Darah Campuran

Darah Campuran
Eps. 112 Hadiah Yang Di Minta Galen


__ADS_3

Orion dan Galen berjalan bersama meninggalkan gereja dan menuju ke negeri anubis.


Pangeran Diaz yang merasa ada semacam ikatan entah apa dengan gadis dari Pangeran Galen tadi keluar dari rumahnya dan mencari mereka berdua.


“Sayang sekali... kalian sudah pergi...” gumamnya lirih dan terlihat kecewa setelah menatap jauh terbang dan tak menemukan gadis yang dicarinya.


“Aku tidak tahu entah kenapa aku merasa kau adalah putri ku... ah... mungkin hanya karena kesamaan nama saja dan aku terlalu berharap bertemu dengan putriku sehingga aku menganggap gadis itu sebagai putriku.” gumamnya lagi masih mengingat wajah manis Orion tadi. Lelaki itu habiskan nafas dalam-dalam lalu kembali masuk ke rumahnya.


Di lain tempat di Istana Cawan Suci tampak Raja Edwin yang baru saja kembali dari luar setelah ada sedikit urusan.


“Salam Raja Edwin...” ucap pengawal yang penjaga pintu masuk istana saat menyapa rajanya yang akan masuk ke istana.


“Ya...” balas Raja Edwin sambil tersenyum pada mereka dan berlalu.


“Yang Mulia Raja Edwin... tadi Pangeran Galen kesini bersama seorang gadis mencari Raja.” ucap pengawal itu segera menyampaikan pesan dari pangeran Galen untuk Raja Edwin.


Raja Edwin berhenti sebentar dan berbalik lalu bertanya pada pengawal itu.


“Seorang gadis... lalu di mana mereka sekarang ?” ucapnya bertanya balik sambil mengerutkan dahi apa maksud kedatangan putranya menemuinya dengan membawa seorang gadis.


“Maaf Yang Mulia... Pangeran Galen sepertinya ada urusan mendesak dan segera kembali dari istana setelah menunggu beberapa saat.” jawab pengawal itu kembali menjelaskan.


Raja Edwin hanya mengangguk kemudian berlalu masuk ke istana. Pikirannya melayang pada putranya.


“Siapa gadis yang di bawa Galen ke sini ? Apa dia bermaksud mengenalkan gadis itu padaku... ?” gumamnya sambil masuk ke kamar Galen dan membukanya meski tahu anak itu tak ada di sana. Melihat kamar Galen yang kosong, dia pun keluar dari kamar itu lalu menuju ke ruang kerjanya sambil tersenyum.


“Teryata meskipun kau cuek ternyata kau sudah mempunyai seorang kekasih...” batin Raja Edwin yang merasa senang karena Putranya sudah dewasa sekarang sambil duduk di kursi kerjanya.


Kembali pada Orion dan Galen yang sedang langkah perjalanan kembali ke rumah. Di tengah jalan tampak Orion yang sedikit terlihat kelelahan.

__ADS_1


“Sebaiknya kita berhenti dulu di sini sebentar untuk beristirahat sampai rasa lelah mu hilang.” ucap Galen tiba-tiba berhenti di tengah hutan.


“Tapi Galen ku rasa kita hampir sampai dan tak perlu beristirahat di sini. Lebih baik kita beristirahat di rumah.” jawab Orion ikut berhenti meskipun dia menolak ajakan dari lelaki itu.


“Sebentar saja Orion...kita tak akan lama di sini. Sekalian kita lihat pemandangan di sini.” ucap Galen lagi yang bersikeras untuk tetap beristirahat sejenak. Orion pun tak bisa menolak lagi dan akhirnya dia menurut saja pada Galen. Mereka berdua pun duduk di bawah pohon dan bersandar di sana sekedar untuk menghirup udara bebas di sana.


“Galen... apa menurut mu suatu saat aku bisa kembali ke negeri amulet ?” tanya Orion tiba-tiba untuk memecah kesunyian saat itu.


“Tentu saja kau bisa kembali ke sana setelah... kembali berkumpul dengan ayahmu.” jawab Galen setelah berpikir panjang dan mengesampingkan status Orion sebagai saxion.


Orion hanya diam saja tak menanggapi perkataan Galen karena dia masih menyimpan rasa benci pada ayahnya meskipun dia bisa tersenyum tadi di hadapannya.


“Baiklah Jika kau tak mau kembali bersama ayahmu maka kau kembali saja bersama ku ke Istana Cawan Suci.” ucap Galen lagi setelah melihat gadis itu menatapnya dengan tatapan sinis.


“Orion kau tahu tidak jika para amulet hanya bisa mencintai satu wanita ?” tanyanya untuk mencairkan suasana sambil membalik tubuh Orion yang membelakanginya.


“Kenyataannya memang demikian...” balas Galen singkat dan semakin mendekat pada Orion.


“Orion apa kau mau menemani ku sampai akhir waktu nanti ?” tanya Galen lagi padanya. Namun Orion hanya diam tak menjawab pertanyaan Galen dan hanya melempar senyum kemudian menundukkan wajah.


“Kenapa kau hanya tersenyum saja ? Katakan pada ku...” ucap Galen sambil menaikkan wajah Orion.


“Ya Galen...” jawabnya singkat. Galen tersenyum lalu mencium bibir ranum Orion sampai mereka jatuh ke tanah. Galen mengakhiri ciumannya dan beralih mencium leher Orion dan membuat beberapa tanda merah di sana.


“Galen apa yang kau lakukan padaku di sini ?!” ucap Orion mendorong tubuh Galen agar menjauh dari dirinya. Mereka berdua pun kembali duduk.


“Galen sebaiknya kita segera kembali saja aku juga sudah tak merasa lelah lagi.” ucap Orion berdiri dan menarik Galen supaya ikut berdiri.


“Kau yakin... ?” tanya Galen pada Orion yang di angguki oleh gadis itu. dan mereka berdua segera melanjutkan perjalanan.

__ADS_1


Tak beberapa lama kemudian mereka tiba di negeri anubis. Karena hari masih siang Galen mengajak Orion untuk mampir ke tempatnya dulu sebentar dan nanti akan mengantarnya.


Sepuluh menit kemudian Galen dan Orion tiba di depan rumah Galen. Mereka berdua segera masuk agar tidak terkena paparan sinar matahari terlalu lama.


“Galen... aku haus.” ucap Orion setelah duduk di kursi ruang tamu Galen.


“Baik aku ingin mengambilkan minuman untukmu. Kau tunggu saja di kamar ku sekalian istirahat sebentar di sana.” ucap Galen lalu berdiri dan masuk ke belakang mengambil kan air dingin untuk Orion. Sedangkan Orion masuk ke kamar Galen dan duduk ditempat tidur kekasihnya.


Gadis itu menatap ke sekeliling dan memperhatikan kamar Galen dan mendapati beberapa bagian yang di kamar itu yang di tata ulang dan sebagian di pindah sehingga posisinya tidak sama dengan yang dulu pernah di lihat nya.


“Orion... ini untukmu.” ucap Galen masuk ke kamar dan memberikan segelas air dingin pada gadis itu lalu duduk di sampingnya. Orion yang merasa harus langsung menghabiskannya dan menaruh gelas kosong itu ke sisi meja.


“Orion kau bilang kau akan menuruti semua permintaan ku setelah aku membawamu bertemu dengan ayah mu...” bisik Galen lirih di telinga Orion.


“Ya aku tak akan mengingkari janji ku pada mu.” jawabnya sambil mengangguk menatap Orion.


“Maka aku akan memintanya sekarang...” ucap Galen lagi sambil tersenyum.


“Orion aku sudah memutuskannya...” Galen kembali mencium bibir merah Orion sampai mereka berguling di tempat tidur.


Galen kembali mencium leher Orion dan membuat banyak tanda merah di sana. Dia tak bisa mengendalikan dirinya lagi dan tangannya bergerilya melepas satu persatu kancing baju Orion sampai bagian tubuhnya Indah terlihat. Dan dia pun bermain-main di sana.


“Aah... Galen apa yang mau kau lakukan padaku ?” tanya gadis itu menahan tubuh Galen.


“Ini yang aku minta Orion. Aku menginginkan ini...” ucap Galen menyingkirkan tangan Orion yang menghalangi tubuhnya.


Orion merasakan suhu tubuh Galen yang meningkat dan terasa panas membakar. Galen kembali mencium bibir Orion yang membuat gadis itu larut dalam ciuman panasnya.


BERSAMBUNG....

__ADS_1


__ADS_2