
Ariel Yang penasaran ada seorang lelaki yang duduk bersama gadis pujaannya, Orion. Dia penasaran pada lelaki yang yang sedang duduk bersama gadis itu. Dia pun mempercepat langkahnya agar segera bisa melihat siapa lagi itu hingga akhirnya dia tiba di meja tempat Orion duduk.
Setibanya di samping meja, dia langsung menoleh ke arah tempat duduk lelaki itu. Betapa terkejutnya dia saat melihat lelaki itu ternyata adalah lelaki yang tadi pagi di tubruknya.
“Srak...” Ariel menarik kursi di depannya dan segera duduk di sana. Dia menatap kembali pada lelaki itu.
“Kau... bukannya lelaki yang tadi pagi ku tubruk ?” tanyanya pada Pangeran Galen. Dan seketika sang pangeran tampak gugup.
“Sialan... kalau begini mau sampai kapan misi ku akan selesai ? Ah... yang lebih terpenting lagi aku harus segera mencari alasan agar bisa segera pergi dari tempat ini.” batin Pangeran Galen menatap Ariel sambil berpikir mencari cara untuk segera kabur dari sana.
Pangeran Galen mengangguk dan mencoba tersenyum pada Ariel.
“Ya perkenalkan namaku Galen. Kalau boleh tahu siapa namamu ?” tanyanya basa-basi pada lelaki yang merupakan teman Orion.
“Aku Ariel...” ucapnya sambil mengulurkan tangan sebagai tanda perkenalan. Namun Pangeran Galen tidak menyambut uluran tangan Ariel dan dia malah pura-pura sibuk memegang gelas yang ada di depannya sambil mengaduk lalu meminumnya.
Karena Pangeran Galen tidak menyambut uluran tangan dari nya dia pun segera menarik tangannya kembali lalu menatap Orion.
“Kalian sudah lama ada disini... ?” tanyanya pada Orion.
“Tidak juga... baru lima belas menitan. Tadi aku melihat mu kau sibuk di kelas, jadi aku ke sini sendiri.” balasnya sambil menggeser bukunya agar tidak terkena es lemon nya.
Ariel memperhatikan mereka berdua. Apa mereka saling mengenal sebelumnya, tapi melihat dari sikap Orion yang terlihat biasa saja pada lelaki itu sepertinya gadis itu tidak akrab dengannya.
Dia lalu memperhatikan lelaki itu dan mengamatinya. Ariel mencoba membau aroma anubis yang ada pada tubuh lelaki itu, namun dia tak mencium aroma itu di sana.
__ADS_1
“Lelaki ini mencurigakan sekali. tak ada aroma manusia pada tubuhnya. Apa benar dia seorang manusia ?” batinnya yang meragukan identitas lelaki itu. Dia pun mulai bertanya lagi untuk menghilangkan rasa curiga nya.
“Galen... kau berasal dari mana ?” tanyanya pada lelaki itu berusaha mengorek informasi dari nya. Pangeran Galen tampak diam dan berpikir. Karena dia tidak tahu nama daerah ataupun kota tempat para anubis tinggal. Jika dia salah menjawab maka pasti werewolf itu akan curiga padanya.
“Aku tinggal di...” ucapnya yang terpotong saat Orion bertanya pada Ariel, karena dia melihat Galen yang lihat tidak senang dengan pertanyaan yang mungkin terlalu privasi yang diajukan oleh temannya itu.
“Ariel... kau mau pesan minuman apa? Lebih baik kau segera pesan sekarang...” ucapnya Ambillah mengadu kembali gelas berisi lemon miliknya yang membuat Pangeran Galen selamat dari pertanyaan Ariel kali ini.
“Oh ya... aku akan pesan dulu kalau begitu.” ucapnya lalu berdiri dan memesan minuman meninggalkan mereka berdua.
Pangeran Galen segera memanfaatkan kesempatan yang ada untuk kabur setelah Ariel pergi dari sana. Dia segera menghabiskan minumannya. Tepat di saat gelasnya kosong, datang seorang gadis dari kejauhan yang berhenti tepat disampingnya.
“Galen... aku sudah mencari mu kemana-mana ternyata kau disini. Ayo pergi dari sini...” ucap gadis itu menarik lengannya sehingga membuat lelaki itu berdiri.
Orion tidak menjawab ataupun mengganggu dia hanya diam melihat kedua orang itu pergi dari tempatnya. Tak lama kemudian Ariel kembali membawa segelas minuman duduk di depan Orion.
“Kemana Galen... ?” tanyanya saat melihat kursi yang ada di sebelahnya kosong.
“Dia barusan pergi dengan seorang gadis.” jawabnya datar tanpa ekspresi.
Ariel diam sejenak dan melihat ke sekeliling mencoba mencari keberadaan Galen namun dia tak menemukan lelaki itu.
“Aneh... atau hanya kebetulan saja. aku merasa Galen itu seperti menghindari ku. Apa dia menyembunyikan sesuatu ?” batinnya sambil merenung dan mengaduk gelasnya.
“Ariel... ada apa, kenapa kau melamun ? Apa ada yang mengganggu pikiranmu ?” tanya gadis itu membuatnya tersadar dari lamunan.
__ADS_1
“Tidak ada...oh ya apa kau mengenal lelaki bernama Galen tadi sebelumnya ?” Orion menggeleng menjawabnya.
“Aku baru bertemu dengannya hari ini saat tadi kau menabrak dia. Entah kenapa dia tiba-tiba duduk di sini aku juga tidak tahu. Ada lagi yang lebih mengherankan. Aku merasa baru melihatnya hari ini tapi semua bilang, para mahasiswa di sini sudah lama mengenal Galen.” ucap Orion untuk menyampaikan keanehan yang dirasakannya.
“Apa.. ?! Jadi kau juga merasakan hal yang sama denganku ? ku kiranya aku saja yang merasa begitu ternyata kau juga. Orion lebih baik kau jangan dekat-dekat dengan si Galen itu. Aku rasa dia tidak baik.” ucapnya dengan tegas melarangnya berteman dengan lelaki itu.
Orion hanya mengangguk saja menanggapi ucapan Ariel. Kenapa tiba-tiba dia bisa bilang begitu, Padahal mereka baru pertama kali bertemu dengan Galen dan lelaki itu tidak melakukan apapun padanya.
Bel berbunyi dan mereka berdua segera pergi dari kantin lalu kembali ke kelas masing-masing.
Di tengah pelajaran berlangsung areal tiba-tiba ingin pergi ke toilet. dia pun segera keluar dari kelas menuju ke toilet setelah meminta izin pada pengajar di kelasnya.
Tak di sangka dari kejauhan dia melihat Galen yang berjalan dengan beberapa gadis di sekelilingnya yang membuatnya merasa muak melihat lelaki penggoda itu. Dia semakin muak saat melihat para gadis itu berlomba bermanja-manja pada lelaki itu.
“Apa yang spesial dari tampangnya yang biasa saja itu ? Kenapa para gadis lengket padanya ?” ucapnya sambil tersenyum merendahkan menatap lelaki itu dari kejauhan.
Terbersit satu pikiran dalam benaknya saat melihat lelaki itu yang terlihat dingin pada para gadis cantik yang ada di dekatnya saat jalanan sepi.
“Aneh sekali si Galen itu... kenapa tiba-tiba dia berubah cuek pada para gadis itu ?” batinnya lagi yang masih menatapnya dari kejauhan.
“Jika dia merasa tidak nyaman pada para gadis cantik itu kenapa dia membiarkan mereka mengikutinya ? Satu lagi jika sudah banyak gadis yang mendekatinya kenapa dia mendekati Orion... apa tujuannya ?” tanyanya lagi dalam hati karena penasaran pada sikap anak itu yang berubah drastis.
Dia pun membatalkan niatnya untuk masuk ke toilet dan memilih untuk membuntuti Galen dari belakang tanpa sepengetahuan anak itu.
BERSAMBUNG...
__ADS_1