
Satu bulan berlalu dan terlihat keadaan Orion semakin membaik. Gadis itu terlihat sudah bisa berjalan seperti sebelumnya dan semua luka serta bekas di tubuhnya sudah menghilang dan gadis itu bisa kembali beraktivitas seperti biasanya.
“cuiit... cuiit...” Orion bangun dari tidur di pagi hari saat mendengar suara kicauan burung di luar jendela yang merdu.
“Sudah lama sekali rasanya aku tak keluar rumah dan menghirup udara segar di luar....” gumamnya bangkit dari tempat tidur lalu berjalan ke jendela dan membuka lebar-lebar.
“Argh... segar sekali...” ucap Orion saat menghirup udara segar yang masuk ke kamarnya. Dia tersenyum menatap burung-burung yang terbang dan hinggap di ranting pohon.
Dari luar kamar tampak Putri Zoya masuk ke kamar Orion dan menghampiri putrinya.
“Orion... kau sudah bangun...” ucap Putri Zoya menyapa Orion sambil menyentuh bahunya dengan lembut dan Orion berbalik menatap ibunya dengan tersenyum.
“Sayang... kau sudah sembuh sekarang. Lebih baik kau bersiap dulu sebelum Galen datang kemari.
“Iya ibu...aku sudah lama sekali tidak masuk ke akademi. Aku akan bersiap sekarang...” balas Orion dengan bersemangat lalu segera keluar dari kamarnya dan masuk ke kamar mandi. Orion membuka shower dan bermain air di sana.
“tok... tok...” terdengar suara ketukan pintu dari luar.
Putri Zoya keluar dari kamar dan menuju ke ruang tamu untuk membuka pintu. Namun suaminya menarik tangannya dan mananya untuk keluar dari kamar.
“Sayang biar aku saja yang bukakan pintunya...” ucap Pangeran Diaz segera keluar dari kamar dan menuju ke ruang tamu.
“Pangeran Galen... Silakan masuk dulu, Orion masih di kamar mandi.” ucap Pangeran Diaz saat membuka pintu dan melihat Galen yang berdiri di luar pintu.
“Pangeran Diaz... sebenarnya tak perlu memanggilku seperti itu. Panggil saja aku Galen.” ucap Galen pada ayah nya Orion dengan tujuan agar mereka lebih akrab.
“Ya baiklah kalau begitu pangeran... ehm... maksud ku Galen jika kau yang memintanya.” balas Pangeran Diaz melempar senyum pada lelaki itu kemudian mengajaknya duduk di ruang tamu.
Tampak Galen dan ayahnya Orion bercakap-cakap ringan dan sesekali mereka terlihat tertawa bersama. Galen sangat mengagumi sosok Pangeran Diaz yang kuat sebagai macan emas namun juga lembut dan hangat sebagai seorang lelaki. Dia merasa beruntung bisa sering berinteraksi dengan lelaki itu.
__ADS_1
Di tengah pembicaraan tiba-tiba mereka berdua terlihat serius saat membahas suatu hal.
“Galen... aku berencana kembali ke istana Bulan Dingin untuk mengurus suatu hal. Aku akan membuat Orion dan ibunya di terima di negeri amulet. Tapi jangan bilang pada mereka berdua dulu sebelum semuanya berhasil seperti yang ku harapkan...” ucap Pangeran Diaz bercerita panjang lebar mengenai rencananya pada Galen yang sudah di percayainya.
“Kurasa itu bagus pangeran... tapi apa tidak susah mengurusi hal itu.. lalu apa yang pangeran rencanakan ?” balas Galen yang tampak antusias setelah menyimak yang di ucapkan lelaki itu.
“Ya... kau akan tahu nanti...” balas Pangeran Diaz tersenyum.
“Semoga rencana Pangeran berhasil dan segera terealisasi.” balas Galen tersenyum balik pada lelaki itu dan sangat mendukung rencananya.
“Pangeran... aku mau minta izin padamu terlebih dulu. Aku mau mengajak Orion ke istana Cawan Suci dan memperkenalkannya langsung pada Ayah.” ucap Galen tiba-tiba dan tampak serius.
"Ya tentu saja aku mengizinkan mu ke sana bersama Orion. Tapi bagaimana nanti dengan Raja Edwin apa tidak sebaiknya menunda dulu ke sana sampai aku membereskan masalah ku dulu...” jawab Pangeran Diaz memberikan saran untuk Galen.
" Jangan khawatir pangeran... aku bisa mengatasi ayahku.” jawabnya tegas dan yakin yang membuat ayahnya Orion memberikan izin padanya.
Tak lama kemudian Orion keluar dari dalam dan sudah mengenakan pakaian lengkap menghampiri Galen.
“Ayah.... kami berangkat dulu...” ucap Orion berpamitan pada ayahnya lalu keluar bersama Galen.
“Ya kalian berdua hati-hati...” balasnya sambil tersenyum lalu berjalan ke dalam.
“Semoga saja Raja Edwin bisa dan mau menerima identitas Orion yang masih kontroversi.” batinnya lalu masuk ke dapur dan menyesap minuman yang sudah dibuatkan oleh istrinya.
Putri Zoya yang sudah selesai bersiap dan mau berangkat ke rumah makan mencari suaminya dan mengajaknya turut serta kesana.
“Sayang... kau di mana ? Ayo kita berangkat ke rumah makan sekarang...” teriak Putri Zoya mencari suaminya yang tidak ada di kamar. Lalu dia masuk di dapur dan menemukan suaminya di sana.
“Sayang... hari ini ini kau pergilah ke rumah makan sendiri aku masih ada sedikit urusan di negeri amulet.” ucap Pangeran Diaz pada istrinya sambil menaruh cangkir yang di pegangnya ke meja.
__ADS_1
Putri Zoya tidak menaruh rasa curiga sama sekali pada suaminya dan memberinya izin.
“Baiklah sayang... aku berangkat dulu kalau begitu. Kau segeralah kembali nanti.” balas Putri Zoya menghampiri suaminya dan mencium dahinya lalu segera berangkat ke rumah makan.
Tak berapa lama kemudian setelah kepergian istrinya Pangeran Diaz segera berangkat ke negeri amalan setelah bersiap sebentar.
Siang hari di akademi tampak Orion dan Galen yang barusan keluar dari pintu gerbang akademi, berjalan bersama dan menuju ke rumah.
“Orion aku mau kembali ke istana Cawan Suci setelah ini. Apa kau mau ikut menemaniku ke sana ?” tanya Galen pada Orion di tengah jalan dan tampak bersemangat sekali.
Orion diam menatap Galen dan masih mencerna ucapannya. Karena sebelumnya lelaki itu tak mengizinkannya berada di negeri amulet jika tak ada kepentingan yang mendesak.
“Kau yakin mau mengajak ku ke sana ?” tanya balik Orion yang masih merasa tak percaya pada ajakan kekasihnya itu. Galen mengangguk sambil tersenyum menatap Orion.
“Baiklah kita ke rumahku dulu aku akan bersiap sebentar dan setelah itu aku akan mengantarmu pulang untuk bersiap.” ucap Galen yang merasa senang Orion tak menolak ajakannya. Orion kemudian menemani Galen sebentar ke rumah untuk berganti pakaian dan Setelah itu mereka berdua pergi ke rumah Orion untuk menunggu gadis itu berganti baju.
“Baiklah kau sudah siap sekarang ?” tanya Galen pada Orion setelah menaburkan sedikit bubuk ajaib pada tubuh Orion untuk menyamarkan aroma saxion. Orion mengangguk dan menggenggam erat tangan Galen. Mereka berdua lalu segera melesat dengan cepat menuju ke negeri amulet.
Tak beberapa lama kemudian mereka berdua tiba di depan Istana Cawan Suci.
“Salam Pangeran Galen...” ucap dua pengawal yang berjaga di depan Istana menyambut kedatangan Galen.
“Ya...” balas Galen tersenyum tipis menatap kedua pengawal itu lalu segera masuk ke istana bersama Orion.
Kali ini Galen tidak menyuruh Orion untuk menunggu di suatu tempat dia mengajak gadis itu mengikutinya mencari ayahnya.
“Di sini tidak ada...” ucap Galen saat mendapati ruang kerja ayahnya yang kosong. Kemudian dia terus berjalan ke belakang dan di tengah jalan dia melihat ayahnya yang barusan keluar dari suatu ruangan.
“Ayah... !” teriak Galen memanggil ayahnya nya sambil terus memegang tangan Orion.
__ADS_1
Raja Edwin segera berhenti setelah mendengar suara keras Galen yang memanggilnya. Lelaki itu berbalik dan mendapati putranya sedang berjalan bersama seorang gadis bermaksud untuk menghampirinya.
BERSAMBUNG....