Darah Campuran

Darah Campuran
Eps. 71 Pasukan Rahasia


__ADS_3

Pangeran Galen yang masih dalam pelarian mengirimkan pesan SOS melalui gelombang infrasonik pada tim lainnya yang masih stand by di beberapa titik untuk menunggu informasi darinya.


“Bulan darah masuk hampir berdarah.” ucap Pangeran Galen mengirimkan pesannya ke udara.


Di lain tempat tiga orang yang sedang berjaga melihat gelombang infrasonik yang mengarah pada mereka dan menangkapnya.


Danie mendengarkan isi pesan suara yang dikirim oleh pangeran Galen pada mereka.


“Apa... Pangeran Galen hampir tertangkap ? Dan ada kemungkinan dia masih dikejar werewolf ?” ucapnya terkejut setelah mendengarkan isi pesan suara itu.


Dua orang lainnya yang ada di sana ikut menghawatirkan kondisi sang pangeran.


“Bagaimana apa kita harus menyusul dan membantu Pangeran Galen ?” tanya Krish pada Danie.


“Tunggu sebentar jangan ke gegabah. Lebih baik ku tanyakan dulu pada Pangeran Galen. Danie pun kembali mengirimkan pesan melalui gelombang infrasonik kepada sang pangeran untuk menanyakan apakah dia memerlukan bantuan mereka.


Pangeran Garena melihat pesan balasan dari tim siluman dan mendengarkan isi pesan itu.


“Tidak.. kalian semua tak perlu menyusul ku. Aku baik-baik saja dan sebentar lagi sampai. lebih baik cepat menyingkir dari sini dan segera kembali ke istana Bulan Dingin untuk menghindari kejaran para werewolf yang menyusul.” ucapnya membalas pesan suara itu lalu segera mengirimkan kembali pada tim siluman.


Danie menerima balasan pesan suara dari panggilan Galen dan mendengarkan isi pesannya. Dia dan kedua orang lainnya segera menyingkir dari area itu setelah mendengar perintah dari sang pangeran.


Beberapa saat kemudian tiga anggota tim siluman sampai ke istana bulan dingin untuk melapor, namun saat itu pengawal Bruno tidak ada ditempat. Dan mereka duduk menunggu di aula Bulan Kembar.


“Tap... tap...” suara langkah kaki seseorang yang masuk ke aula itu. Ketiga anggota tim siluman yang ada di ruangan itu menoleh ke belakang dan mendapati Pangeran Galen yang berjalan masuk dengan nafas yang menderu.


“Pangeran Galen...” ucap mereka bertiga serempak sambil menghampiri lelaki itu.


Sementara sang pangeran yang masih mencoba mengatur nafasnya yang belum stabil hanya mengangguk dan duduk untuk menyadarkan bahunya sebentar pada kursi.

__ADS_1


Krish yang melihat Pangeran Galen masih berkeringat, berinisiatif untuk mengambilkan air minum dan memberikan pada sang pangeran.


“Minumlah dulu Pangeran Galen...” ucap Krish memberikan segelas air minum pada Pangeran yang langsung di minumnya.


Mereka duduk di dekat pangeran dan setelah beberapa saat melihat panggilan yang sudah stabil kondisinya barulah mereka mengajaknya bicara.


“Pangeran Galen... apa yang terjadi di sana ? Kenapa pangeran bisa sampai ketahuan oleh mereka dan hampir tertangkap ?” tanya Arvin pada pangeran muda itu.


Pangeran Galen pun menceritakan kejadian tadi pada anggota tim siluman lainnya. tempat saat sang pangeran selesai bercerita terdengar lagi derap langkah masuk ke aula itu.


“Tap... tap... tap...”


Pengawal Bruno datang memasuki Aula setelah mendapatkan tugas lain dari Raja Agastya.


“Bagaimana perkembangan pemantauan targetnya ? Apakah ada kabar bagus ?” tanya Bruno pada keempat anggota tim siluman yang sudah hadir di sana.


“Jadi ada masalah apa selama di lapangan ?” tanya Bruno lagi pada mereka semua.


Tanpa diminta Pangeran Galen yang saat itu bertugas melakukan pengintaian segera berdiri.


“Maaf sebelumnya pengawal Bruno. Aku hampir tertangkap oleh mereka...” jawab sang pangeran yang merasa dirinya bersalah karena hampir gagal melakukan tugasnya.


Seketika Bruno tampak terkejut setelah mendengar penjelasan dari Pangeran Galen. Dia tidak mengira jika pangeran hampir tertangkap oleh werewolf. Dalam pikirannya sekarang setelah werewolf mengetahui ada seorang amulet yang menyusup ke sana, apa yang akan terjadi setelahnya ? Apakah mereka akan melakukan penyerangan pada amulet dan terjadi perang lagi ?


“Hah...” Bruno menghembuskan nafas berat setelah mencoba memprediksi apa yang akan terjadi selanjutnya. Haruskah dia melaporkan ini semua pada raja Agastya ? Bagaimana reaksi Agastya jika tahu akan terjadi perang lagi dengan werewolf ? Dia tidak sanggup membayangkan amarah raja jika hal itu sampai terjadi nantinya.


“Tim siluman... dengan kejadian ini kita harus semakin waspada kedepannya. Aku akan mempersiapkan beberapa pasukan kecil untuk berjaga-jaga apabila nanti ada pasukan werewolf yang menyerang kita. Dan tolong di mengerti ini semua kulakukan tanpa sepengetahuan dari Raja Netra.” ucap Bruno lagi pada anggota timnya.


Dan selama beberapa hari ke depan Bruno memerintahkan tim siluman untuk tidak melakukan gerakan sama sekali untuk meredam dan meminimalisir bentrokan yang mungkin akan terjadi dengan werewolf.

__ADS_1


Sementara itu di lain tempat acara pelelangan masih berlangsung sampai dua hari berikutnya.


Di pihak Werewolf juga mempersiapkan pasukan perang tanpa sepengetahuan semua warga yang ada di sana untuk berjaga-jaga apabila amulet mulai melakukan penyerangan pada mereka.


Tampak Fredi, tetua Casper dan tetua lainnya melakukan pertemuan rahasia secara singkat di tengah-tengah acara pelelangan yang masih berlangsung di kediaman tetua Casper.


“Jadi bagaimana rencana kita selanjutnya tetua ?” tanya Sully pada tetua Casper yang duduk dengan memegang jenggotnya sambil berpikir.


“Kita jangan memulai peperangan dengan amulet jika mereka tidak menyerang duluan. Namun kita harus tetap waspada dan siaga. Siapkan 10 ribu pasukan werewolf.” ucap tetua Casper setelah berpikir.


Fredi dan yang lainnya saling berpandangan. Darimana mereka mendapatkan pasukan sebanyak itu ? sedangkan pasukannya ada wilayahnya diperkirakan hanya berjumlah sekitar 2 ribuan saja. Dan kenapa harus menyiagakan pasukan sebanyak itu ?


“Tetua Casper darimana kita menutup kekurangan pasukan kita yang berjumlah dua ribu ?” tanya Fredi angkat bicara.


“Kalian bisa meminta bantuan dari keluarga kita yang ada di belahan utara dan selatan, meminjam pasukan mereka untuk beberapa saat. Semoga saja amulet tidak akan melancarkan serangan dan mengibarkan bendera perang pada kita.” ucap tetua Casper memberikan penjelasan panjang lebar.


Beberapa saat kemudian Fredi dan Sully segera bergerak cepat. Mereka berdua membagi tugas untuk pergi ke kediaman werewolf lainnya yang ada di belahan utara dan di belahan selatan.


Tanpa sepengetahuan siapapun mereka berdua sudah ada di wilayah werewolf yang mendiami wilayah utara dan selatan.


Fredi menemui tetua werewolf di wilayah bagian utara dan menyampaikan pesan serta rencana yang diutarakan tetua Casper pada tetua di tempat itu.


Tetua werewolf di wilayah bagian utara itu menyetujui permintaan bantuan dari tetua Casper dan meminjamkan lima ribu pasukan werewolfnya selama beberapa pekan.


Sedangkan Sully menemui tetua werewolf yang memimpin di wilayah bagian selatan dan menyampaikan pesan yang diutarakan oleh tetua Casper.


Tetua werewolf di wilayah bagian selatan itu menyetujui permintaan bantuan dari tetua Casper dan meminjamkan empat ribu pasukan werewolfnya selama beberapa pekan ke depan.


BERSAMBUNG....

__ADS_1


__ADS_2