Darah Campuran

Darah Campuran
Eps. 92. Usaha Yang Gagal


__ADS_3

Pagi hari berikutnya, pagi-pagi sekali Ariel datang ke rumah Orion untuk menjemput gadis itu. Dia melesat dengan cepat dan dalam hitungan menit dia sudah sampai di depan rumah gadis itu.


“tok... tok...”


“Siapa lagi yang datang ya...” gumam Putri Zoya berdiri setelah mendengar suara ketukan pintu dan segera membukanya. Dia terkejut sekali setelah beberapa waktu tak melihat anak itu.


“Ariel...” ucap sang putri tak percaya melihat anak itu datang menjemput Orion.


“Ibu Zoya... apa Orion ada di dalam ?” tanyanya langsung masih merasa khawatir.


“Ariel... sayang sekali Orion barusan pergi bersama Galen.” jawabnya dan melihat kekecewaan di wajah anak itu.


“Sepagi ini... ?” tanyanya tak habis pikir kenapa mereka berangkat pagi-pagi sekali ke akademi. Putri Zoya mengajaknya masuk untuk bicara namun Ariel menolak. Dia pun segera pergi ke akademi dengan tergesa-gesa untuk menemui Orion.


“Semoga saja Galen tak melakukan hal buruk padamu.” gumamnya semakin resah pada keselamatan Orion.


Sementara itu Putri Zoya hanya diam menatap kepergian Ariel yang terlihat terburu-buru entah apa sebabnya. Sempat terbersit perasaan tidak enak namun dia segera menepisnya.


“Kenapa muka Ariel terlihat seperti itu... semoga saja tidak terjadi apa-apa dengannya.” ucapnya lirih lalu masuk kembali ke dalam rumah dan menutup pintu.


Tak beberapa lama kemudian Ariel tiba di akademi. Lelaki itu cara memasuki pintu gerbang dan menyisir seluruh tempat itu untuk mencari keberadaan Orion.


“Orion.... kau ada dimana sebenarnya ?” Dia sudah mencari ke mana-mana namun tak menemukan gadis itu. Dia berhenti sejenak saat mencium aroma Orion tak jauh dari tempatnya berdiri sekarang. Dia segera mengikuti aroma itu dan menemukannya di suatu lorong sedang berjalan bersama Orion.


“Orion.... !” teriaknya untuk menghentikan langkah gadis itu. Namun dia melihat Orion masih terus berjalan dan seperti tak mendengar panggilannya. Ariel pun mengejar gadis itu.

__ADS_1


“Tunggu sebentar Orion... !” Dia menarik bahu Orion dan membuatnya berhenti. Gadis itu berbalik dan melihat Ariel yang sedang mengatur nafasnya.


“Ariel ada apa... kenapa kau kehabisan nafas seperti itu ?” tanya Orion berhenti dan masih memegang tangan Galen yang ikut berhenti karena dirinya berhenti.


“Orion... aku mau jelaskan sesuatu pada mu. Kau dalam bahaya, ayo ikut aku sekarang. Aku akan menjelaskan mu di tempat lain.”ucapnya lalu menarik tangan gadis itu dan mengajaknya pergi dari sana yang membuat Orion melepaskan tangan Galen.


Galen merasa tak terima Ariel mencoba membawa pergi Orion dari sisinya, menarik tangan Orion ke sisinya.


“Apa yang mau kau katakan pada Orion, katakan saja sekarang di sini. Kenapa harus menghindari ku ?” tanya Galen melihat gelagat aneh lelaki itu dan takut dia akan melakukan sesuatu pada Orion.


Orion tak mau melihat mereka berdua kembali berkelahi. Dia pun memutuskan untuk pergi sebentar bersama Ariel, namun Galen tak mengizinkan dirinya pergi bersama Ariel dan malah memperhatikan Kapan tangannya dan mengajaknya berjalan pergi meninggalkan Ariel.


“Lebih baik kita segera pergi dari sini, Orion.” ucap Galen yang terus memaksa gadis itu berjalan karena terlihat berat melangkahkan kakinya. Orion terus berjalan sambil menatap Ariel yang masih berdiri menunggunya.


“Aku tidak bisa mendekati Orion karena Galen terus menempel padanya seperti lalat saja. Lalu bagaimana caranya aku memberitahunya ? Jika begitu maka aku harus mencari waktu dan bicara sendiri pada Galen.” ucapnya sambil mengepalkan tangan.


Siang harinya setelah jam istirahat, Ariel jalan menuju ke kelas Galen dan berhenti di depan pintu kelas lelaki itu dan memandangnya dari kejauhan.


Galen melihat Ariel ada di luar kelasnya. Dan dia tahu lelaki itu pasti sengaja datang mencarinya cari masalah. Tanpa pikir panjang dia pun keluar dari kelas setelah meminta izin pada pengajar yang ada di sana.


“Akhirnya kau keluar juga. Aku mau bicara empat mata denganmu. Kita keluar dulu dari area akademi.” ucapnya tanpa basa-basi lagi dan berjalan melewati lorong. Galen tak mengeluarkan sepatah kata apapun dan berjalan mengikuti Ariel yang menurutnya kembali menantangnya karena masih tidak terima Orion lebih memilih dirinya pad Ariel.


Mereka berdua pun akhirnya tiba di suatu tanah kosong yang terletak agak jauh dari akademi agar Orion tak bisa menemukan keberadaan mereka.


Di sana Ariel melemparkan tasnya ke rumput dan mengeluarkan kartu hitam dari balik saku celananya dan melemparkannya pada muka Galen.

__ADS_1


“Phak... !” Galen memungut kantung hitam miliknya yang di lempar oleh Ariel dan jatuh ke tanah.


“Ini kan milikku, bagaimana ini bisa ada di tangannya ?” batinnya sambil menatap Ariel yang tampak marah sekali menatapnya. Galen mencoba tenang dan menahan emosinya di depan Ariel.


“Sekarang jelaskan padaku identitas asli mu ! Beberapa hari sebelum acara pelelangan ada penyusup dari amulet yang datang ke tempat ku dan meninggalkan itu di sana. Beberapa waktu yang lalu aku juga menemukan kau membuang kantong yang sama dengan yang di buang oleh penyusup itu. Katakan pada ku apa kau adalah amulet ? Kau juga yang menyusup ke tempat kami ? Lalu apa yang mau kau lakukan pada kami, khususnya pada Orion ?” ucapnya mengungkapkan semua kecurigaannya pada Galen. Sementara itu Galen hanya diam dan masih tampak tenang meski Ariel sudah tahu identitas dirinya.


Karena Galen diam dan tak menjelaskan apapun membuat Ariel emosi semakin bertambah meluap amarahnya. Dia menghampiri lelaki itu dan langsung melepaskan pukulan bertubi-tubi padanya tanpa menahannya lagi karena tak ada Orion di sana.


“Kenapa kau diam saja ? Apa kau mengakui bahwa semuanya itu benar ? Jelaskan padaku kau mendekati Orion karena ada motif tersembunyi bukan ?” ucapnya sambil terus melayangkan pukulan pada Galen yang bisa di tangkis.


“Kenapa kau mengincar Orion ? Apa yang mau kau lakukan padanya ? Katakan kau hanya pura-pura mencintai gadis itu bukan ?” ucapnya lagi sambil melepaskan tendangan pada Galen namun berhasil di atasi olehnya.


Setelah diam dan menahan kesabarannya, emosi Galen pun tersulut setelah mendengar perkataan Ariel barusan. Dia menjadi marah dan balas menyerang Ariel dengan melayangkan pukulan pada tubuhnya.


“Dasar serigala sialan kau ! Kau banyak omong dan membuat rasa kesabaran ku habis padamu. Siapa bilang aku hanya main-main dengan Orion ? Perasaan ku padanya nyata bukanlah sebuah kepura-puraan belaka. Sebaiknya kau jangan terus mengganggu kami.” Galen kembali melayangkan pukulan pada Ariel. Mereka berdua akhirnya berkelahi. Dan kali ini mereka tak main-main. Tampak kedua lelaki itu mendapatkan luka di beberapa bagian tubuh akibat perkelahian itu.


“Sekarang tunjukkan wujud aslimu padaku !” teriak Ariel yang menantang Galen. Karena merasa sedikit kewalahan menghadapi Galen diapun berubah ke wujud serigala.


“Dasar serigala bajingan kau !” balas Galen berteriak pada Ariel. Dia pun juga merasakan kewalahan saat menghadapi Ariel yang serius bertarung dengannya. Karena lelaki itu sudah mengetahui identitasnya maka dia tak segan lagi untuk menunjukkan wujud aslinya dan akhirnya Galen berubah ke wujud amulet. Seketika matanya berubah merah dan kembali menyerang serigala yang ada di depannya.


Sementara itu setelah kelas berakhir, Orion menuju ke kelas Galen dan mencarinya karena biasanya lelaki itu datang menjemputnya. Setibanya di kelas Galen dia tidak melihat keberadaan lelaki itu dan tidak menemukan tasnya juga.


“Apa dia pulang duluan dan meninggalkan ku ?” tanyanya heran dan tak percaya. Namun setelah teringat pada Ariel tadi pagi dia pun segera berlari mencari mereka berdua.


BERSAMBUNG...

__ADS_1


__ADS_2