merasa salah tingkah dengan tatapan aneh dari Galen.
Suasana terasa tegang karena Orion tak banyak bicara ditambah lagi ada seorang gadis yang biasa mengejar Galen melewati meja mereka dan berhenti.
Orion hanya diam dan menatap gadis itu yang menurutnya akan duduk di sebelah Galen atau menarik Galen dari sana.
“Apa... Kenapa dia pergi begitu saja... ?” ucapnya heran tak percaya pada apa yang dilihatnya sambil menatap gadis itu pergi meninggalkan Galen dan sama sekali tak menyapa lelaki itu.
“Orion kenapa kau melihat Sisca seperti itu ?” tanyanya memancing.
“Em... aku merasa heran saja. Biasanya gadis itu selalu mengejar mu dan ingin dekat denganmu saat melihatmu. Tapi entah kenapa sekarang jadi dingin pada mu ?” tanyanya ia masih tidak percaya dan tidak mengerti apa sebabnya para gadis itu sekarang cuek pada Galen.
“Aku sendiri juga tidak tahu apa sebabnya. Mungkin aku sudah tidak tampan lagi bagi mereka.” jawabnya datar tanpa ekspresi.
“Hah... ada-ada saja kau, ha ha...” balas Orion yang merasa lucu dengan perkataan Galen barusan yang membuat suasana tegang kini mencair dan mereka mulai bicara dan tersenyum seperti hari-hari biasanya.
__ADS_1
Beberapa hari kemudian setelah melihat banyak gadis yang menjauhi Galen, Orion pun mulai bertingkah seperti biasanya pada anak itu dan tidak menjauhi atau menjaga jarak darinya. Bahkan sekarang mereka terlihat lebih sering bersama dan lebih akrab dari sebelumnya tanpa rasa curiga sama sekali.
BERSAMBUNG...