Darah Campuran

Darah Campuran
Eps. 96 Kuda Gila


__ADS_3

Orion berlari meninggalkan Galen sendiri. Dia berjalan menerobos keramaian menuju ke kelasnya. Galen terus saja mengejarnya.


“Orion tunggu aku... !” teriak Galen yang terus berusaha mengejar Orion namun tulis itu hanya menoleh dan mempercepat langkahnya untuk menghindarinya.


Di di tengah jalan Ariel yang berjalan melewati keramaian melihat sesosok Orion yang berlari.


“Apa benar itu tadi Orion ?” batinnya tidak yakin lalu melihatnya untuk memastikan, dan ternyata memang gadis itu.


“Orion... kenapa kau berlari seperti itu ? dan di mana Galen ?” batin Ariel lagi saat melihat jalan tak ada di sisinya. Dia lalu menoleh ke kanan. Di sana dia melihat galon yang sedang berjalan sendiri dengan lesu.


“Itu Galen... kenapa dia tidak bersama Orion ?” batin Ariel yang melihat lelaki itu berwajah muram. Sebelum Galen berjalan mendekat ke arahnya, dia pun kembali berjalan dan mengejar Orion.


“greb...” Ariel meraih bahu Orion yang membuat gadis itu berhenti dan berbalik.


Orion yang mengira lelaki yang barusan menariknya adalah Galen terlihat akan marah karena lagi itu keras kepala sekali. Namun dia tak jadi marah setelah mengetahui jika yang menariknya adalah Ariel.


“Ariel... Hah... ku kira siapa ?” tanya jawab Orion dengan wajah terkejut.


“Lama tak bertemu denganmu bagaimana kabarmu ?” tanyanya sambil berjalan di sebelah Orion.


“Seperti yang kau lihat aku baik-baik saja.” balas Orion sambil tersenyum pada Ariel.


“Aku tidak melihat mu bersama Galen kali ini. Apa kau ada masalah dengan nya ?” tanya Ariel lagi ingin tahu ada apa di antara mereka berdua. Orion mencoba menyembunyikan masalah mereka berdua dari Ariel dengan kembali melempar senyum padanya.


“Ada masalah apa di antara kalian berdua ?” tanya Ariel kembali bertanya setelah melihat reaksi Orion dan yakin jika mereka berdua sedang ada masalah.


Galen kembali mengejar Orion dan berhenti mengejarnya setelah melihat ada Ariel yang berjalan di samping kekasihnya itu.


“Sudahlah... aku akan membiarkanmu pergi bersama serigala itu. Mungkin kau butuh teman lain yang bisa kau ajak bicara.”gumamnya lalu berhenti dan memutar arah menuju ke kelasnya berjalan dengan berat hati.

__ADS_1


Kembali ke Orion dan Ariel yang sekarang duduk di sebuah kursi panjang di koridor menuju ke kelasnya.


“Katakan pada ku apakah lelaki itu menyakitimu ?” tanya Ariel yang mengira jika Galen melakukan kekerasan fisik pada Orion. Namun gadis Itu tampak menggeleng kemudian menatap Ariel dengan menghela nafas berat.


“Ariel... aku sudah tahu siapa Galen sebenarnya. Aku tak sengaja mengetahuinya saat aku ke rumahnya tempo hari yang lalu setelah berburu di hutan dan mendapati galian yang sedang menghisap darah kelinci...”jelas Orion kemudian pada Ariel dan wajahnya tampak kecewa setelah bercerita.


“Jadi karena itu kau bertengkar dengan Galen ?” tanya Ariel yang mengira Galen melakukan kekerasan fisik pada gadis itu. Dalam hati Ariel merasa senang gadis itu ada masalah dengan Galen yang berarti kesempatan yang berbagi nya untuk mendekati Orion masih terbuka lebar di depan mata.


“Orion... sekarang kau sudah tahu jika Galen adalah seorang amulet ? Lalu kenapa dia harus merahasiakan identitasnya darimu ? Kurasa dia itu lelaki yang tidak baik dan saran ku kau tinggalkan saja dia sebelum dia menyakitimu lebih dalam lagi.” ucap Ariel panjang lebar dan memberikan saran yang terbaik pada Orion dengan wajah berseri-seri.


“Apa kau bilang... ?” tanya Orion balik pada Ariel yang merasa tidak nyaman mendengar saran dari temannya itu. Melihat Orion yang yang menatapnya dengan tatapan tajam, Ariel merasa salah tingkah. Dia pun segera mengajaknya masuk ke kelas karena sebentar lagi jam pelajaran akan dimulai.


Beberapa hari berlalu. Orion yang masih kesal dan marah pada Galen tak mau bicara dengannya.


Seperti biasa, Galen terus mengikuti Orion dan berusaha membuat gadis itu memaafkannya setiap hari tanpa kenal lelah.


“Ah... aku menemukan tempat yang indah.” ucapnya berhenti di sebuah lembah di mana di sana terdapat banyak sekali berbagai jenis bunga yang berwarna-warni.


Dia pun lalu duduk di sebuah pohon besar dan bersandar sambil menatap bunga-bunga yang tertiup oleh angin. Orion menoleh Kak sekitar dan tidak menemukan Galen.


“Mungkin Galen tidak mengikuti ku kali ini... ahh... senang rasanya.” ucapnya tersenyum lebar kembali menatap bunga-bunga yang terhampar di sana.


Tanpa sepengetahuan Orion, tak jauh dari tempatnya berada sekarang ada sebuah kereta kuda yang lepas kendali. Dimana tiba-tiba kuda yang menarik kereta itu menjadi liar dan membawa kereta dengan kencang tanpa bisa dikendalikan. Para penumpang kereta dan kusir sudah melompat dari kereta itu karena lebih mementingkan keselamatan daripada harta benda yang mereka bawa.


“klop... klop...”


Orion mendengar ada suara kuda memasuki ke tempatnya berada dan menoleh untuk mencari suara itu.


“Kenapa kuda itu membawa kereta dengan berlari kencang, apa penumpang di dalamnya aman ?” gumamnya seketika berdiri dan menatap kota yang terus berlari kencang.

__ADS_1


“brak... !” Kereta yang dibawa kuda itu terlepas dan ambruk ke tanah namun kuda itu terus berlari kencang dan sekarang menuju ke arah tempat Orion berada.


“Apa... apa yang terjadi sebenarnya... ?” gumamnya melihat kuda itu sudah berjarak dua meter dari tempatnya berada sekarang.


Ketika Kuda itu telah sampai di depan Orion dia tetap tak bisa berhenti dan menyerah tubuh Orion dengan kecepatan tinggi menuju ujung lembah. Dimana di ujung Lembah itu terdapat jurang yang dalam.


Orion mencoba turun dari tubuh kuda yang mengamuk itu namun dia gagal turun dari tubuh kuda itu. Dan satu-satunya jalan sekarang adalah mengendalikan kuda itu.


“phak...” Orion memegang tali kekang kuda dan mencoba mengontrolnya agar berbalik dan tidak masuk ke jurang. Namun usahanya gagal, sedangkan tinggal sedikit lagi dia akan jatuh ke jurang bersama kuda yang dinaiki nya.


Di lain tempat Galen yang tidak menemukan Orion kembali mencarinya mengikuti aroma tubuh gadis itu. Dia terus berjalan dan akhirnya masuk ke sebuah lembah namun tak ada Orion di sana.


“Orion... kau di mana ?” teriak Galen memanggil namun tak ada jawaban. Dia pun terus melesat sampai ke ujung lembah hingga dia menemukan sosok yang dicarinya sedang berada di atas Kuda yang terlihat mengamuk dan akan masuk ke jurang.


Orion yang sudah tak bisa mengendalikan kuda itu hanya bisa pasrah dan Berharap ada seseorang yang menolongnya.


“Galen aku berharap kau mengikuti ku kan ini dan menolong ku.” batinnya lalu memejamkan mata.


Galen yang melihat kuda itu akan melompat ke jurang segera melesat dengan cepat ke udara. Dia menarik tali pada tubuh kuda itu dan menariknya mundur sekuat tenaganya.


“Phak....”


Kuda itu berhasil ditariknya namun masih terlihat belum bisa dikendalikan. Dia pun melompat ke atas punggung kuda untuk mengendalikannya.


“Galen... bagaimana kau bisa tahu aku ada disini ?” tanya Orion yang merasa lega setelah melihat Galen datang di saat yang tepat dan menyelamatkan dirinya.


“Kau diam saja dulu... biar ku Tenang kan dulu kuda dari ini.” ucap Galen sambil terus menarik tali kekang kuda dan mengendalikannya. Setelah beberapa saat kuda itu bisa dikendalikan dan sudah jauh dari lokasi jurang. Namun tiba-tiba dia kembali mengamuk.


BERSAMBUNG....

__ADS_1


__ADS_2