Darah Campuran

Darah Campuran
Eps. 150 Lebih Dekat Lagi


__ADS_3

Beberapa hari kemudian di villa jantung emas tampak Orion yang duduk melamun dengan tatapan kosong menerawang ke luar. Pikirannya melayang pada sosok Galen yang entah apa sebabnya bisa melupakan cinta di antara mereka.


Sore hari Raja Diaz pulang ke villa. Lelaki itu lebih nyaman beristirahat di villanya bersama keluarganya daripada di istana.


“kriek...”


Raja Diaz masuk ke rumah dan melihat Orion yang duduk sendiri merenung. Dia merasa ada yang aneh dengan putrinya saat ini.


“Orion.... kau sudah memikirkan apa nak, tak biasanya kau melamun seperti itu.” tanyanya menghampiri Orion.


Orion hanya diam dan tak menjawab pertanyaan dari ayahnya karena dia sama sekali tidak sadar jika ayahnya sudah masuk ke rumah barusan.


“Pasti ada masalah dengannya... jika bersikap seperti ini...” batinnya diam sejenak dan menatap putrinya.


“Orion... sayang...” ucap lelaki itu mengulang memanggilnya sambil menepuk bahu Orion pelan.


Orion seketika tersadar dari lamunannya dan terkejut saat melihat ayahnya ada di depannya.


“Ayah... sejak kapan ayah ada di sini...” balas Orion menatap ayahnya.


Raja Diaz duduk di samping Orion dan mengajaknya bicara.


“Sayang... apa kau sedang ada masalah ?” tanya nya pada Orion, namun gadis itu menggeleng.


“Oh ya... ayah tidak melihat Galen selama satu minggu lebih. Apa kalian ada masalah ?” tanyanya lagi setelah menebaknya.


Dan benar saja Orion tidak menjawabnya dan seketika wajahnya berubah sedih dan tampak air mata mulai menggenang di sudut matanya. Dia pun langsung memeluk Ayahnya.


“Ada masalah apa... ceritakan pada ayah...” ucap lelaki itu menepuk-nepuk bahu Orion untuk menenangkan nya.


“Ayah Galen... bla-bla-bla....” ucap Orion menceritakan semua perubahan sikap Galen pada dirinya pada ayahnya.

__ADS_1


“Apa... Galen sampai seperti itu...” balas nya menimpa diri setelah Orion selesai bercerita.


“Apa yang sebenarnya terjadi pada Galen ? Apa Ayah tahu... ?” tanya Orion melepas pelukannya.


“Dari cerita mu ada kemungkinan Galen meminum ramuan peluntur rasa.” jawabnya singkat dan masih tak percaya kenapa Galen bisa seperti itu dan siapa yang telah me minuman kan itu Galen.


Orion terkejut sekali mendengar jawaban ayahnya.


“Ayah lalu Bagaimana cara mengembalikan Galen seperti semula ?” tanya Orion antusias dan penasaran.


“Tidak ada ramuan yang bisa menangkal ramuan itu. Hanya cinta sejati yang bisa menghilangkan ramuan itu.” jawabnya menjelaskan.


Orion berpikir bagaimana caranya dia bisa membuat Galen mengenal dirinya kembali.


Beberapa hari setelahnya Orion pergi ke istana Cawan Suci. Dia pergi ke sana dengan maksud untuk mengembalikan ingatan Galen.


Dari kejauhan Orion melihat ada seorang gadis cantik yang masuk ke istana Cawan Suci. Dia pun berhenti sejenak untuk melihatnya dari kejauhan.


“Siapa gadis itu... ? Kenapa Galen tampak dekat sekali dengan gadis itu... ?” batin Orion bertanya-tanya karena sebelumnya lelaki itu selalu dingin pada setiap gadis yang dia temui. Namun kali ini Galen diam saja saat gadis itu memegang lengannya.


Orion terbakar cemburu saat melihat gadis lain dekat dengan Galen, tapi dia tak bisa berbuat apapun untuk saat ini dan mencoba mengontrol perasaannya.


Orion terus memperhatikan gerak-gerik gadis cantik tadi. Dia menyimpulkan jika Gadis itu sangat tertarik pada Galen.


“Apa mungkin gadis itu yang melakukan semua ini pada Galen... ?!” batin Orion menyimpulkan setelah melihat tingkah gadis cantik itu yang tampak agresif.


Galen pergi berjalan-jalan keluar istana bersama Putri Shirein. Lelaki itu mengajaknya melihat-lihat ke sekitar.


Sementara Orion melihatnya dari kejauhan dan mengikutinya secara diam-diam. Dia mengikuti Galen dan gadis cantik itu ke sebuah taman bunga.


Putri Shirein berlari ke tengah taman bunga dan tiba-tiba dia terjatuh saat menginjak sebuah kerikil.

__ADS_1


“Argh... Pangeran Galen tolong...” teriak gadis itu berpura-pura jatuh.


Galen pun segera berlari dan menangkap tubuh Putri Shirein sebelum jatuh ke tanah.


“Kau tidak apa-apa Putri... ?” tanya Galen berjalan keluar dari taman bunga sambil membopong tubuh gadis itu.


“Aku tak apa... terima kasih Pangeran Galen.” jawabnya sambil mengalungkan tangannya ke leher Galen.


Galen kemudian menurunkan Putri Shirein di tepi taman bunga.


“Oh putri... bagaimana jika kita duduk di sana melihat hamparan bunga.” ucap Galen sambil menunjuk satu tempat yang teduh.


“Baiklah... kurasa itu ide yang tepat.” balas gadis itu tersenyum kemudian berjalan mengikuti jalan menuju ke tempat yang tadi ditunjukkan padanya.


Galen dan Putri Shirein duduk bersebelahan menatap ke arah taman bunga. Tampak tertawa bersama setelah berbicara. Galen pun tampak lebih membuka hatinya pada gadis itu.


“Lalu bagaimana caraku membuatmu mengingatku kembali Galen...” batin Orion yang tampak cemburu hebat menyaksikan hal itu namun tak bisa berbuat apapun.


Orion pun merasa tak tahan lagi melihat kedekatan mereka berdua. Dia pun memilih untuk pergi dari sana daripada membuat hatinya terluka melihat kekasihnya bersama wanita lain.


Orion pulang menuju ke rumah. Di tengah jalan dia berhenti.


“Kenapa aku merasa seperti ada yang mengikuti ku...” batinnya sambil melihat ke sekitar. Karena dia masih ragu, Orion mencari ke semak-semak yang ada di sekitarnya.


“Atau cuma perasaanku saja. ada siapa-siapa di sini.” gumamnya lirih sambil keluar dari semak-semak.


Orion tetap merasakan rasanya tidak enak meskipun dia tak melihat siapapun di sana. Dia pun mempercepat langkahnya dan melesat ke udara dengan cepat.


beberapa saat kemudian setelah Gadis itu tak nampak lagi, turunlah seorang amulet berambut putih dari pohon dan tersenyum lebar.


BERSAMBUNG...

__ADS_1


__ADS_2