
Orion mengajak Ariel untuk masuk ke rumah Setelah dia melihat raut wajah anak itu yang terlihat serius.
“Ayo kita bicara di dalam.” ucap gadis itu menarik tangan Ariel dan menyeretnya masuk ke dalam.
Ariel menolak ajakan Orion untuk masuk ke dalam dan malah menarik tangan gadis itu dan mengajaknya duduk di kursi yang ada di luar rumahnya.
“Lebih baik kita bicara sebentar di sini. Aku tidak mau Ibu Zoya mendengarnya dan menjadi khawatir.” ucap anak itu setelah duduk di kursi bersama Orion.
Orion menatap anak itu dengan serius karena merasa bersalah.
“Apa benar yang kau katakan tadi benar ?” tanyanya pada Orion. Ariel hanya mengangguk menanggapi perkataan gadis itu.
“Oh...” ucapnya terlihat shock dan seketika merasa lemas. Dia tidak menduga akibat dari tindakannya itu akan membawa satu masalah pada dirinya ataupun para werewolf.
“Jadi....” jawab Ariel seolah meminta pertanggungjawaban dari tindakan yang dilakukan oleh gadis itu.
Orion hanya menggigit bibirnya karena tidak tahu apa yang bisa diperbuatnya untuk mengatasi masalah yang ditimbulkannya.
“Maafkan aku Ariel... aku janji tak akan mengulanginya lagi. Halo tolong antar aku menemui Taman Freddy untuk meminta maaf padanya.” ucapnya setelah merasa benar-benar bersalah dan menyeret banyak orang untuk untuk menerima konsekuensi atas perbuatannya.
Ariel merasa lega apa yang ditunggunya sudah terwujud. dia hanya ingin gadis itu tak mengulangi tindakannya.
“Orion... sebenarnya ayahku sudah mengatasi masalah ini. Dia pergi ke rumah tetua werewolf untuk mendiskusikan masalah ini. Jadi kau tenang saja...” jawabnya karena melihat penyesalan yang dalam di mata gadis itu dan tak tega untuk terus mendesaknya.
Namun Orion tetap tidak merasa tenang jika dia tidak mengucapkan kata maaf itu sendiri pada ayah Ariel.
“Ariel... aku tidak mau seluruh warga werewolf membenciku karena tindakan ku yang memicu konfrontasi lagi antar werewolf dan amulet. Ku mohon ntar aku untuk menemui ayahmu... ” ucap gadis itu memohon kepada sahabatnya itu.
Dari kejauhan tanpa sepengetahuan mereka berdua, Putri Zoya Berjalan ke depan saat melihat pintu rumah yang terbuka, karena tidak melihat ada orang di dalam.
Sesampainya di luar dia melihat putrinya sedang bicara dengan Ariel. Karena tidak ingin mengganggu percakapan anak muda, dia berniat masuk kembali ke rumah. namun langkahnya terhenti Saat dia tak sengaja mendengar putrinya menyebut kata amulet.
__ADS_1
“Apa aku tidak salah dengar...Orion memicu masalah antara werewolf dan amulet... apa yang sudah dia dilakukan ?” batin sang putri yang tidak jadi masuk ke rumah dan malah berjalan menghampiri mereka berdua.
Mendengar ada suara langkah yang berhenti di belakang mereka Ariel dan Orion saling bertatapan kemudian mereka menoleh ke belakang bersamaan.
“Ibu... ?” ucap mereka berdua bersamaan karena terkejut saat melihat Putri Zoya yang berdiri di belakang mereka entah sejak kapan.
Orion seketika terlihat pucat pasi dan tak bisa berkata-kata.
“I-ibu... sejak kapan ibu berdiri di sana ?” tanya Orion yang tampak gugup dan takut melihat wajah ibunya.
Putri Zoya lalu berjalan dan duduk di antara mereka berdua.
“Orion... Ariel... aku barusan mendengar apa yang kalian bicarakan barusan. Apa yang telah dilakukan Orion pada werewolf sehingga memicu suatu masalah ?” tanyanya pada dua anak itu.
Ariel menarik nafas dalam-dalam mendengar pertanyaan dari ibu Zoya. Sepertinya tak mungkin jika dia tidak berbohong pada ibunya Orion. Karena dia tak mau Orion di marahi oleh ibunya.
“Ibu Zoya... ibu hanya salah dengar saja tadi... Orion tidak bilang begitu tadi...” jawab anak itu yang rela berbohong demi melindungi Orion.
Sedangkan Orion yang melihat ibunya mengerutkan dahi dan kelihatannya akan marah besar jika mengetahui dirinya berbohong memberanikan diri untuk berkata.
Sebelum bicara dia menatap Ariel dan memberikan kode agar tidak memotong pembicaraannya.
“Begini ibu... aku mau menjelaskan semuanya pada ibu. Aku minta maaf sebelumnya pada ibu dan aku siap jika ibu marah pada ku...” ucapnya setelah menghirup nafas dalam-dalam dan mengumpulkan keberaniannya untuk berkata jujur pada ibunya.
“Ceritakanlah nak...” kata sang putri meminta anak gadisnya untuk segera menceritakan semua hal padanya. Dan akhirnya Orion pun menceritakan detail kejadian itu pada ibunya.
Setelah selesai bercerita gadis itu terdiam dan menundukkan kepala bersiap untuk menerima amarah atau hukuman dari sang ibu.
“Orion... sekarang juga ikut ibu ke rumah paman Fredi untuk meminta maaf langsung kepadanya.” ucapnya sambil berdiri dan menggandeng tangan anak gadisnya itu. Orion hanya menurut dan menghembuskan nafas lega karena ternyata ibunya tidak marah padanya.
Mereka bertiga akhirnya menuju ke rumah Ariel. Kebetulan sekali ternyata di sana ada para tetua werewolf lainnya yang sedang berkumpul dan membahas sesuatu di rumah itu.
__ADS_1
Fredi berdiri saat melihat Putri Zoya datang ke rumahnya bersama Orion dari pintu rumahnya yang terbuka.
“Zoya....Orion...” panggil Fredi yang berjalan ke luar rumah melihat dua orang itu berdiri di depan Ariel.
“Fredi... ada yang ingin ku bicarakan denganmu.” ucap sang putri yang masih menggandeng tangan Orion.
Fredi menoleh ke belakang sebentar pada para tetua yang ada di dalam.
“Kami hanya sebentar saja dan takkan lama disini. Karena aku tahu kau juga sedang ada urusan dengan para tetua yang ada di dalam.” ucap Putri Zoya yang bisa menangkap maksud Fredi.
Setelah mempersilahkan mereka masuk dan duduk. Putri Zoya dan Orion memberi salam pada para tetua werewolf yang hadir di sana.
Setelah ibunya membuka perkataan Orion mencoba memberanikan diri untuk bersuara.
“Paman Fredi... dan para tetua yang hadir di sini... aku secara pribadi meminta maaf pada kalian semua. Karena tindakan nekat ku kalian semua jadi terkena dampaknya.” ucap gadis itu dengan tulus pada semua
werewolf yang ada di sana.
Para tetua yang ada di sana saling berpandangan kemudian tetua Casper yang merupakan tetua senior mewakili dan juga mewakili tetua lainnya di sana angkat bicara.
“Orion... kami tahu kau adalah keturunan amulet yang berbeda dengan amulet murni. Kami semua sudah menganggapmu seperti keluarga sendiri. Kami sudah memaafkan tindakan ceroboh mu itu.” ucap sesepuh werewolf itu yang menyadari rasa penasaran Orion yang begitu tinggi pada amulet. Dan sekali lagi Orion meminta maaf kepada mereka semua dengan tulus.
Di tengah pembicaraan mereka, tiba-tiba tetua Casper mendapatkan sebuah ide.
“Orion maukah kau membantu kami ?” tanyanya pada gadis itu. Tak hanya Orion saja yang bingung, namun semuanya ada di sana pun tidak tahu pada rencana tetua Casper.
Orion yang merasa bersalah dan ingin menebus kesalahannya bersedia membantu para werewolf.
“Jadi seperti ini rencananya...” ucap tetua Casper menjelaskan rencananya pada gadis itu dan semua yang ada di sana.
BERSAMBUNG...
__ADS_1