
Dua pengawal memasuki istana dan menghadap pada Raja mereka. Tampak sang Raja duduk di kursi singgasana yang megah.
Melihat ada dua pengawal yang masuk ke istana dia pun jadi ingin bertanya.
“Pengawal ada apa kalian berdua kemari ?” tanya sang raja saat dua pengawal itu menghadap dirinya.
“Ampun yang mulia Raja... kami kemari ingin menyampaikan sesuatu yang penting pada Raja.” jawab salah satu pengawal.
Dua pengawal itu kini membungkuk memberi hormat di hadapan Raja mereka.
“Cepat katakan masalah apa yang ingin kalian laporkan padaku ?” tanya balik sang raja pada dua pengawal yang terlihat saling menatap karena takut menyampaikan perihal tadi.
“Katakan sekarang....” desak pengawal yang lain menatap pengawal di sebelahnya.
“Ampun beribu-ribu ampun yang Mulia Raja Netra. Di luar saat kami berjaga di luar, kami menemukan jejak aroma penyusup.” ucap pengawal itu dengan takut-takut menatap rajanya.
Raja pun terkejut dan seketika menjadi murka setelah mendengar pernyataan laporan yang barusan diucapkan oleh pengawalnya.
“Penyusup kata mu... ? Lalu apa kalian berhasil menangkap penyusup itu ?” tanyanya masih dengan emosi yang membuncah.
Raja Netra berdiri dan turun dari kursi singgasananya menatap tajam ke dua pengawalnya yang masih diam di hadapannya.
“Ampun Yang Mulia Raja Netra ... kami sudah berusaha sebisa kami dan mengejar jejak penyusup itu namun kami kehilangan jejak di tengah jalan.” jawab salah satu pengawal.
Kedua pengawal itu tampak semakin takut dan sudah bersiap menerima hukuman dari raja.
“Brak... !” Raja Netra menggebrak meja keras setelah pengawal itu gagal menangkap penyusup yang mau masuk ke istana.
“Bagaimana kerja kalian bisa tidak becus begitu ? Mengejar penyusup saja tidak bisa ?!” ucap Raja Netra yang masih emosi.
__ADS_1
“Ampun... maafkan kami Raja Netra ...” jawab dua pengawal itu serempak.
“Lalu apa kalian punya petunjuk siapa penyusup itu ?” tanyanya menyelidik.
“Ampun raja.... dari jejak aroma yang tertinggal kami bisa mengetahui itu adalah jejak amulet dan juga werewolf.” jelas salah satu pengawal.
Raja Netra tampak semakin marah saat mendengar penyusup itu adalah amulet dan werewolf.
“Baik laporan kalian ku terima. Karena gagal menangkap penyusup, hukuman kalian adalah menjaga pintu gerbang 24 jam penuh selama satu minggu ini !!” ucap sang raja pada dua pengawalnya itu dan memberinya hukuman yang setimpal.
“Baik Yang Mulia... terima kasih atas kemurahan hatinya.” jawab kedua pengawal itu bersamaan dengan memberi hormat. Setelah itu mereka segera keluar dari istana dan kembali bertugas.
Raja Netra nampak duduk kembali dan memanggil pengawal kepercayaannya.
“Bruno... coba sekarang kau periksa di luar. Apakah yang dilaporkan oleh dua pengawal dari benar ?” tanya sang raja pada pengawal pribadi istana yang berdiri di sana.
“Baik Yang Mulia Raja Netra... perintah dari raja akan segera aku laksanakan.” jawabnya.
Pengawal khusus itu menuju ke lokasi yang ditunjuk oleh dua pengawal yang jadi melapor. di sana dia samar mencium aroma Werewolf dan amulet.
“Aroma ini... Saxion ?” gumamnya saat memeriksa sedikit aroma tipis yang masih tersisa di lokasi.
Pengawal yang merasa ragu dengan apa yang di ditemukannya itu kembali memeriksa ulang apakah itu benar aroma dari Saxion.
“Aku yakin ini bukanlah aroma amulet murni dan amulet non-murni. Ini benar aroma saxion.” gumamnya lagi setelah yakin pada apa yang diperiksanya.
Pengawal khusus itu pun segera berbalik dan masuk kembali ke istana kerajaan.
“Yang Mulia Raja Netra setelah melakukan pemeriksaan memang benar aroma penyusup itu adalah werewolf dan satunya lagi aroma dari jenis saxion.” ucap pengawal khusus itu pada sang raja sambil memberi hormat.
__ADS_1
“Saxion...” pikiran sang raja melayang pada cucunya yang merupakan keturunan campuran dari manusia dan vampir murni.
“Apakah itu benar putrinya Pangeran Diaz atau adakah keturunan saxion lainnya yang tidak aku ketahui ? Apa tujuannya datang kemari ? Lalu werewolf itu... apa dia mau cari masalah dangan pihak istana lagi?” batin sang raja menebak-nebak.
Pengawal khusus Itu tampak diam menunggu keputusan selanjutnya yang diberikan oleh Raja Netra.
“Bagaimana menurutmu Bruno apakah sebaiknya aku laporkan saja pada Dewan Konstitusi Vampir atau kita tangani masalah ini ?” tanya sang raja meminta pertimbangan dari pengawal pribadinya karena merasa ragu pada keputusan yang akan diambilnya.
Pengawal pribadi raja pun memikirkan saran yang tepat sebelum berbicara.
“Raja Netra... menurut pertimbangan ku sebaiknya masalah ini kita urusi saja sendiri. Tidak perlu sampai melapor ke Dewan Konstitusi Vampir. Karena hal ini menyangkut keamanan istana kerajaan ini. alangkah baiknya jika masalah ini tidak menjadi konsumsi publik.” jawab sang pengawal khusus setelah memikirkan solusi yang tepat untuk masalah yang terjadi saat itu.
Raja Netra tampak diam dan termenung mendengar usulan dari pengawal pribadinya itu. Dia menimbang-nimbang saran dari pengawal itu.
“Jika menurutmu begitu maka aku serahkan urusan ini padamu. Bentuklah satu tim yang bertugas untuk menyelesaikan masalah ini. Laporkan segera perkembangan kasus ini padaku secepatnya. Agar aku bisa segera mengambil tindakan.” ucap Raja Netra memberikan perintah pada pasukan khususnya itu.
“Baik Yang Mulia Raja Netra. Aku akan segera melaksanakan perintah dari yang mulia raja dan segera membentuk tim untuk mengusut dan menyelidiki masalah ini sampai tuntas.” jawab pengawal pribadi itu sambil memberi hormat kemudian pergi meninggalkan istana itu.
Pengawal khusus itu masuk ke ruangannya dan dia duduk sejenak untuk berpikir menetapkan Siapa saja yang akan bergabung dalam tim khusus yang dibentuk nya itu.
“Ya... lebih baik aku membentuk tim dengan para pejabat penegak hukum kerajaan lainnya saja.” ucap pengawal khusus itu setelah mendapatkan ide dan memutuskan siapa saja yang akan diajaknya bergabung dalam satu tim kemudian menuliskannya pada sebuah kertas.
Diluar setelah menetapkan siapa saja yang akan tergabung dalam satu tim, pasukan khusus itu memanggil anak buahnya untuk memanggil orang-orang yang telah di tetapkannya menjadi tim khusus dan memberikan daftar nama tim khusus itu pada anak buahnya.
Pengawal aku berikan tugas ini pada kalian. Cepat kumpulkan semua orang yang ada dalam daftar nama yang kau pegang itu.” ucap Bruno pada anak bua yang dipercayainya.
Pengawal itu menerima catatan dari tangan pengawal khusus kerajaan, Bruno itu lalu membaca semua nama yang tertulis di sana. Setelah itu mereka bergerak sesuai dengan perintah yang diberikan padanya.
“Baik tuan Bruno... kami akan segera mengumpulkan mereka semua.” jawab pengawal yang ditugaskan oleh Bruno.
__ADS_1
Pengawal yang ditugaskan oleh Bruno tadi keluar dari istana dan menyampaikan perintah pada dua pengawal lainnya. Dan sekarang mereka semua bergerak mencari serta mengumpulkan orang-orang yang ada di daftar nama.
BERSAMBUNG....