
Pangeran Diaz dan Putri Zoya duduk di ruang tamu untuk menunggu putri mereka. Karena lama tidak bertemu mereka berdua mengobrol dengan berbagai topik sehingga masalah tentang Krish yang menyusup menjadi terlupakan.
“Sayang bagaimana putri kita...” tanya Pangeran Diaz yang sama sekali tak mengetahui kondisi putrinya.
“Orion... dia pasti senang sekali jika bertemu denganmu. Dia sering menanyakan mu hanya saja aku selalu melarangnya untuk menanyakan lebih lanjut tentang dirimu karena aku selalu sedih saat mengingatmu.” ucapnya sedikit bercerita tentang Orion.
Putri Zoya tampak terus menatap suaminya dan tersenyum dan tak ingin jauh darinya lagi.
“Lalu bagaimana dengan mu di sana, apa kau kembali membantu Ayah mengurusi urusan kerajaan ?” tanya Putri Zoya sambil menyandarkan kepalanya ke bahu Pangeran Diaz.
“Kau tahu sendiri sayang aku seperti apa. Aku tak ingin naik tahta dan mengurusi segala urusan kerajaan. Tapi aku masih sering ke sana sekedar untuk melihat ayah dan ibu saja.” jelas Pangeran Diaz sambil menciumi istri nya karena masih teramat sangat rindu padanya.
“Apa kesibukan mu selama tak ada aku tak bersama mu ?” tanya Putri Zoya lagi yang ingin tahu semua aktivitas suaminya 7 tahun yang lalu setelah mereka berpisah.
“Ya... aku sering ke gereja dan berdoa berharap agar kita sekeluarga bisa bertemu dan berkumpul kembali.” balasnya sambil tersenyum dan memeluk istrinya.
“Sayang... kau jangan pergi lagi. Aku akan bersamamu dan melindungi mu apapun yang terjadi...” pinta Pangeran Diaz.
“Ya sayang... aku sudah merasakan bagaimana rasanya hidup sebagai single parent tanpa kehadiran suami di sisiku. Tak ada yang menaungi kami dan menjaga kami.” jawab putri Zoya bercerita pada suaminya dan mengingat kembali masa-masa sulitnya.
“Maafkan aku sayang... aku tak ada di samping kalian selama ini.” balas Pangeran Diaz yang terlihat sedih dan merasa bersalah.
Di lain tempat Orion dan Galen sudah keluar dari gerbang akademi dan berjalan menuju ke rumah.
Setibanya di persimpangan jalan yang menuju ke tempat tinggal Galen, mereka berdua berhenti sebentar.
“Orion kau mau ikut denganku sebentar ke rumah, kau terlihat haus.” ucap Galen mengajaknya untuk mampir sebentar sambil melepas lelah nya di sana.
“Ku rasa kau yang "haus" bukan aku...” balas Orion menolak sambil tersenyum.
__ADS_1
Galen mendekat dan berbisik di telinga Orion.
“Aku rindu pada mu. Aku rindu kita... bla-bla-bla...” bisik Galen yang membuat wajah Orion tampak memerah.
“Tidak Galen... pinggang ku masih pegal selain itu semua tanda merah di leher ku masih belum hilang...” ucap Orion mendorong Galen yang terus memaksanya.
“Ayolah sayang...” ucap Galen lagi dan Orion hanya tersenyum kecil.
“Baiklah aku akan memberimu hadiah kecil kali ini sebelum kita berpisah.” ucap Orion lalu mendekat dan mencium bibir Galen.
“Sudah.... sekarang pulanglah.” ucap Orion setelah mengakhiri ciumannya. Berat rasanya bagi Galen berpisah semalam saja dengan Orion setelah kejadian sebelumnya.
Orion kembali berjalan menuju ke rumahnya setelah berpisah dengan Galen.
Beberapa saat kemudian Orion sudah sampai di depan rumah. Dia mendengar suara ibunya yang tertawa dan juga suara seorang lelaki.
“Klak...” Orion menari gagang pintu dan masuk ke rumah.
Langkah nya terhenti seketika saat melihat ibunya sedang tujuh berdua bersama seorang lelaki yang di lihatnya beberapa hari yang lalu bersama Galen.
“Orion... kau sudah pulang nak.. ibu sudah lama menunggu mu. Ibu punya kejutan untukmu.” ucapnya sambil tersenyum lebar lalu berdiri dan memegang tangan Pangeran Diaz erat.
“Kau... Orion... ?” ucap Pangeran Diaz saat melihat gadis yang dia temui beberapa hari lalu.
“Orion... ini ayah nak... akhirnya setelah sekian lama kita bisa bertemu lagi dan berkumpul kembali dengan ayah.” ucap Putri Zoya tampak senang dan berseri-seri.
Namun Orion memperlihatkan reaksi yang tak diharapkan oleh mereka berdua. Gadis itu hanya diam dan sama sekali tidak membalas senyuman mereka berdua.
Pangeran Diaz menatap istrinya setelah mendapat sambutan yang dingin dari Orion. Putri Zoya kemudian menari Orion untuk mendekat dengan mereka namun gadis itu lagi-lagi menolak.
__ADS_1
“Orion ini ayah mu nak. Ayah selalu kau tanyakan dan selalu kau rindukan.” ucap Putri Zoya yang melihat Orion masih diam saja.
“Orion sayang... putri kecil ayah. Ayah sudah kembali nak. Ayah rindu sekali padamu.” ucap Pangeran Diaz lalu maju ke depan dan memeluk gadis itu. Namun Orion mundur dan menolak pelukan dari ayahnya.
“Orion... ! Kau kenapa nak ? Bukannya selama ini kau selalu merindukan ayah mu dan sangat ingin bertemu dengan ayah mu ?” tanya Putri Zoya yang terkejut pada sikap penolakan Orion pada ayahnya.
Orion menatap kembali ayahnya. Dalam hati Dia merasakan rindu pada sosok lelaki itu tapi dia juga merasa benci pada sosok ayahnya dimana rasa benci itu mengalahkan rasa rindunya.
“Dimana ayah selama ini ? Kenapa ayah meninggalkan kami berdua ?Apa ayah tahu bagaimana penderitaan kami berdua ?” ucapnya melontarkan pertanyaan yang tak di sangka oleh ibu dan ayahnya.
Pangeran Diaz tampak terpukul dengan pertanyaan yang dilontarkan oleh Orion padanya. Dia semakin merasa bersalah dan menjadi sedih setelah putri yang di rindukannya membenci dirinya.
“Orion... ayah bisa jelaskan semuanya nak. Ayah tidak meninggalkan dirimu dan ibumu. tapi keadaan lah yang memaksa kita untuk berpisah. Meskipun aku sudah mencari kalian berdua sekian tahun lamanya aku belum menemukan kalian hari ini.” ucap Pangeran Diaz menjelaskan panjang lebar pada Orion dan berharap gadis itu bisa mengerti dan menerimanya.
Dalam hati Orion juga merasa sedih kenapa dia menolak sosok ayahnya yang selama ini dirindukannya. Namun entah kenapa dia tak bisa mengendalikan emosinya dan balik membenci lelaki itu.
Dalam diam gadis itu kembali melihat kedua orang tuanya. Nampak ibunya menggenggam erat tangan ayah nya yang menandakan seberapa besar cintanya pada lelaki itu.
“Bukankah ibu sebelumnya selalu membenci ayah karena selalu marah saat aku bertanya tentang nya. Tapi kenapa sekarang keadaan berubah 100% dan ibu sama sekali tidak terlihat membenci ayah... ?” batin Orion yang merasa aneh dengan tingkah ibunya.
“Orion kau salah paham nak... yang dikatakan ayahmu memang benar adanya. Maaf ibu tidak menceritakan detailnya pada mu penyebab ayahmu meninggalkan kita karena kau masih kecil dan Ibu tak ingin kau ikut menanggung rasa sedih seperti ibu...” ucap Putri Zoya ikut bicara untuk menjelaskan semuanya pada Orion untuk meluruskan persepsi Orion yang salah.
“Tidak... ibu tidak bilang begitu pada ku...” ucap Orion menyanggah perkataan ibunya.
“Orion... ayah minta maaf padamu karena ayah gagal menemukan kalian berdua dan melindungi kalian berdua selama ini...” tambah Pangeran Diaz untuk meluluhkan hatinya Orion.
Orion hanya diam saja melihat mereka berdua. Kepalanya terasa berat dan dia tak bisa berpikir dengan jernih. Dia pun segera berlari meninggalkan ayah dan ibunya masuk ke kamar dan mengunci pintunya.
BERSAMBUNG...
__ADS_1