Darah Campuran

Darah Campuran
Eps. 152 Orion Tertangkap


__ADS_3

Orion tak bisa membendung kesedihannya. Air matanya pecah saat dia sampai di rumah.


Orion merasa dunia hancur dengan kenyataan yang barusan dilihatnya. Gadis itu duduk di lantai di sudut kamarnya.


“Galen... kau pernah berjanji padaku. Tapi apa... jangankan menepati janji, kau saja tak ingat hubungan kita...” ucap gadis itu menatap lantai dan menundukkan kepala.


“Kau bilang amulet hanya bisa jatuh cinta pada satu wanita. Tapi apa... kau bahkan pertunangan dengan gadis itu...” gumam Orion lagi sambil mengepalkan tangan dan memukulkan nya ke lantai dengan keras.


“Lalu bagaimana denganku... apa seumur hidup aku akan sendiri...” gumamnya lagi dengan terbata-bata. Matanya tampak merah dan air mata mulai menitik dari sudut matanya.


Seharian penuh Orion menangis. Dia pun tertidur setelah lelah menangis.


Beberapa hari berlalu dan kabar mengenai pertunangan Galen dengan Putri Shirein tersebar ke seluruh penjuru negeri amulet.


Kabar itu akhirnya terdengar ke telinga Raja Diaz dan istrinya.


Suatu siang Raja Diaz kembali ke Villa jantung emas saat urusannya di istana bulan dingin sudah selesai.


“Rasanya lelah sekali. Aku ingin beristirahat.” gumamnya saat masuk ke rumah dan menuju ke kamarnya.


Di kamar dia melihat istrinya yang sedang merajut syal untuk nya agar bisa dipakai di musim dingin ini.


Lelaki itu berganti baju lalu duduk samping istrinya.


“Sayang apa kau sudah mendengar kabar tentang pertunangan Galen ?” tanya Raja Diaz.


Ratu Zoya berhenti merajut dan menatap suaminya dengan terkejut.


“Galen... bertunangan dengan siapa ?” tanya wanita itu menaruh rajutannya ke meja dan tak percaya pada apa yang diucapkan oleh suaminya.


“Putri Shirein dari istana Pasir Emas.” balas lelaki itu.

__ADS_1


“Bagaimana bisa hal itu terjadi ? Bukannya selama ini Galen dan Orion tak ada masalah ?”


“Hah... aku tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi. Tapi berdasarkan cerita Orion sebelumnya, Galen pasti meminum ramuan peluntur rasa, entah siapa yang memberikannya.” jelas lelaki itu panjang lebar sambil bulan nafas panjang berbuat apapun.


“Tapi sayang Orion tidak pernah cerita apapun padaku dan dia terlihat baik-baik saja.” ucap wanita itu yang masih tak percaya dan menjadi khawatir pada putrinya.


“Jika begitu Orion sekarang pasti...” Ratu Zoya berdiri lalu bergegas keluar dari kamarnya menuju ke kamar Orion bersama suaminya.


Kedua orang tua Orion berdiri di depan pintu kamar Orion dan segera membuka pintu kamar itu.


“kriek...”


“Orion sayang....” panggil ibunya saat sudah masuk di dalam dan mencari keberadaan gadis itu.


“Orion... kemana dia... ?” pekik Raja Diaz terkejut mendapati ruangan putrinya yang kosong.


“Sayang... bagaimana ini... ayo kita cari Orion.” ucap Ratu Zoya yang semakin khawatir dengan kondisi putrinya. Mereka berdua pun bergegas mencari Orion.


Gadis itu menatap kosong ke depan dan mulai berjalan masuk ke pantai.


“Galen kau sudah pergi selamanya dari hidupku... tak ada gunanya lagi aku hidup di dunia ini...” gumam Orion dengan wajah sedih.


“Jika kita tak bisa bersama di dunia ini, ku harap kita bisa bersama di dunia lain.” gumamnya lagi dan air mata mulai mengalir di pipinya.


Orion terus berjalan sampai ke tengah laut. Dia sama sekali tak mempedulikan dinginnya cuaca saat itu.


“blung...” Orion tak peduli pada dalamnya lautan dan dia terus maju hingga tubuhnya terbenam dalam lautan.


“blep... blep... blep...”


Orion memejamkan matanya di saat tubuhnya semakin jatuh ke dalamnya lautan yang tak bertepi.

__ADS_1


“Selamat tinggal ayah... ibu... maafkan aku...” batin Orion mengingat ayah dan ibunya dan tidak menyesali apa yang dia lakukan saat ini.


Orion mulai merasakan pandangannya semakin kabur dan nafasnya semakin sesak.


“greb...” seseorang datang menarik dan membawanya keluar dari lautan.


“Siapa...” tanya gadis itu dalam hati dan tak sadarkan diri sebelum dia melihat penyelamatnya.


Seorang lelaki berambut putih membawa tubuh Orion yang tak sadarkan diri pergi dari tempat itu dan menuju ke suatu tempat.


Beberapa saat kemudian Raja Diaz dan istrinya tiba di laut tempat Orion sebelumnya setelah mengikuti jejak aroma yang ditinggalkan olehnya.


“Orion... kau di mana, nak ? Keluarlah... ayah dan Ibu mengkhawatirkan dirimu !” teriak Ratu Zoya memanggil nama Orion dan mencarinya di sekitar laut.


Kedua orang tua Orion itu menyesal untuk mencari putrinya, namun tetap tidak menemukannya.


“Jejak Orion hilang di sini... mungkinkah dia tenggelam ke dasar lautan ?” tanya Raja Diaz pada istrinya dan tanpa meminta persetujuan dia pun langsung mencampurkan dirinya ke dalam untuk mencari Orion.


Tak lama kemudian Raja Diaz muncul kembali dari dasar laut dengan tangan kosong. Tiba-tiba lelaki itu mencium aroma amulet di udara yang belum pernah diketahuinya selama ini meskipun aroma itu hanya samar tercium.


“Sayang... aku mencium aroma amulet yang belum pernah aku kenal. Apa jangan-jangan Orion di culik oleh amulet itu ?” tanya Raja Diaz menghampiri istrinya di tepi laut.


Wanita itu semakin khawatir mendengar perkataan suaminya.


“Sayang lalu di mana kita harus mencari Orion ? Dan siapa yang menculiknya ?” tanya wanita itu cemas dan tubuhnya gemetar.


“Jangan cemas, tenangkan dirimu dan ikuti aku.” ucap Raja Diaz mengajak istrinya untuk mengikuti jejak aroma yang masih samar tercium.


Mereka berdua lalu malas apa yang cepat di udara mengikuti jejak aroma yang sama tercium,namun sayang jejak itu hilang di tengah jalan.


BERSAMBUNG....

__ADS_1


__ADS_2