
Galen hanya mengikuti saja ayahnya masuk ke ruangan. Dia terkejut saat melihat ada seorang gadis di sana.
“Bukankah dia gadis yang pernah kutemui di perjamuan istana kapan lalu ? Kenapa dia ada disini... siapa dia?” batinnya saat masuk dan melihat ada seorang gadis yang duduk di kursi di dekat pintu.
“Galen ayo duduk bersama ayah...” ajak Raja Edwin setelah duduk di kursi. Galen hanya mengangguk dan ikut duduk di sebelah ayahnya.
Gadis yang duduk di depan Galen tersenyum melihatnya setelah duduk.
“Galen.... ini Putri Shirein dari istana Pasir Emas.” ucap Raja Edwin memperkenalkan gadis cantik itu padanya.
“Salam Pangeran Galen...” ucap Gadis itu memberi salam pada Galen.
“Salam Putri Shirein... ada perlu apa bertemu denganku...?” tanyanya tiba-tiba karena merasa tak ada urusan dengan gadis yang baru di kenalnya itu.
“Oh tidak... aku tidak ada urusan dengan mu Pangeran Galen. Aku hanya berkunjung ke sini setelah berkunjung dari istana Bunga Perak.” jawab Shirein beralasan padahal sebenarnya memang dia sengaja ke sana untuk bertemu dengannya.
Galen hanya tersenyum menatap nya dan kembali diam tanpa ada pikiran apapun pada sang putri.
Raja Edwin melihat Galen yang tidak bersikap keras seperti biasanya saat bertemu dengan gadis lain mengira jika ramuan peluntur rasa yang telah diminum oleh Galen sudah bekerja.
“Apa itu pengaruhnya setelah meminum ramuan dari dokter kerajaan ?” batinnya yang merasa senang dan tersenyum dalam hati.
“Lebih baik ku tinggalkan mereka berdua untuk memberikan privasi pada mereka.” batin Raja Edwin lagi menatap kedua orang itu bergantian.
“Ehm... Galen tolong temani Putri Shirein sebentar. Ayah masih ada sedikit urusan yang harus segera ku selesaikan. Nanti aku akan kembali ke sini lagi.” ucap Raja Edwin beralasan lalu berdiri dari tempat duduk dan berjalan menuju ke pintu keluar sambil menoleh ke Putri Shirein.
__ADS_1
“Putri Shirein... maaf aku tak bisa menemanimu karena masih ada urusan mendadak. Tak apa kan jika Galen yang menemanimu saat ini... ?” tanya Raja Edwin menatap Putri Shirein dengan kode mata.
“Baik Raja Edwin... silahkan melanjutkan tugas Yang Mulia Raja dulu, tak masalah jika Pangeran Galen menemaniku dulu.” jawabnya sambil tersenyum.
Di ruangan saat ini hanya tinggal mereka berdua. Putri Shirein tampak gugup dan canggung karena Galen hanya diam selama beberapa waktu. Dia pun mengambil segelas air minumnya dihidangkan di meja untuk nya oleh pelayan.
“Pangeran Galen... silahkan di minum...” ucap Putri Shirein mempersilahkan tuan rumah untuk mengikutinya minum.
“Ya tentu saja...” jawab Galen singkat. Dia lalu mengambil gelas yang ada di depannya dan menghabiskan semua isinya karena sebelumnya merasa gerah.
Putri Shirein tampak senang dan Tersenyum Dalam hati saat melihat galeri menghabiskan minuman itu.
Flash back
Putri Shirein mengeluarkan ramuan pemikat yang telah disiapkan sebelumnya saat melihat Raja Edwin keluar ruangan untuk memanggil Galen.
Putri Shirein mendengar suara derap langkah yang yang akan masuk ke ruangan itu dan dia pun segera menyembunyikan botol kosong tadi kedalam saku baju kemudian duduk dengan tenang seolah tak terjadi apa-apa.
Kembali ke masa sekarang.
Sepuluh menit kemudian Galen tiba-tiba merasa pandangannya kabur tanpa sebab dan sedikit pusing. Dia pun menyandarkan kepalanya yang terasa berat ke kursi sambil menatap kedepan.
“Maaf Putri Shirein... tiba-tiba aku merasa badanku tidak enak dan kepalaku pusing.” ucap Galen sambil memegang kepalanya yang semakin terasa pusing.
Putri Shirein senyum kecil karena tahu jika ramuan pemikat darinya sudah bereaksi.
__ADS_1
“Sepertinya aku harus menarik perhatiannya agar dia selalu teringat padaku.” batin gadis itu sambil berpikir dan mencari sebuah solusi.
Putri Shirein tiba-tiba berdiri dan menghampiri Galen. Gadis itu ada di belakang Galen.
“Pangeran Galen... maaf jika aku tidak sopan. Biar aku membantu mu menghilangkan rasa pusing mu. Aku tahu tahu sedikit ilmu pemijatan.” ucapnya dan tanpa menunggu persetujuan dari Galen, dia pun menyentuh bahu lelaki itu dan mulai memijatnya dengan pelan selama beberapa saat.
Galen merasakan pusingnya sedikit reda setelah mendapatkan pijatan di sekitar bahu dan area kepala.
“Putri Shirein terima kasih... ku rasa sudah cukup pijatannya. Karena rasa pusing ku sudah berkurang.” ucap Galen saat gadis itu mencoba memijit punggungnya.
“Oh... syukurlah jika pijatan ku bisa meredakan rasa pusing yang pangeran derita.” jawabnya lalu kembali ke tempat duduknya semula.
Galen menatap Putri Shireen yang duduk di depannya. Dia pun sedikit merasa kagum pada gadis itu setelah mendapatkan pijatan lembut darinya.
Tak lama kemudian Raja Edwin kembali ke ruangan itu. Saat duduk dia melihat pada Galen dan melihat mata Galen sedikit merah yang berarti dia baru saja meminum sebuah ramuan. Dan dia yakin Putri Shirein memberi Galen sebuah ramuan, namun dia tak mau mengusutnya dan malah semakin senang karena hal itu.
Tak beberapa lama kemudian Putri Shirein berpamitan pada mereka berdua.
Entah kenapa Galen seolah tersihir dan ikut mengantar Putri Shirein ke depan bersama ayahnya.
Setelah gadis itu pergi dari istana Cawan Suci, Galen berjalan masuk ke kamarnya kembali.
“buk...” dia merebahkan badannya di tempat tidur. Entah kenapa dia tiba-tiba teringat pada Putri Shirein. Dia jadi memikirkan gadis itu karena teringat pada senyum nya, tuturnya yang lembut juga parasnya yang menawan.
“Kenapa aku jadi teringat pada Putri Shirein terus... ?” gumam Galen yang menatap langit-langit dikamar nya sambil membayangkan gadis itu.
__ADS_1
Galen merasa ngantuk sekali dan dia pun tertidur setelahnya. Dalam tidurnya dia pun sampai memimpikan Putri Shirein lagi.
BERSAMBUNG....