
Beberapa saat kemudian setelah melewati hutan belantara yang panjang, sampailah mereka di negeri anubis tepatnya di wilayah kerajaan Samudera Dewata.
Pangeran Diaz berjalan saat melintasi wilayah itu dan sempat berhenti.
“Ayah... bukankah ini istana negeri anubis, kenapa ayah berhenti di sini ?” tanya Orion yang ikut berjalan dan mencium aroma kuat anubis dari istana itu.
“Di sana adalah tempat ibu mu di lahirkan. Sayang sekali kita sedang buru-buru saat ini. Jika tidak kita akan mampir ke sana sebentar.”
Orion tampak terkejut setelah mendengar ucapan ayahnya.
“Jadi kakek dan nenek tinggal di sana ?” tanyanya penasaran sambil melihat istana yang megah itu.
Pangeran Diaz mengangguk dan kembali bicara.
“Kakek dan nenekmu sangat merindukanmu dan juga ibumu.” ucapnya pada Orion sambil tersenyum.
“Seperti apa kakek dan nenekku ayah ?” tanya Orion yang penasaran pada sosok kakek dan neneknya.
“Kapanlah ayah akan mengajakmu jadi ke ibumu ke sana...” balasnya dan Orion hanya mengangguk.
Saat mereka berjalan dan berada sudah jauh dari istana Samudra Dewata, mereka kembali melompat ke udara dan melesat dengan cepat menuju ke Istana Bulan Dingin.
Tak beberapa lama kemudian Pangeran Diaz dan Orion tiba di negeri amulet setelah melewati sebuah hutan belantara lagi yang luas.
“Salam Pangeran Diaz...” para pengawal menyambut kedatangan Pangeran Diaz. Dan seperti biasa lagi itu hanya Melambaikan tangannya sembari tersenyum pada mereka semua dan terus berjalan masuk menuju ke istana.
“Kenapa diam saja... ayo kita masuk.” ucap Pangeran Diaz mengajak Orion yang masih berdiri di luar istana dan terus memandangi bangunan megah di depannya.
“Ya ayah...” jawabnya.
Meskipun Orion masih merasakan sedikit trauma berada di negeri amulet setelah apa yang dulu pernah dia alami, namun dia tetap memaksakan langkah kakinya yang berat berjalan masuk mengikuti ayahnya.
Beberapa saat kemudian mereka berdua tiba di kamar Raja Netra.
“Kau sudah kembali nak ?” tanya Ratu Bonita pada Pangeran Diaz. wanita itu kemudian menghampirinya.
“Kau adalah...” ucap Ratu Bonita saat menatap Orion.
“Sejak kapan kau menemukan putri mu... jadi kau juga sudah bertemu dengan istri mu ?” tanya Ratu Bonita yang tampak terkejut pada Pangeran Diaz.
“Ceritanya panjang ibu... nanti akan ku jelaskan...” balas Pangeran Diaz menatap ibunya.
Orion tampak memundurkan langkahnya dan berdiri di belakang ayahnya.
“Orion... tak apa... ini Ratu Bonita, nenek mu.” ucap Pangeran Diaz sambil bergeser agar Ibunya bisa melihat Orion.
“Kau sudah sebesar ini sekarang... padahal dulu kau masih sangat kecil sekali saat berada di sini.” ujar Ratu Bonita lagi mendekati Orion.
__ADS_1
“Ya... Ratu... Bonita...” jawabnya sambil tersenyum dan masih menatapnya dengan takut.
“Bagaimana keadaan ayah... ?” tanya Pangeran Diaz pada adiknya yang ikut menyambut kedatangan kakaknya.
"Belum ada perkembangan, kak...” jawab Pangeran Asoka menoleh sebentar pada Raja Netra lalu menatap Pangeran Diaz dan Orion.
“Asoka... ini Orion putri ku...” ucapnya pada Pangeran Asoka.
“Orion... ini adik ayah, Pangeran Asoka.” jelas lelaki itu padanya.
“Salam Pangeran Asoka...” ucapnya sambil menatap lelaki itu dengan rasa takut. Dan lelaki itu hanya tersenyum saja pada Orion.
Dokter kerajaan segera memanggil Pangeran Diaz begitu melihatnya masuk ke ruangan itu.
“Pangeran Diaz... apa sudah membawa yang ku katakan sebelumnya ?” tanyanya menoleh ke belakang.
“Ya... sudah dokter kerajaan...” jawab Pangeran Diaz sambil menatap Orion.
“Orion... ayo kita lihat kakek dulu.” ajaknya.
Orion mengikuti ayahnya berjalan menghampiri seorang lelaki tua yang terbaring di tempat tidur.
“Ini Raja Netra... kakek mu nak...” ucap Pangeran Diaz menjelaskan padanya dan Orion hanya mengangguk saja.
“Bagaimana jika kita memulai pengobatan nya sekarang Pangeran Diaz ?” tanya dokter kerajaan pada Pangeran Diaz.
“Sayang... apa Kau sudah siap untuk menyelamatkan kakek mu ?” tanya nya pada Orion.
“Ya ayah... kapan pun Ayah minta aku siap.” jawabnya sambil mengangguk.
“Tolong kemarilah...” ucap dokter kerajaan memanggil Orion. Dan gadis itu menghampiri dokter kerajaan.
Tampak raut muka Orion yang ketakutan saat melihat dokter kerajaan yang mengambil sebuah pisau bedah dan memegang tangannya.
“Tenang saja... dokter takkan menyakitimu, nak.” ucap Pangeran Diaz pada Orion. Dan gadis itu mengangguk lalu memejamkan matanya.
Ratu Bonita dan Pangeran Asoka kembali menghampiri Raja Netra dan berdiri di belakang Orion untuk melihat proses pengobatan Raja Netra.
Dokter kerajaan membawa tangan Orion di atas lengan Raja Netra yang terluka. Lelaki itu kemudian bergerak dengan cepat menggunakan pisau bedahnya untuk membuat sayatan di tangan Orion.
“Hiss...” Orion menahan rasa perih di tangannya saat darahnya mulai menetes.
“cess...” lima tetes darah Orion mengalir di atas luka Raja Netra. Tampak keluar asap dari luka sang raja saat darah dari Orion sudah meresap kedalam lukanya.
Setelah meneteskan darah pada luka Raja Netra dokter kerajaan segera membalut luka di tangan Orion.
“Bagaimana keadaan suami ku dokter kerajaan ?” tanya Ratu Bonita yang masih sangat mencemaskan keadaan suaminya karena belum terlihat tanda-tanda suaminya siuman.
__ADS_1
“Kita tunggu beberapa saat lagi Ratu Bonita. Semoga saja darah ini benar-benar menolong Raja Netra.” balasnya menatap Ratu Bonita.
Tak lama kemudian asap panas yang keluar dari luka Raja Netra menghilang dan tampak luka yang tadi terbuka kini sudah menutup. Tubuh Raja Netra pun berangsur-angsur tampak segar, tak lagi pucat.
“Kalian semua...” ucap Raja Netra saat siuman dan membuka mata, mendapati ada banyak orang yang mengelilinginya.
“Sayang... akhirnya kau sadar juga...” ucap Ratu Bonita bergeser sambil tersenyum lebar.
Raja sentra menatap satu persatu anggota keluarga yang ada di sana dan mendapati seorang gadis yang tak di kenalnya berada di dekatnya.
“Kau siapa...” tanya Raja Netra menatap menatap Gadis cantik yang mempunyai paras mirip dengan pangeran Diaz.
“Ayah...ini Orion...” jelas Pangeran Diaz merangkul putrinya.
“Putri mu...Orion... ?” balasnya terkejut melihat gadis itu dan bertanya-tanya Kenapa dia ada di sana.
“Sayang... berkat Orion kau bisa selamat.” ucap Ratu Bonita menjelaskan pada suaminya agar tak salah paham karena ia tahu jiak suaminya membenci gadis itu sebelumnya.
“Untung saja darahnya bekerja dan bisa membuat Raja Netra tersadar. Darah gadis ini yang benar-benar spesial.” ucap dokter kerajaan pada Raja Netra.
“Jadi... aku selamat karena mendapatkan darah dari saxion, yang selama ini ingin aku pisahkan dari Diaz...” batinnya shock setelah mengetahui fakta sebenarnya.
“Bagaimana keadaan kakek... ehm... maksud ku Raja Netra sekarang ?” tanya Orion pada lelaki itu.
Raja Netra hanya diam tak menjawab pertanyaan dari Orion dan bahkan mengalihkan pandangan pada yang lainnya.
Orion yang merasa kakeknya tak menjawab pertanyaannya merasa jika dirinya memang tidak diterima di sana kembali terdiam dan tak berucap sepatah kata pun, lalu bergeser menghampiri ayahnya.
“Syukurlah Ayah sudah selamat...” ucap Pangeran Diaz pada ayahnya sambil tersenyum lebar dan beralih menatap Orion.
“Terima kasih nak sudah membantu kesembuhan kakek mu.” ucapnya menatap lembut.
Raja Netra masih tidak bisa menerima jika dirinya selamat berkat darah cucunya.
“Dokter kerajaan tolong bersihkan tubuhku dari darah kotor yang barusan mengalir dari tubuhku !” ucapnya tiba-tiba dan membuat semua yang ada di sana terkejut mendengarnya terlebih Orion.
Gadis itu merasa tak dihargai sama sekali dan tak di anggap oleh kakeknya sendiri.
Tanpa dia sadari, buliran bening menetes dari kedua pelupuk matanya. Tanpa meminta izin pada siapapun yang ada di sana orang yang berlari sekencang nya keluar dari ruangan itu menuju ke luar.
BERSAMBUNG....
**************************************
Para pembaca sekalian tolong dukung karya lain dari penulis yang berjudul "Pembalasan Sang Penakhluk" yang juga mengikuti event lomba.. Terimakasih atas dukungannya selama ini... ☺️☺️
Salam... 🙏🙏
__ADS_1