Darah Campuran

Darah Campuran
Eps. 39 Berubah Wujud


__ADS_3

Beruang itu menyambar tubuh Orion yang tergeletak di tanah. Anak itu terlihat meronta dan berusaha melepaskan diri dari beruang itu.


“Lepaskan aku... lepas...!” teriak Orion keras sambil memukul tangan besar beruang yang menggenggam tubuhnya. Sial, pukulannya sama sekali tak berefek pada beruang itu. Dia lalu mengulurkan tangannya dan berharap Ariel bisa membantunya melepaskan diri dari beruang itu.


“Ariel tolong... aku takut... aku tidak mau jadi makanan binatang bau ini.”teriaknya lagi masih sambil memukul tangan beruang hitam itu.


“Kau tenang saja... aku akan melepaskan mu. Tunggu aku... !!!”


Beruang hitam itu berjalan pergi masuk ke hutan masih dengan membawa Orion dalam genggamannya.


Ariel mengejar beruang hitam itu sambil mengambil batu di sepanjang jalan yang dia lewati dan melemparkan ke beruang itu.


“buk.... buk...” Ariel terus melempari beruang itu dengan batu dan berhasil membuatnya berhenti.


Beruang hitam itu lalu berbalik dan menatapnya dengan amarah. Dia lalu maju dan beralih mengejarnya.


Ariel berlari cepat dan dia berhasil lolos dari kejaran beruang itu. Namun sayang setelah berlari lama dia pun kehabisan nafas. Dia berhenti sebentar sekedar untuk mengatur nafasnya yang kacau.


“hosh... hosh... hosh...” Ariel terengah-engah menghembuskan nafas dengan tersengal.


“Ooouh... !” Beruang hitam itu berhasil meraih tubuh kecilnya yang lengah dalam genggaman tangannya.


Melihat Ariel yang tertangkap, Orion semakin ketakutan. Dia takut bagaimana nasib mereka nanti ? Apakah mereka akan benar-benar menjadi santapan beruang itu ?


“Ariel... kau juga tertangkap !Bagaimana ini ?” ucapnya sambil menatap beruang hitam yang terus mengeluarkan air liur saat menatapnya.


Orion melihat Ariel yang tampak tenang dan sama sekali tidak takut pada beruang hitam itu yang akan segera menyantap mereka.


Beruang itu tampak tidak sabar untuk segera melahap mangsanya yang menggiurkan itu. Air liurnya terus menetes dan sekarang dia membuka mulutnya lebar-lebar sambil mendekatkan tangannya yang menggenggam Orion ke mulutnya.


“Tidaak... tidaak... beruang jelek lepaskan aku... !” teriaknya sambil terus memukul tangan beruang itu.


Ariel merasa terdesak dan tak berdaya saat melihat temannya akan di lahap hidup-hidup oleh beruang itu. Tak ada cara lain dan dia terpaksa melakukan hal itu.

__ADS_1


“Roar... !” tiba-tiba beruang itu meronta kesakitan. Dan ternyata Ariel menggigit tangannya. Karena kesakitan beruang itu mengibaskan tangannya dan terus mengeratkan genggaman tangannya pada Ariel.


“Argh... !” anak itu menahan rasa sakit saat beruang itu hampir membuat tulangnya remuk.


Akhirnya karena sudah tidak tahan lagi akhirnya dia pun berubah menjadi sosok serigala putih. Dia terus menggigit tangan beruang itu dan membuatnya terluka.


Darah menetes dari bekas luka gigitan Ariel dan beruang itu melepaskan anak itu.


“Ariel... !” teriak Orion yang terkejut sekali saat melihat temannya itu bisa berubah menjadi serigala putih.


Saat beruang itu lengah Ariel masih dalam wujud serigala melompat dan menggigit tubuh beruang itu. Dan beruang yang masih kesakitan karena tangannya terluka itu mengibaskan tangannya untuk menangkapnya. Namun Ariel bergerak dengan lincah dan berhasil menghindari setiap gerakan beruang yang mau menangkapnya lagi.


Ariel memutari tubuh beruang hitam itu dan membuatnya pusing karena ikut berputar menangkapnya. Anak itu lalu lalu kembali melompat ke tubuhnya dan menggigit tangan yang masih menggenggam Orion berkali-kali.


Karena merasakan kesakitan, beruang itu membuka tangannya dan menjatuhkan Orion. Ariel segera turun lagi untuk menangkap Orion yang akan jatuh.


“buk....” Orion jatuh tepat di atas punggung Ariel yang masih dalam wujud serigala putih itu.


Orion memegang erat tubuh serigala yang ditungganginya itu saat berlari kencang meninggalkan beruang hitam yang mau mengejarnya.


Beberapa saat kemudian setelah mereka keluar dari hutan dan situasi sudah aman Ariel berhenti berlari dan menurunkan Orion dari tubuhnya.


Ariel kembali lagi ke wujud manusia setelah anak itu turun dari tubuhnya.


“Terima kasih Ariel kau sudah menolongku. Aku tidak tahu apa jadinya jika tidak ada dirimu. Bagaimana denganmu apa kau terluka ?” tanya anak itu lalu memegang tangan Ariel sambil mencari luka yang mungkin ada di tubuhnya.


“Aku tidak apa-apa... aku senang kau baik-baik saja dan tidak terluka.” ucapnya sambil menarik tangannya karena dia takut anak itu akan takut melihatnya setelah melihatnya berubah menjadi serigala putih.


Orion merasa tak enak saat Ariel menarik tangannya. Dia berpikir mungkin temannya itu takut padanya setelah mengetahui dia bisa berubah menjadi serigala dan menghindarinya.


“Ariel aku tidak takut padamu... sungguh... bagaimana pun wujud mu kau tetaplah temanku.” ucap anak itu tersenyum lalu memeluk Ariel sebagai ungkapan rasa terima kasihnya.


“Benarkah itu ? Kau tidak takut padaku dan bisa menerimaku ?” jawabnya sambil tersenyum lebar.

__ADS_1


“Benar... aku tidak akan memberitahukan perubahan wujud mu pada yang lainnya, aku janji akan merahasiakan hal ini pada siapapun.”


Anak itu melepas pelukannya lalu menautkan jari kelingkingnya di jari kelingking Ariel dan mereka terlihat tertawa bersama.


“Ariel... ku rasa kau tak perlu mencarikan aku kelinci lagi...” ucapnya.


“Kenapa... ?” tanyanya yang merasa bingung pada anak itu.


“Karena aku sudah punya segala putih yang imut... dan itu tampak lebih hebat dan imut daripada kelinci.”


Ucapan dari anak itu membuat wajahnya memerah dan dia hanya diam saja tidak menanggapi.


“Ariel sekali lagi berubahlah menjadi serigala putih... aku ingin menyentuh bulu mu yang lembut... kumohon...” pinta anak itu dengan merajut yang membuat Ariel tak kuasa menolak permintaannya.


Dan Ariel pun berubah kembali menjadi serigala putih di hadapan anak itu. Orion yang merasa gemas dengan serigala putih di dekatnya itu langsung memeluk dan membelai bulunya yang lembut.


“Kau hebat sekali Ariel...” ucapnya lalu mencium kepala serigala putih itu.


Ariel yang merasa malu mendapatkan ciuman dari anak itu akhirnya berubah kembali ke wujud asalnya. Entah kenapa anak itu jadi ingin terus dekat dengan Orion dan terus melindunginya.


Matahari di luar bersinar terang dan menyilaukan mata. Ariel teringat pada janjinya bahwa dia tak akan lama bermain dengan Orion dan akan segera kembali sebelum siang. Dia pun mengajak anak itu untuk segera pulang.


“Ayo kita kembali ke rumah...” ucap anak itu sambil menarik tangan Orion yang tidak ingin pulang dan masih ingin bermain di sana.


Sementara itu Putri Zoya yang sudah selesai menyiapkan makan siang di meja makan merasa cemas karena putrinya belum kembali.


Dia lalu keluar rumah untuk mencari Orion. Namun di depan rumah dia melihat Orion dan Ariel sudah kembali.


“Kalian membuat Ibu cemas saja... apakah ada sesuatu yang buruk yang terjadi ?” tanyanya pada dua anak itu.


Orion dan Ariel saling menatap lalu mereka berdua menjawab pertanyaan ibunya itu dengan kompak, “tidak ada ibu...”


Mereka berdua tersenyum lalu masuk ke rumah dan duduk di meja makan bertiga.

__ADS_1


BERSAMBUNG....


__ADS_2