Darah Campuran

Darah Campuran
Eps. 154 Mencari Lokasi Amulet Hitam


__ADS_3

Di dalam rumah kakek Taylor mereka berdua tampak bercakap-cakap.


“Kakek... putri ku Orion telah diculik oleh amulet klan hitam. Kami sudah berusaha mencarinya kemana-mana namun belum menemukan lokasi mereka. Apa kakek tahu tempatnya ?” tanya Raja Diaz pada kakeknya dengan sopan.


Sang kakek tampak terkejut mendengar berita yang disampaikan oleh cucunya. Karena selama ini bulan hitam tak pernah menampakkan dirinya setelah beberapa ribu tahun lamanya.


“Klan hitam... ?” tanya kakek Taylor, dan Raja Diaz hanya mengangguk.


“Oh... ada apa mereka muncul kembali... sudah lama sekali mereka tak pernah menunjukkan diri mereka setelah kejadian itu.” sambung sang kakek dan membuat cucunya semakin penasaran.


“Aku sama sekali tak mengerti klan hitam yang lupakan sejarah dan berusia ribuan tahun. Maksud kakek kejadian apa ?”


“Kejadian nya seperti ini...”


Kakek Taylor bercerita tentang jadian yang sudah terlewat di masa lampau. Dahulu kala semasa dirinya masih muda dan menjadi seorang pangeran, ayahnya pernah mengajaknya turun ke medan perang menghadapi amulet klan hitam.


Cerita berawal saat salah satu klan hitam menculik amulet berdarah campuran, saxion untuk di jadikan persembahan guna menghidupkan kembali raja agung mereka, Fathir.


Dengan darah saxion yang merupakan jenis istimewa, mumi dari Raja amulet itu berhasil dihidupkan kembali. Namun semua di luar perkiraan mereka. Raja mereka berubah menjadi sosok lain setelah hidup kembali. Bahkan Raja Fathir itu menyerupai zombie. Dia memangsa sendiri warganya.


Suatu ketika karena klan amulet hitam tak bisa menghadapi Raja mereka sendiri mereka mengurungnya ke suatu ruangan dan bermaksud melenyapkan nyawanya kembali, namun usaha mereka gagal.

__ADS_1


Raja Fathir berhasil keluar dari tempat itu dan dia mengamuk hingga dia keluar dari areanya sendiri dan menuju ke negeri amulet di sini.


Singkat cerita Kakek Taylor ikut berperang dalam misi membinasakan raja Fathir yang telah membantai para saxion.


“Jadi seperti itu ceritanya kakek... lalu dimana Raja Fathir sekarang ?” tanya Raja Diaz setelah mendengarkan semua cerita dari kakeknya.


“Saat itu aku berhasil melenyapkan Raja Fathir, namun tubuhnya yang sudah tak bernyawa dibawa kembali oleh amulet klan hitam. Dan semenjak itu klan amulet hitam mencoba berbagai cara untuk menyempurnakan kebangkitan raja mereka dan ada kemungkinan mereka berusaha membangkitkan nya lagi sekarang.” balas kakeknya.


Ayah Orion itu terlihat semakin cemas setelah mendengar cerita dari sang kakek.


“Kakek tolong tunjukkan padaku di mana tempat klan hitam berada.” ucap lelaki itu memohon.


“Ya... setahu kakek... tempatnya ada di.... bla-bla...” balas sang kakek menceritakan tempat keberadaan klan hitam.


Setelah mendapatkan semua informasi Raja Diaz memutuskan untuk pamit dan segera kembali ke villa nya untuk menyusun suatu rencana yang matang dalam melakukan pencarian tempat amulet klan hitam berada.


Kembali kabar menggemparkan Orion yang hilang kini kembali santer terdengar di seluruh negeri amulet. Bahkan berita tentang ditangkapnya Orion oleh amulet klan hitam pun juga sudah diketahui oleh semua warga amulet, termasuk Galen.


Di istana Cawan Suci Galen yang mendengar kabar itu entah kenapa tampak tidak tenang dan gelisah. Ada rasa sakit yang tak bisa diungkapkan dengan kata karena hal itu.


Saat itu Galen sedang berada di ruang baca. Hatinya gelisah tanpa sebab yang jelas dan memikirkan keadaan Orion.

__ADS_1


“Mungkin di sini ada petunjuk...” gumam Galen mengambil beberapa buku dari Ruang Baca untuk mencari informasi tentang amulet klan hitam.


Setelah dua jam berada di ruang baca lelaki itu tampak kecewa karena tidak berhasil menemukan lokasi keberadaan amulet klan hitam.


“Mungkin kakek guru mengetahuinya. Karena beliau merupakan tetua yang di hormati dan hidup di masa itu.” batin Galen bergegas keluar dari ruang baca dan menuju ke rumah kakek guru.


Tak berapa lama kemudian Galen tiba di rumah kakek gurunya.


“Nak... ada apa kau datang kemari... ?” tanya sang kakek guru saat melihat Galen masuk ke rumahnya.


“Kedatangan ku kemari adalah untuk minta tolong pada kakek guru.” balasnya setelah dipersilakan duduk.


“Kakek... apa kakek tahu di mana lokasi keberadaan amulet klan hitam ?”


“Amulet klan hitam ? Tempat mereka jauh sekali dan berada di... bla-bla-bla...” balas sang kakek memberitahukan Di mana lokasi keberadaan mereka.


“Terima kasih kakek guru. Jika begitu aku permisi dulu. Silakan kakek lanjutkan aktivitas kakek.” ucap Galen perpamitan pada kaki burung kemudian kembali pulang ke istana cawan Suci.


“Kenapa tiba-tiba aku memikirkan dan peduli pada Nasib Orion saat ini...” batinnya yang baru tersadar saat merebahkan tubuhnya ke tempat tidur.


Beberapa hari kemudian Galen yang ternyata masih penasaran dan khawatir tanpa sebab akhirnya memutuskan untuk mencari lokasi keberadaan amulet klan hitam seorang diri tanpa di ketahui oleh yang lainnya.

__ADS_1


BERSAMBUNG....


__ADS_2