Darah Campuran

Darah Campuran
Eps. 38 Bertemu Beruang


__ADS_3

Tempat yang di tinggali Orion yang sebenarnya merupakan perbatasan antara negeri anubis dan negeri werewolf kini semakin ramai setelah banyaknya pendatang baru yang tinggal di sana.


Kebanyakan dari pendatang itu adalah keluarga yang sudah menikah dan punya anak yang masih kecil seusia dengan Orion.


Orion senang sekali dengan kehadiran anak kecil di sana yang bisa menjadi temannya. Dia sering bermain dengan para anak kecil itu. Namun meskipun dia sangat senang bermain dengan anak-anak yang ada di sana, dia lebih sering menghabiskan waktu bermainnya dengan Ariel.


Siang itu Orion mengajak Ariel bermain dengan anak-anak di sana. Mereka memainkan segala permainan anak-anak mulai dari petak umpet dan bermain peran.


“Orion.... sekarang kita main peran satu keluarga.” ucap salah satu anak kecil padanya.


“Karena aku lebih tua dari mu aku akan memainkan peran sebagai ibu mu dan kau sebagai putri ku.” ucap anak kecil itu lagi pada Orion.


Orion hanya menurut saja pada apa kata temannya itu.


“Oh ya... Ariel kamu bermain peran sebagai suami ku...” ucap anak itu sambil menarik Ariel maju dengan pipi bersemu merah.


Ariel menolak tapi karena Orion ikut menariknya juga akhirnya dia setuju di permainkan oleh dua anak kecil itu. Dan mereka pun mulai memainkan peran mereka.


“Ayah... badan ku panas... kepalaku pusing. Aku mau pingsan...” ucap Orion berpura-pura berjalan terhuyung sambil menatap Ariel.


Ariel yang merasa konyol pun mulai berakting.


“Ya nak, ayah akan menggendong mu ke kamar.” ucap Ariel yang menghampiri anak itu lalu membopong tubuhnya dengan pipi bersemu merah.


Entah kenapa Ariel merasa seperti orang bodoh saja bermain peran dengan anak-anak perempuan itu dan dia merasa tidak nyaman memainkan perannya.


“Orion aku bosan memainkan permainan bodoh ini. Sudah aku berhenti bermain.” ucapnya pada anak lain lalu mengajak Orion pergi dari tempat itu.


“Hei... tunggu... ! Kalian berdua mau kemana ?” teriak salah satu anak tadi pada mereka berdua.


“Kami mau pulang... !” jawab Ariel menoleh ke belakang sambil terus berjalan.


Tak lama kemudian mereka tiba di rumah Orion. Ariel melihat ibunya Orion yang sedang duduk di sini di teras rumah dan dia pun menghampiri.

__ADS_1


“Ibu Zoya bolehkah aku pergi bermain sebentar bersama Orion ? Nanti kami akan kembali sebelum makan siang.” ucapnya pada Putri Zoya.


Putri Zoya yang sudah mengetahui jika Ariel adalah seorang manusia serigala dan putranya Fredi memberinya izin untuk bermain.


“Ariel... tolong jaga Orion ya. Tolong bantu dia saat dia dalam kesulitan. Dan ingat jangan membahayakan diri mu, kalian berdua masih kecil.” ucap sang putri menasehati anak itu.


“Iya ibu...” jawabnya lalu segera menghampiri kembali Orion yang akan bermain dengan anak lain.


“Ayo kita cari tempat bermain yang lain.” ajaknya dan langsung menarik anak itu pergi dari sana.


“Kita mau main kemana ? Bukannya tadi kau bilang mau pulang saja ?” tanyanya pada anak itu sambil terus berjalan mengikutinya.


“Ya aku bilang begitu karena aku tidak suka dengan permainan bodoh itu agar bisa pergi dari sana. Aku ingin menangkap kelinci untuk mu...” jelasnya.


“Kelinci... ? Ya tentu saja aku mau. Aku suka pada kelinci. Aku akan memeliharanya jika kau berhasil menangkapnya untuk ku.” ucap Orion bersemangat setelah mendengar penjelasan dari anak itu.


Mereka pun terus berjalan menjauh dari tempat mereka. Hingga di tengah jalan mereka melihat ada seekor kelinci putih yang sedang makan rumput.


Karena Orion gemas sekali pada kelinci itu, dia langsung mendekati kelinci itu sendiri dan menangkapnya. Kelinci yang kaget itu pun lari saat mengetahui ada yang mau menangkapnya.


“Orion... berhenti ! Ayo kita kembali saja, di sini berbahaya. Banyak binatang buas di hutan ini.” ucapnya sambil menarik tangan Orion dan mengajak anak itu segera keluar dari sana.


“Tidak... aku mau kelinci itu...” ucapnya yang enggan pergi dari sana dan masih ingin mengejar kelinci itu.


“Orion... kita bisa mencari kelinci lagi. Di luar sana banyak kelinci aku akan menangkapnya satu untuk mu. Kau diam saja nanti saat melihat kelinci, biar aku yang menangkapnya agar tidak kabur seperti tadi kelincinya.” ucap anak itu terus menarik Orion segera keluar dari hutan itu sebelum ada binatang buas yang akan mereka temui di sana.


Dengan berat hati Orion berjalan pergi dari tempat itu dan mengikuti Ariel berjalan keluar dari hutan itu.


Ternyata tanpa mereka sadari mereka sudah masuk hampir ke tengah ke hutan. Di tengah jalan Ariel mendengar ada suara derap langkah kaki cepat yang mengarah pada mereka.


“Orion ayo lari dari sini. Aku tidak tahu apa yang akan kita temui jika tidak segera keluar dari sini.” Ariel berlari lebih cepat sambil terus menarik tangan Orion keluar dari sana.


Namun terlambat bagi mereka untuk kabur.

__ADS_1


“groar...!”


Seekor beruang besar muncul di depan mereka. Orion yang takut melihat beruang besar itu tiba-tiba tak bisa berlari lagi.


“Orion kenapa berhenti ? Ayo lari... !”


Anak itu hanya diam ketakutan menatap Ariel dan terus memegang tangannya.


“Jangan bilang kau ketakutan sampai tak bisa bergerak ?” ucap anak itu yang melihat Orion mengangguk padanya.


“Ah... sial !” Ariel lalu menggendong Orion naik ke pundaknya lalu berjalan keluar dari hutan itu. Karena menggendong Orion, Ariel pun tak bisa berlari. Dan beruang itu dengan cepat mengejar mereka berdua.


Sekarang beruang itu sudah ada tepat di belakang mereka.


“Ariel cepat... ! Beruang itu sudah ada di belakang kita !” ucap anak itu sambil terus melihat ke belakang.


Ariel sekarang berlari masih dengan menggendong Orion. Namun naas, dia jatuh tersungkur karena tak kuat membawa tubuh Orion sambil berlari.


“bruk...” Mereka berdua jatuh dan kini beruang itu sudah ada di belakang mereka.


“Ariel... bagaimana ini... ?” tanyanya ketakutan pada anak itu.


Ariel berdiri dan meminta Orion bersembunyi di balik pohon besar yang ada di belakang mereka. Dia pun menuruti ucapan Ariel dan segera berdiri lalu bersembunyi di balik pohon besar tak jauh darinya berada sekarang.


Beruang itu kini mendekat dan mengejar Ariel. Dia berjalan dengan menunjukkan cakarnya yang tajam dan membuka mulutnya lebar-lebar memperlihatkan deretan gigi taringnya.


“Dash...” beruang itu mengayunkan tangannya untuk menangkap Ariel. Namun anak itu melompat dan bisa menghindari.


“buk...” Ariel mengambil batu besar yang ada di dekatnya dan melempar ke beruang itu yang membuatnya kesakitan.


Saat beruang itu ambruk, Ariel segera berlari dan menarik tangan Orion yang bersembunyi ikut berlari dengannya.


Ariel berlari kencang dan Orion tak bisa mengimbangi kecepatan lari anak itu hingga dia jatuh. Dan beruang itu dengan cepat mendatangi mereka kembali.

__ADS_1


Beruang itu melihat ada tubuh yang masih tergeletak dan dia langsung menyambar tubuh anak itu.


BERSAMBUNG....


__ADS_2