
Beberapa hari setelah kejadian itu Orion masih cuek dan marah pada ibunya. Namun tidak sampai seminggu gadis itu akhirnya luluh juga melihat ibunya yang terlihat sedih setiap hari setelah menyadari penderitaan ibunya.
Suatu pagi dia duduk termenung di dekat jendela. Rambutnya yang panjang tertiup oleh angin kencang namun anak itu tetap tidak beranjak dari jendela.
Pikirannya menerawang jauh pada sosok ayahnya. Sosok yang hanya sebentar bersamanya dan wajahnya pun dia tidak terlalu mengingat dengan jelas.
Ada rasa rindu terselip di hatinya ingin bertemu dengan ayahnya. Namun ada seberkas rasa kebencian pada ayahnya karena ayahnya membuat mereka berdua menjalani kehidupan yang sulit. Dan dia jadi penasaran kenapa ayahnya tidak pernah mencari dirinya maupun ibunya. Apa dia memang benar-benar tidak menginginkan mereka berdua dan meninggalkannya begitu saja ?
Tapi dia tidak berani bertanya pada ibunya untuk sementara ini karena melihat ibunya yang yang selalu terlihat sedih jika dia membahas tentang sosok ayahnya.
Hari ini adalah hari minggu.
Putri Zoya akan berangkat ke rumah makan dan melihat putrinya yang melamun di sisi jendela.
Dia menghampiri putrinya itu dan merangkulnya dari samping.
“Nak... apa yang kau pikirkan ?” tanyanya yang mengagetkan gadis itu dari lamunannya.
Orion tersentak saat Ibunya menyentuh bahunya.
“Ibu... apa yang barusan Ibu bilang tadi... ?” ucapnya menoleh pada ibunya.
“Apa yang kau pikirkan....kau tampak melamun...” ucap ibunya mau langit pertanyaannya kembali.
“Ah tidak ada Ibu... aku hanya merasa bosan hari libur di rumah.” ucapnya bohong padahal sebenarnya yang dia pikirkan adalah dimana mana tempat tinggal ayahnya.
“Kau bisa jalan-jalan atau bermain dengan temanmu... mungkin dengan Ariel atau lainnya?” ucap ibunya memberi saran.
“Emm... iya bu.... nanti aku akan menghirup udara segar. Ibu ke rumah makan saja sekarang.” jawab gadis itu agar ibunya tidak khawatir padanya. Entah kenapa rasanya hari ini dia ingin sendiri saja.
“Baiklah... kan aku bosan susu ibu di rumah makan saja.” tambah ibunya lagi lalu meninggalkan putrinya dan berangkat ke rumah makan. Dia mengangguk menatap ibunya lalu kembali menatap ke luar jendela.
Setelah ibunya pergi dia merasa bebas tak ada yang akan melarangnya melakukan satu hal yang disukainya.
__ADS_1
Gadis itu lalu melompat ke jendela dan duduk di sana sambil menikmati mentari pagi yang bersinar hangat menyinari tubuhnya membuat kulitnya yang pucat tampak berkilauan di bawah sinar saat itu.
“duk...”
Dua jam duduk dan terkena angin membuat gadis itu tertidur dan kepalanya membentur jendela.
“Ah... aku sampai ketiduran.” ucapnya lalu turun dari jendela dan kembali bermalas-malasan di tempat tidur.
Karena masih mengantuk dia pun langsung tertidur pulas setelah memeluk bantalnya.
“srak... srak...” terdengar suara seperti seekor binatang yang berjalan merayap di tanah. Namun bunyi itu terdengar keras sekali dan membuat Orion sampai terbangun dari tidurnya.
“Bunyi apa ya itu tadi... kenapa keras sekali sepertinya ada sesuatu yang akan masuk ke sini...”
Orion bangun dari tempat tidurnya lalu memeriksa ke ruangan itu dan tidak menemukan apapun yang masuk ke ruangan itu. Dia membuka pintu dan melihat diluar tidak ada apapun di sana.
Gadis itu kembali mendengarkan suara keras dan itu berasal dari luar jendela. Dia Lalu melihat apa yang ada di luar jendela dan ternyata hanya seekor kucing yang berjalan lalu berguling-guling di rerumputan.
“Aneh sekali kenapa aku mendengar bunyi itu terasa keras sekali padahal hanya gerakan seekor kucing, rasanya seperti aku ada di dekat kucing itu.” ucapnya merasa heran.
Hal aneh terulang lagi kali ini dia mendengar suara kepakan sayap yang keras.
“Suara apa lagi itu ya... ?” gumamnya yang bangun kembali dari tidur lalu memeriksa keadaan sekitar dan menemukan seekor kupu-kupu terbang di luar jendela.
“Ahh... Kenapa suara sekecil itu bisa terdengar keras sekali ?” gumamnya lalu beranjak dari jendela dan kembali duduk di tempat tidurnya.
Dia kembali melihat seekor nyamuk terbang di sekitarnya saat dia duduk. Suara dengungan nyamuk itu terdengar keras sekali baginya seperti sebuah suara torpedo yang memekakkan telinganya.
“plak....”
Karena sebal dengan suara berisik nyamuk yang membuatnya merasa tergganggu, diapun menepuk nyamuk itu dan melemparnya ke sembarang arah setelah binatang itu mati.
Setelah suara dengungan nyamuk yang mengganggu sekarang berganti suara percakapan seseorang.
__ADS_1
“Hah... padahal pejalan kaki itu berjarak satu kilometer dari tempat ini tapi aku bisa mendengar percakapan mereka dengan jelas sekali.” ucapnya setelah melihat dari jendela ada 2 orang berjalan kaki dari kejauhan.
Malam harinya saat Ibunya sudah pulang dia bergegas menghampiri ibunya itu dan mengajaknya duduk untuk mendengarkan ceritanya.
“Ibu... ada yang aneh dengan ku kali ini bu. Entah kenapa telingaku menjadi sensitif dan bisa mendengar suara sekecil apapun dengan jelas sekali.” ucapnya sambil menarik tangan Ibunya dan mengajaknya duduk di kursi menghadap ke pintu.
“Hi hi hi... itu normal Orion. Kemampuanmu sebagai keturunan seorang vampir mulai terlihat satu persatu.” ucap ibunya menjelaskan pada putrinya itu agar tidak khawatir dan terlalu memikirkan hal itu.
“Berarti hal yang sama juga terjadi pada ibu ?” tanyanya kembali yang masih tidak yakin.
“Ya tentu saja nak Ibu juga mengalami hal yang sama sepertimu. Dulu ibu juga menyesuaikan diri. Dan sekarang kau harus mulai beradaptasi dengan kemampuan baru itu.” jelasnya meyakinkan dan memberikan saran pada putrinya itu.
Orion diam dan berpikir kenapa Ibunya bisa tahan mendengar suara berisik itu.
“Sudah malam nak... ayo kita tidur dulu.” ibunya lalu berdiri dan berjalan ke tempat tidur karena dia sudah merasa mengantuk setelah lelah berada di rumah makan seharian.
“Hoaem...”
Orion merasa mengantuk dan dia pun mengikuti Ibu aja ke tempat tidur.
Putri Zoya langsung tertidur setelah berbaring di tempat tidurnya.
Semakin malam semakin terdengar suara-suara di luar sana begitu keras dan membuatnya terjaga. Sesekali dia melihat ibunya yang bisa tertidur pulas meskipun mendengar suara yang berisik sekali seperti itu.
Gadis itu mencoba memejamkan mata, namun dia tidak bisa tidur karena masih mendengar suara berisik di sekitarnya.
Untuk mengisi malamnya yang panjang dia pun mengambil setumpuk buku dan mulai membacanya satu persatu.
Dua jam kemudian setelah dia selesai membaca separuh buku dia pun mulai merasa ngantuk. Gadis itu lalu beranjak dari tempat duduknya dan kembali merebahkan badan di tempat tidurnya yang empuk.
Namun sial baru saja matanya terpejam selama 30 menit dia mulai mendengar suara berisik dari luar sana.
“Ah... berisik... !” ucap gadis itu lalu mengambil penutup telinga dan memakainya serta menumpuk bantal di atas mukanya untuk meredam suara yang masih terdengar.
__ADS_1
BERSAMBUNG...