
Pagi hari berikutnya, keempat utusan perwakilan dari masing-masing kerajaan berkumpul di istana Kerajaan Bulan Dingin.
Empat orang tampak berjalan dan berhenti di depan pintu gerbang istana.
Penjaga pintu gerbang yang mengetahui bahwa empat orang itu adalah utusan yang dipanggil oleh pengawal khusus kerajaan langsung membukakan jalan dan mengizinkan mereka masuk setelah melapor pada Bruno.
“Silahkan ikuti, lewat sini.” ucap pengawal lain yang datang menjemput keempat orang itu dan dan mengajaknya masuk ke dalam ke ruangan tempat di mana rapat biasanya berlangsung.
Setelah melewati beberapa ruangan, akhirnya pengawal itu berhenti di suatu ruangan yang besar dimana disitu terdapat banyak kursi berjumlah sekitar seratus bangku yang tertata rapi menghadap ke utara.
“Silahkan ditunggu dulu...” ucapan awal itu mempersilahkan mereka untuk menunggu lalu segera pergi dari tempat itu dan masuk ke ruangan pengawal Bruno.
Keempat orang itu kemudian duduk menghadap ke utara sambil menunggu kedatangan pengawal khusus kerajaan.
“tok... tok... tuan Bruno keempat perwakilan dari kerajaan sudah hadir dan menunggu tuan di aula bulan kembar.” ucap pengawal itu menyampaikan kedatangan empat orang tamunya di luar pintu ruangan pengawal khusus.
“Pergilah... aku akan segera ke sana.” ucapnya dari balik pintu.
Pengawal itupun pergi dari sana lalu kembali melanjutkan tugasnya.
Tak beberapa lama kemudian, Pengawal Bruno keluar dan bergegas menuju ke aula Bulan Kembar.
“Selamat pagi semuanya...” ucapnya menyapa keempat orang yang merupakan perwakilan dari empat istana.
“Pagi tuan Bruno....” jawab keempat orang yang ada di ruangan itu secara serempak.
Bruno lalu segera duduk di tempatnya untuk memulai diskusi. Sebelum memulai diskusi, dia membaca catatan yang ditinggalkan oleh anak buah jadi meja untuknya.
“Baik... aku hanya ingin mengenal para anggota tim yang ada di sini sebelum masuk ke diskusi.” ucapnya membaca secarik kertas sambil menatap ke arah empat orang lainnya yang ada di aula itu.
“Utusan dari Kerajaan Bintang Kehidupan... tuan Krish...” ucapnya membaca dan memanggil nama yang tertulis. Lalu tuan Krish berdiri dan memperkenalkan dirinya pada yang Lainnya.
__ADS_1
“Utusan dari Kerajaan Pasir Besi... tuan Danie.” ucapnya membaca dan memanggil nama yang tertulis. Lalu tuan Dani berdiri dan memperkenalkan dirinya pada yang lainnya.
“Utusan dari Kerajaan Angin Timur tuan Ervin.” ucapnya membaca dan memanggil nama yang tertulis. Lalu tuan Ervin berdiri dan memperkenalkan dirinya pada yang lainnya.
“Utusan dari Kerajaan Cawan Suci Pangeran Galen.” ucapnya membaca dan memanggil nama yang tertulis. Lalu pangeran Galen berdiri dan memperkenalkan dirinya pada yang lainnya.
Keempat orang yang ada di aula itu termasuk Pengawal Bruno merasa terkejut dengan utusan yang ditunjuk oleh istana Cawan Suci. Ketiga utusan dari tiga istana lainnya merupakan perwakilan dari lembaga penegak hukum kerajaan, namun kenapa Istana Cawan Suci malah mengirimkan langsung pangerannya sendiri ?
Ketiga orang lainnya masih menatap Pangeran Galen yang ada di sana.
Sedangkan pangeran Galen hanya bisa menggenggam erat tangannya dengan kesal setelah mengetahui tiga utusan dari istana lainnya yang dikirim merupakan anggota dari penegak kerajaan setempat.
“Sialan... ayah benar-benar mempermalukan diriku kali ini. Aku benar-benar merasa terhina berada di sini bersama dengan mereka sekarang.” batinnya membalas tatapan tiga anggota lainnya yang masih menatap dirinya.
“Ehm... ehm... baiklah kita mulai diskusinya sekarang.” ucap Pengawal itu Bruno berdehem saat melihat suasana di aula itu yang tegang.
“Atas perintah langsung dari Raja Netra aku meneruskan titah dari beliau untuk membentuk tim khusus yang akan membantu kerajaan bulan dingin melakukan penyelidikan pada dua orang penyusup yang sempat memasuki istana beberapa hari yang lalu.” ucapnya menjelaskan tujuan utama dari diadakannya diskusi kali ini pada empat anggota yang ada di sana.
Melihat keempat anggota yang ada di sana tampak berpikir, pengawal Bruno melanjutkan ucapannya.
“Penyusup yang harus kita selidiki kali ini bukanlah penyusup biasa melainkan adalah seorang werewolf dan salah satunya di duga sebagai saxion.” ucapnya menjelaskan lagi.
Ucapan dari pengawal Bruno membuat keempat anggota yang ada di sana yang semula diam menjadi terkejut.
“Baiklah kita bisa mulai diskusinya sekarang. Apakah ada saran dari para anggota tim di sini mengenai rencana atau langkah pertama yang harus kita ambil dalam penyelidikan kali ini ?” tanya pengawal Bruno pada keempat anggota tim diskusi di ruangan.
Sekarang keempat anggota tim khusus yang dibentuk Itu tampak berdiskusi dan dan membahas rencana apa saja yang akan mereka lakukan dalam penyelidikan kali ini.
Tiga wakil dari istana lainnya tampak berdiskusi, sedangkan Pangeran Galen hanya diam saja selama diskusi berlangsung. hanya sesekali saja dia menyuarakan pendapatnya karena sebenarnya dia terpaksa bergabung dengan tim itu.
“Tuan Bruno... aku menyarankan penyelidikan ini segera dilakukan hari ini juga. Tak perlu empat orang sekaligus untuk menyelidiki ini. Cukup satu orang saja perwakilan dari kami yang bergerak sedangkan sisanya mendukung dan membantu bila diperlukan.” ucap Krish utusan dari Istana Bintang Kehidupan menyampaikan masukannya.
__ADS_1
“Kalau perlu kita harus menyamar dan membaur dengan mereka agar tidak ketahuan saat melakukan penyelidikan.” tambah Danie utusan dari Pasir Besi.
Pangeran Galen hanya melihat Ketiga orang itu saling mengajukan usulan, sedangkan dirinya sama sekali tak punya usulan.
“Memang orang tua jadi ya seperti itulah mereka jika menangani suatu masalah.” batinnya melihat ketiga lelaki yang usianya lebih tua dari dirinya, dua puluh tahun lebih tua dari usianya saat ini yang baru 24 tahun.
Pengawal Bruno tampak menampung saran dan usulan dari anggota tim khusus yang di bentuknya. Melihat Pangeran Galen yang diam, dia pun angkat bicara.
“Pangeran Galen apa ada usulan dari mu?” tanyanya menatap pemuda yang tampak memisahkan diri dari tiga anggota tim lainnya.
“Ehm... belum ada tuan Bruno. Aku setuju pada usulan anggota lainnya yang menurut ku itu sudah bagus.” jawabnya asal karena mendadak mendapatkan pertanyaan dan membuatnya harus berpikir cepat, sementara dia sedang malas berpikir.
“Baik kalau begitu misi ini akan dijalankan mulai besok. Dan kita perlu menunjuk satu perwakilan yang akan menyelidiki langsung di tempat kejadian. Kira-kira siapa yang akan terjun langsung ke lapangan ?” tanya Bruno pada keempat anggota tim yang ada di Aula Bulan Kembar.
Keempat anggota tim tampak berpikir. Ketiga orang itu Saling pandang lalu mereka bertiga menatap ke Pangeran Galen.
Sang pangeran yang mendapat tatapan dari ketiga anggota tim lainnya merasa tidak nyaman.
“Tolong jangan tunjuk aku sebagai perwakilan yang bertugas di lapangan.” ucapnya seolah bisa membaca pikiran ketiga orang tua itu.
Pengawal Bruno melihat mereka berempat dan memutuskan setelah berpikir.
“Aku setuju sekali Jika Pangeran Galen yang langsung menjadi penyelidik di tempat kejadian.” ucapnya setelah mempertimbangkan dari berbagai aspek dan segi bahwa pangeran Galen lah yang cocok mengemban misi ini. Karena dia yang paling muda dari yang lainnya dan pasti dia juga punya segudang ide dan jiwa anak muda.
“Tuan Bruno... aku keberatan.” ucapnya menolak putusan itu.
“Ini adalah hasil dari kesepakatan pangeran, dan kau tidak bisa menolaknya. Kau memang cocok mengemban tugas ini.” ucapnya singkat dan jelas yang membuat sang pangeran tak bisa mengelak dan menolak lagi.
Pangeran Galen pun akhirnya menerima keputusan itu dengan terpaksa.
BERSAMBUNG....
__ADS_1