Darah Campuran

Darah Campuran
Eps. 129 Terkena Racun


__ADS_3

Narapidana itu melesat dengan cepat keluar dari istana dan akhirnya sampai di luar istana.


Di depan pintu gerbang tampak para pengawal ada di sana terbengong menyaksikan Pangeran Diaz ada dua orang.


“Itu... itu...” ucap para pengawal yang melihat dua Pangeran Diaz keluar dari istana.


“Jangan diam saja cepat bantu aku ! Kejar dia !” perintah Pangeran Diaz pada para pengawal yang ada di sana. Beberapa pengawal langsung berlari mengikuti perintah Pangeran Diaz untuk mengejar.


“Jangan tangkap aku kalian salah tangkap ! Dia adalah Pangeran Diaz palsu ! Tangkap dia !” perintah narapidana pada para pengawal yang ada disana untuk menangkap Pangeran Diaz.


Para pengawal yang mengejar jadi bingung harus percaya pada siapa dan mengejar yang mana.


“Dasar tidak berguna !” umpat narapidana karena ucapannya tak berpengaruh pada para pengawal yang ada di sana.


“Berhenti kau... ! Atau kau akan terima akibatnya !” teriak Pangeran Diaz pada narapidana yang terus berlari.


Narapidana itu tak mengindahkan perintah pangeran Diaz dan dia terus aja berlari. Pangeran Diaz yang merasa kesal pun tak segan lagi untuk bertindak.


“Whoop...!” Pangeran Diaz melompat ke udara untuk bersalto dan mendarat di depannya.


“buuk.. !!” Pangeran Diaz langsung menendang narapidana itu dan membuatnya terjungkal ke tanah.


“Beraninya kau menyamar menjadi diriku dan melukai ayahku !!!” teriak Pangeran Diaz yang marah dan kembali melakukan serangan. Namun tanpa dia sangka narapidana itu bisa menahan pukulannya yang sangat kuat.


“Bam... !” narapidana itu dengan cepat berdiri dan menahan pukulan dari pangeran Diaz dan membalas serangannya.


Sementara itu para pengawal yang tadi mengejar mereka tampak diam dan hanya melihat pertarungan mereka berdua saja.


Dari dalam istana keluar Pangeran Asoka yang berlari dengan cepat ke arah para pengawal yang diam tak melakukan apa-apa.


“Salah satu dari kalian cepat segera pergi ke penjara kabut hitam dan laporkan pada mereka jika tahanan mereka kabur ke sini dan membuat masalah di istana Bulan Dingin !” ucapnya memerintahkan pada pengawal yang datang memenuhi panggilannya.


“Baik Pangeran Asoka. Perintah dari pangeran akan segera aku laksanakan.” jawab pengawal itu kemudian pergi dan melesat dengan cepat menuju ke penjara kabut hitam untuk menyampaikan berita itu pada kepala sipir tahanan di sana.


Melihat pertarungan yang tampak imbang Pangeran Asoka datang untuk membantu kakaknya.


“Kakak... biar aku membantumu...” ucap Pangeran Asoka pada Pangeran Diaz setelah bisa mengenali sosok kakaknya.

__ADS_1


“Asoka jangan ke sini... ! Aku bisa mengatasinya sendiri, Lebih baik kau kembali saja untuk membantu ayah yang terluka !” teriak Pangeran Diaz pada adiknya sambil masih mengayunkan pukulan pada narapidana itu.


Karena pangeran Diaz bilang begitu, maka Pangeran Asoka pun meninggalkannya dan percaya pada kemampuan kakaknya. Dia pun segera berlari masuk kembali ke istana dan melihat kondisi ayahnya yang terluka.


Di dalam istana tampak Ratu Bonita yang terlihat cemas melihat kondisi suaminya.


“Ibu bagaimana kondisi ayah...” tanya Pangeran Ashoka begitu sampai di depan Ayahnya yang masih tergeletak di istana.


“Ayo bantu ibu memindahkan ayahmu ke tempat tidur dulu.” jawab Ratu Bonita sambil membantu suaminya berdiri dan berjalan memapah nya.


“Biar aku saja yang bawa ayah.” ucap Pangeran Asoka pada ibunya lalu menggantikannya.


“Ayah masih kuat berjalan... ?” tanyanya pada Raja Netra dan lelaki itu mengangguk menatap Pangeran Asoka.


Pangeran Asoka kemudian bantuannya berjalan sampai ke tempat tidur dan membantunya berbaring.


“Apa yang ayah rasakan sekarang ?” tanyanya lagi pada Raja Netra sambil memeriksa luka lebar di lengan kiri ayahnya.


“Kurasa hanya luka sobek biasa tapi aku merasakan panas mulai menjalar ke seluruh tubuhku.” jawab Raja Netra sambil menahan rasa sakitnya.


Pangeran Asoka memeriksa luka di lengan kiri ayahnya dimana di luka itu darah yang melintas berwarna hitam.


Ratu Bonita yang tampak terkejut mendengar pernyataan Pangeran Asoka segera memanggil dokter kerajaan yang biasa merawat anggota keluarga Kerajaan saat terluka.


Beberapa saat kemudian datanglah dokter kerajaan ke ruangan tempat Raja Netra dirawat.


“Dokter tolong segera periksa ayah sepertinya terkena racun.” ucap Pangeran Asoka saat melihat dokter kerajaan datang.


“Baik Pangeran Asoka... biar ku periksa dulu Raja Netra.” jawab dokter itu lalu segera memeriksa keadaan Raja. Wajahnya tampak tegang dan lelaki itu segera mengambil kotak obat dan peralatan medis yang di bawahnya.


“Ratu Bonita... Pangeran Asoka, Raja Netra terkena racun wingnam, racun yang mematikan.” ucap dokter itu segera melakukan tindakan awal.


Terlihat Ratu Bonita dan Pangeran Asoka yang tampak cemas saat dokter kerajaan mulai melakukan pengobatan untuk ayahnya.


“Argh.... !” teriak Raja Netra kesakitan saat dokter kerajaan mengeluarkan racun dari tubuhnya. Darah hitam keluar dari tubuhnya. Dan tak beberapa lama kemudian Raja Netra tak sadarkan diri karena kehabisan banyak darah.


“Yang Mulia Ratu Bonita semua racun di Tebo Raja Netra sudah keluar, namun kondisinya belum dikatakan aman. Raja Netra membutuhkan donor darah segera.” jelas dokter kerajaan setelah mengeluarkan racun dan merawat luka Raja Netra.

__ADS_1


“Ambil darah kami...” jawab Ratu Bonita dan Pangeran Asoka bersamaan dan menghampiri ayahnya yang belum sadarkan diri.


“Baiklah aku akan mengetes darah Ratu Bonita dan juga Pangeran Asoka dulu.” ucap dokter kerajaan. Dan pemeran Asoka serta Ratu Bonita segera menjalani tes.


Kembali ke Pangeran Diaz sedang bertarung dengan narapidana yang menyamar sebagai dirinya.


Tampak narapidana itu melakukan serangan beruntun pada Pangeran Diaz.


“Sepertinya lelaki itu bisa menggunakan racun saat menyerang... aku tak boleh sama sekali terluka...” batin Pangeran Diaz setelah melihat lawannya yang bisa menggunakan teknik racun untuk melukai lawan.


“Buuk....!!” Pangeran Diaz segera menendang lelaki itu saat akan melukainya dengan teknik racun.


Saat lelaki itu jatuh tersungkur pangeran Diaz segera menghampirinya dan mengeluarkan kekuatan spesialnya.


“Badai es api.... !!” Seketika muncullah es dan api yang melingkupi tubuh lelaki itu yang membuatnya tak berdaya dalam hitungan detik.


“Apa aku Harus berakhir di sini...” batin narapidana itu ya sudah tak berdaya dan kini berubah menjadi wujud aslinya.


Pangeran Diaz kembali mengumpulkan kekuatannya untuk menyerang narapidana itu.


Dari kejauhan datang petugas sipir yang melesat ke arahnya dengan cepat.


“Pangeran Diaz.... tahan... !!” teriak salah seorang penjaga sipir. Seketika Pangeran Diaz membatalkan serangannya setelah melihat kedatangan petugas sipir.


“Pangeran Diaz Terima kasih sudah membantu kami membekukan narapidana ini. Selanjutnya biar kami yang akan mengatasinya.” ucapnya segera menghampiri tahanan itu dan menangkap nya lalu membawanya kembali ke penjara kabut hitam.


Setelah Semuanya berakhir pada dia segera masuk ke istana dengan cepat untuk melihat keadaan ayahnya.


“Bagaimana keadaan ayah ?” tanyanya pada ibu dan adiknya yang masih ada di ruangan itu. Mereka berdua tidak menjawab dan wajah mereka tampak sedih.


“Ratu Bonita mungkin saja darah Pangeran Diaz bisa menolong Raja Netra.” ucap dokter kerajaan setelah menyatakan Raja Netra menolak darah Ratu Bonita dan Pangeran Asoka.


“Ya ambil saja darah ku.” jawab Pangeran Diaz. Dokter kerajaan segera menyayat tipis ujung jari Pangeran Diaz lalu meneteskan darah nya pada luka Raja Netra.


Setelah menunggu reaksinya beberapa saat, dokter kerajaan, menyampaikan hasilnya.


“Maaf darh dari Pangeran Diaz juga tidak bisa membangunkan Raja Netra.” jawab dokter kerajaan itu dengan kecewa.

__ADS_1


“Pangeran Diaz hanya darah amulet spesial yang bisa menyelamatkan Raja Netra.” ucap Dokter kerajaan pada tiga orang yang ada di sana yang tampak sangat terpukul sekali dan tak tahu harus berbuat apa lagi untuk menyelamatkan ayahnya.


BERSAMBUNG.....


__ADS_2