Darah Campuran

Darah Campuran
Eps. 158 Melawan Raja Fathir


__ADS_3

Raja Diaz masih bisa mencium aroma Galen di sana. kemudian dia pun berjalan mengikuti aroma itu dan terus mengikuti hingga sampai ke pintu ruang bawah.


“Aroma Galen hilang di sini... apakah dia masuk ke dalam sini... ?” batinnya saat melihat sebuah pintu menuju ke ruang bawah tanah.


“krak...” Raja Diaz membuka pintu bunker.


“Ayo semuanya Ikuti aku dan masuk !” ucap lelaki itu menoleh ke belakang dan memberi perintah pasukannya.


Raja Diaz masuk ke ruang bawah tanah beserta para pasukannya. Mereka menuruni anak tangga dan sampailah mereka di ujung anak tangga.


Terdengar suara berisik baku hantam di sana, dan Raja Diaz segera menuju ke asal sumber suara tadi bersama pasukannya.


Raja Diaz melihat Galen di sana sedang menghadapi tiga amulet klan hitam. Dia mengedarkan pandangannya untuk mencari keberadaan Orion.


“Dimana Orion...” batinnya saat menatap ke arah sel dan tidak menemukan putrinya di sana.


“Raja Diaz...” ucap Galen memanggil lelaki itu saat melihatnya datang ke sana.


Ketiga amulet klan hitam tadi berbalik ke belakang dan melihat amalan lain datang mengepung mereka.


“Siapa kalian.... ?!” tanya salah satu amulet berambut putih pada pasukan Raja Diaz.


“Pengawal... habisi mereka bertiga !” perintah Raja Diaz pada pasukannya.


Para pasukan yang merupakan amulet pilihan itu pun segera maju setelah mendengar perintah dari Raja mereka untuk menghabisi musuh mereka.


“buk... bak... buk...” baku hantam terjadi di sana.


“Trang... treng... trang... !!” suara pedang yang berada di tengah pertarungan.


Setelah beberapa saat kemudian ketiga amulet klan hitam tadi berhasil mereka binasakan.

__ADS_1


Raja Diaz menghampiri Galen setelah pertarungan berakhir.


“Galen... aku senang kau kemari mencari Orion... apa ingatanmu sudah kembali ?” tanyanya pada Galen.


Galen mengganggu dan menatap ayahnya orang yang dengan wajah sedih yang tak bisa di lukiskan.


“Lalu di mana Orion sekarang apa kau membawanya ke satu tempat yang aman... ?”


Galen menggeleng dan semakin bertambah sedih setelah mendengar pertanyaannya.


“Raja Diaz... maafkan aku... ini semua salahku. Jika saja aku tidak kehilangan Ingatanku semuanya tak akan terjadi dan Orion... Orion dia tak perlu meninggal di tangan amulet klan hitam seperti ini...” ucap Galen yang tak kuasa dengan kesedihannya dan tak terasa meneteskan air mata lagi.


Bagai disambar petir di siang bolong, Raja Diaz seketika syok mendengar apa yang diucapkan Galen barusan. Lelaki itu menahan amarah dan kesedihannya setelah mendengarnya namun padahal yang lebih penting lagi menurutnya.


“Lalu di mana tubuh Orion ?” tanya lelaki itu pada Galen berusaha tegar.


“Seorang pengawal membawanya pergi entah ke mana...maafkan aku gagal melindungi Orion.” jawab Galen masih menunduk tak berani menatap wajah lelaki di depannya karena merasa bersalah.


Galen mengangguk dan mengikuti Raja Diaz keluar dari sel tahanan untuk mencari Orion.


Sementara di lain tempat Raja Fathir dan Raja Berry berjalan beriringan menuju ke istana.


“Ampun Yang Mulia Raja Berry... lalu Bagaimana dengan tubuh gadis ini ?” tanya pengawal tadi menatap tubuh orang yang tergeletak di lantai.


“Kau buang saja mayat itu karena sudah tak berguna lagi tubuhnya !” jawab Raja Berry berhenti sebentar untuk memberikan perintah.


“Baik Raja Berry.” jawab pengawal itu kemudian mengangkat tubuh Orion dan membawanya keluar lalu melemparkannya ke sembarang tempat di tengah semak belukar, lalu kembali berjalan mengikuti sang raja menuju ke istana.


Beberapa saat kemudian setelah ketiga orang itu pergi datanglah kupu-kupu putih yang bersinar keemasan dalam jumlah banyak hinggap di seluruh tubuh Orion.


“Zap.... !” dalam sekejap tubuh Orion hilang tak berbekas entah ke mana bersama kupu-kupu tadi.

__ADS_1


Di tengah jalan sebelum sampai ke istana beberapa pengawal datang menghadap Raja Berry.


“Ampun Raja... ada penyusup yang masuk ke sini dan sepertinya mereka adalah keluarga dari gadis saxion.” ucap seorang pengawal melaporkan kondisi saat ini pada raja mereka.


“Apa... bagaimana bisa kalian semua bisa kelulusan seperti itu ?” ucap Raja Berry marah.


“Ampun Yang Mulia...” jawab para pengawal tadi dengan ketakutan.


“Cepat siapkan pasukan untuk menyerang mereka !” perintah Raja Berry lagi pada pasukannya.


Para pasukan tadi segera undur diri dan menyiapkan pasukan sesuai permintaan Raja mereka.


Secara tak terduga di luar istana Raja Diaz dan Galen mengamuk dan menghabisi para pengawal yang ada di sana.


Raja Berry tiba di depan istana dan melihat banyak pengawalnya yang mati menjadi murka. Dia pun langsung mendatangi Raja Diaz dan Galen yang saat itu sedang membantai pengawalnya.


“Hey... besar juga nyalimu berani membuat kekacauan di istana ku ! Hadapi aku dan akan ku kirim kau ke neraka !” teriak Raja Berry murka dan langsung menyerang Raja Diaz.


“Jadi kau yang telah menculik dan membunuh putriku ?! Aku takkan pernah mengampuni mu !!” teriak Raja Diaz semakin marah dan menerima tantangan Raja Berry untuk berduel dengannya.


Sementara itu tak lama kemudian pasukan lain klan hitam muncul dan mengepung mereka, perang pun akhirnya pecah.


Sedangkan Raja Fathir yang melihat peperangan terjadi di depannya dan mencium bau darah segar para amulet, tiba-tiba menjadi beringas tanpa sebab.


Raja Fathir menghampiri mayat amulet yang sudah mati dan melahapnya.


“Celaka... para amulet ini berhasil menghidupkan kembali seorang zombie...” batin Raja Diaz yang melihat Raja Fathir malam satu persatu mayat yang tergeletak di sana.


“Galen... mereka berhasil membangkitkan kembali Raja mereka. Kau hadapi zombi itu dulu !” teriak Raja Diaz menoleh ke samping sambil menahan serangan Raja Berry.


Galen yang saat itu sedang menghadapi para pasukan amulet klan hitam segera mendatangi Raja Fathir setelah mendapatkan perintah dari Raja Diaz.

__ADS_1


BERSAMBUNG....


__ADS_2