Darah Campuran

Darah Campuran
Eps. 159 Mengalahkan Zombie


__ADS_3

Galen merasa jijik setelah sampai di belakang Raja Fathir yang masih menyantap mayat amulet dengan lahap seperti zombie.


Zombie itu meski sudah menghabiskan banyak mayat ternyata masih merasa lapar dan sekarang bergerak untuk memangsa para amulet yang masih hidup.


“Argh.... jangan... !” teriak amulet klan hitam yang saat itu sedang di lahap oleh Raja Fathir.


Raja Berry yang sedang bertarung melawan Raja dia melihat kebrutalan Raja Fathir.


“Jadi kali ini aku gagal lagi membangkitkan Raja Fathir yang sebenarnya ? Berarti aku hanya membangkitkan seorang zombi saja ?” batinnya kecewa setelah berbagai usaha telah ditempuhnya.


“buk... !” Raja Diaz berhasil memukul Raja Berry saat perhatiannya teralihkan pada Raja Fathir.


“Bajingan kau... !” bentak Raja Berry tak terima dan balas memukul Raja Diaz.


“Apa kau menyesal sekarang telah membangkitkan seorang Zombie ?” tanya Raja Diaz dan hal itu membuat emosi Raja Berry terpancing.


Raja Berry yang telah tersulut emosinya menyerang Raja Diaz dengan membabi buta.


Kembali ke Galen yang saat ini berhadapan dengan Raja Fathir yang akan memangsa pasukan Raja Diaz.


“Hey kau zombie... lawan mu aku !” teriak Galen menarik Raja Fathir yang bersiap menerkam salah satu pasukan ayahnya Orion.


“Roar... siapa kau berani mengganggu kesenangan ku ? Jika begitu aku akan memangsa mu saja... ha ha ha ha....” balas Raja Fathir terbalik menghadap kalian dengan mulut dan tangan yang berlumuran darah.


Tanpa menjawab Galen pun segera menghajar zombie itu. Hingga di tengah pertarungan, Galen tampak kehabisan nafas menghadapi Raja Fathir.


“Ternyata dia kuat tak seperti bayangan ku...” batin Galen yang sebelumnya meremehkan zombie tadi.


Sambil mengatur nafas Galen mencari strategi untuk menjatuhkan lawannya karena jika pertarungan terus berlangsung seperti itu mungkin saja dia bisa terluka parah.


“Atau mungkin aku harus menikam langsung di bagian jantungnya ?” batin Galen dan segera bertindak mencari celah menyerang di titik vital itu.


Raja Fathir terus melancarkan serangan sementara Galen bertahan dan menghindari serangannya yang mematikan sambil mencari kesempatan untuk menyentuh titik vital sang zombie.


“jleb... !” Galen mengeluarkan belati dan menikamkan tepat ke bagian jantung zombie.

__ADS_1


“Bruk... ” Zombie itu ambruk setelah terkena tikaman belati. Darah mengalir dari tubuhnya namun ternyata dia masih bisa bangkit berdiri lagi.


“Trang... !” Raja Fathir menarik kembali berarti yang menancap di jantungnya dan melemparkannya ke lantai.


“Kau kira aku akan mati seperti amulet lainnya jika jantung ku di tikam ?” ucap Raja Fathir sambil tersenyum menyeringai dan kembali melawan Galen dengan marah.


Setelah beberapa serangan tajam, Raja Diaz berhasil mendesak Raja Berry.


“buuk...!” Raja Berry terpental jauh menabrak dinding istana setelah terkena serangan Raja Diaz dan memuntahkan darah segar.


Raja Berry terlihat berdaya, namun Raja Diaz tetap menghampirinya dan memberinya pelajaran terakhir.


“Terima ini... kau pantas menerimanya ! Pukulan ini untuk Orion !” teriak Raja Diaz menarik pedangnya yang tersarung dan menancapkan nya tepat di jantung lawannya.


“Argh... !!” Raja Berry merasakan kesakitan yang luar biasa dan tak lama kemudian dia menghembuskan nafas terakhirnya.


Raja Diaz kembali ke tengah pertarungan. Dia melihat Galen sedang terdesak dan terluka.


“Galen kau mundur lah. Biar aku yang mengatasinya !” teriak Raja Diaz menghampiri Galen.


Galen seketika mundur menuruti perintah ayahnya Orion. Namun dia tak bisa berdiam diri saat melihat pasukan Raja Diaz yang mulai kelelahan.


Di lain sisi Raja Diaz tidak sepenuhnya mengeluarkan kekuatannya. Dia berusaha membaca pergerakan lawan dan mencari titik lemahnya. Hingga dia melihat suatu keanehan pada zombie itu.


“Apakah kelemahannya ada di mulutnya...” batinnya setelah mengamati ada keganjilan pada mulutnya yang berbentuk tak lazim.


Raja Diaz kembali mengayunkan pedangnya dengan menambahkan sebuah mantra penghancur ke dalamnya.


“Argh.... !!!”


Zombie itu berteriak kesakitan setelah Raja Diaz menikam mulutnya dan merobeknya.


“bruk.... !”


Tubuh Zombie ambruk ke lantai dan hancur berkeping-keping menjadi daging yang membusuk. Seketika cuaca yang saat itu gelap gulita kembali cerah dengan musnahnya Raja Fathir.

__ADS_1


“Akhirnya selesai juga...” ucap Raja Diaz menyalurkan pedangnya kembali dan melihat semua lawannya sudah tumbang.


Galen beserta pasukan yang masih selamat menghampiri Raja Diaz.


“Sekarang kita cari tubuh Orion. Semua berpencar lah untuk mencari tubuh putriku dan segera kembali ke sini setelah menemukannya !” ucap Raja Diaz memerintahkan semua pasukannya dan juga Galen untuk membantunya mencari jasad Orion.


Semua berpencar ke area di sekitar istana untuk mencari jasad Orion.


“Srak...” Galen masuk ke sebuah semak belukar setelah mencium aroma Orion samar di sana. Dia terus mencari dan menyisir semua itu sampai ke ujung namun dia tak menemukan jasad kekasihnya.


“Orion... kau benar-benar meninggalkan aku. Bahkan jasad mu hilang entah kemana...” gumam Galen tempat yang tercium aroma Orion di sana.


Beberapa saat kemudian semua kembali ke tempat awal dan berkumpul. Mereka semua kembali dengan tangan kosong.


“Ayo kita pulang sekarang...” ajak Raja Diaz pada Galen dan pasukannya untuk segera pergi meninggalkan tempat itu.


“Orion... maaf Ayah terlambat menyelamatkan mu. Bagaimana nanti aku menghadapi ibumu di istana...” batinnya menoleh ke belakang dan berhenti sebentar saat sudah berada di luar istana dengan tatapan sedih.


Semua pergi dari sanctuari dan kembali ke negeri amulet. Tak Berapa lama kemudian mereka tiba di depan Istana Bulan Dingin.


Dari dalam istana Ratu Zoya ya mendengar suara keramaian di luar segera berlari. Dia merasa senang melihat suaminya pulang dengan selamat dan juga ada Galen yang bersamanya.


“Sayang di mana Orion... ?” tanya Ratu Zoya menghampiri suaminya.


Raja Diaz menoleh ke Galen kemudian menunduk dan menarik nafas panjang.


“Sayang... kenapa diam saja... dimana Orion ?” tanya Ratu Zoya lagi yang merasa ada sesuatu yang disembunyikan.


“Sayang maafkan aku... kau boleh menyalahkan aku. Orion... dia... sudah meninggalkan kita untuk selamanya dan jasadnya menghilang.” ucap Raja Diaz dengan terbata-bata.


“Apa... ?! Itu tidak mungkin... !!!” teriak Ratu Zoya histeris.


Wanita itu seketika meneteskan air matanya. Dadanya terasa sesak dan dia pun tak sadarkan diri.


BERSAMBUNG...

__ADS_1


Dear pembaca semua Terima kasih untuk dukungannya selama ini. Baca juga karya lainnya berjudul Pembalasan Sang Penakluk ya...


Terima kasih... ❤️❤️🙏


__ADS_2