Darah Campuran

Darah Campuran
Eps. 160 Lembaran Baru


__ADS_3

Negeri amulet ikut berduka dengan meninggalnya Orion. Sejak saat itu keturunan saxion tak pernah dipandang remeh dan menjadi suatu kebanggaan juga seorang pemula terlahir dalam darah itu.


Galen yang sudah kembali kesadarannya membatalkan pernikahannya dengan Putri Shirein. Lelaki itu di rundung duka setiap harinya karena teringat pada Orion.


Seminggu sekali Galen pergi ke kolam harapan dan berdoa di sana. Dia yakin jika apa pun yang dia minta di situ akan terkabul.


Di suatu pagi yang cerah di akhir pekan Galen berhenti di kolam harapan setelah keluar dari gereja.


meskipun di sana sepi hanya ada dirinya, dia tetap memanjatkan doa.


“Srak...” Galen mengeluarkan koin dari balik saku bajunya kemudian menggenggamnya dengan mengatupkan kedua tangan seraya memejamkan matanya.


“Tuhan... tolong berikan keajaiban mu. Semoga aku bisa ketemu lagi dengan Orion...” ucap Galen berdoa dalam hati kemudian melemparkan koin ke kolam harapan.


Galen pergi dari kolam harapan setelah selesai memanjatkan doanya. Dia mengunjungi beberapa tempat di mana dia pernah bersama dengan Oreo sebelumnya untuk mengenang gadis itu.


Di lain tempat hal yang sama terjadi pada Ratu Zoya. Wanita itu masih dirundung kesedihan atas kepergian Orion. Setiap hari wanita itu menangis jika teringat pada Orion.


Ratu Zoya sedang duduk di kamar di dekat jendela dengan pikiran melayang jauh dan mata yang bengkak.


“Sayang... aku tahu kau tidak bisa menerima kepergian Orion. Tapi kau tidak bisa terus-menerus seperti itu.” ucap Raja Diaz yang masuk ke kamar lalu menghampiri istrinya dan memeluknya dari belakang.


“Orion belum mendapatkan kebahagiaan. Dan dia masih muda... sejak kecil dia sudah hidup menderita dan sekarang dia...” ucap wanita itu lagi sambil meneteskan air matanya.


“Sayang.... sepertinya kau harus program hamil lagi... agar kau tidak merasa kesepian seperti ini.” bisik lirih Raja Diaz di telinga istrinya. Karena lelaki itu juga berpikir harus ada yang meneruskan tahtanya kelak.


“Tapi sayang...” ucap Ratu Zoya enggan karena dia teringat pada rasa sakitnya saat hamil dulu.


“Hal yang kau takutkan tak akan terjadi lagi. Ada aku di sini yang akan menemanimu...” ucap Raja Diaz meyakinkan istrinya. Dia pun membalik istrinya lalu mencium bibirnya.


Raja Diaz menarik istrinya ke tempat tidur dan kembali mencium seluruh tubuhnya.

__ADS_1


“Sayang...” ucap Putri Zoya memeluk erat Raja Diaz yang berada di atas tubuhnya. Dia menarik selimut putih untuk menutupi tubuh mereka.


Beberapa bulan berlalu dan saat ini Ratu Zoya sudah hamil lima bulan.


“Sayang hati-hati...” ucap Raja Diaz saat menangkap istrinya yang hampir jatuh saat turun dari tangga lantai dua.


Di lain tempat Raja Edwin menghampiri Galen yang sedang duduk termenung di sebuah taman di istana.


“Galen... apa kau ingin ayah mencarikan putri berdarah saxion untuk mu ?” tanya lelaki itu melihat putranya yang bersedih karena tak bisa melupakan Orion.


“Tidak ayah... aku akan menunggu Orion kembali.” balasnya sambil tersenyum.


Bagi Galen ada wanita yang bisa menggantikan posisi Orion di hatinya. Dan entah kenapa dia yakin sekali jika dirinya akan bertemu dengan gadis itu lagi entah kapan.


“Ayah tidak ingin kau membujang seumur hidupmu..” ucap Raja Edwin yang merasa resah dengan kondisi putranya.


“Aku tidak akan membujang dan pasti akan menikah ayah...” jawab Galen agar ayahnya tak pernah mencemaskan dirinya.


Dalam hati Raja Edwin merasa bersalah karena dulu dia tidak merestui hubungannya dengan Orion.


“Semoga kau segera menemukan kebahagiaanmu, nak...” ucap Raja Edwin lagi sambil menepuk bahu Galen kemudian pergi meninggalkannya.


Galen tersenyum setelah menatap kepergian ayahnya. Dia merasa senang karena ayahnya tak lagi memaksanya untuk menjodohkannya dengan beberapa wanita. Dia pun juga bisa melihat penyesalan di mata ayahnya walaupun kata itu tak pernah terucap dari bibirnya.


Satu tahun berlalu.


Di istana bulan dingin sedang merayakan pesta kelahiran putra kembar Raja Diaz dan Ratu Zoya. Semua rakyat bersukacita menyambut keluarga baru kerajaan.


Galen ikut merayakan pesta kelahiran adiknya Orion di istana Bulan Dingin. Satu jam kemudian saat acara belum selesai dia keluar dari acara perayaan saat itu dan menuju ke suatu tempat.


“tap... tap... tap...” Galen berjalan menuju ke kolam harapan.

__ADS_1


“Orion... aku sangat merindukanmu... pulang lah sekarang juga. Seandainya kau tahu hari ini kau mendapatkan keluarga baru kau pasti akan senang...” gumam Galen sambil berjalan dan berhenti di depan kolam harapan.


Kali ini Galen mengeluarkan koin yang biasa di pakai Orion untuk mengetuk pagar rumah nya saat masih tinggal di negeri Anubis.


“Orion... ini adalah koin kesayangan mu. Ku harap kau mendengar doa ku...” gumam Galen lalu melemparkan koin kesayangan Orion ke kolam harapan.


“Srak.... !” angin berhembus kencang membuat dedaunan di pohon tercepat terkena angin.


Di sebuah pohon yang berada di belakang Galen berdiri ada seorang gadis mengenakan gaun putih dan mengenakan topeng putih yang menutupi area mata.


Gadis itu sedari tadi melihat Galen dari atas dan mengamatinya juga mendengar doa yang barusan dia panjatkan.


“bruk... !” gadis itu turun dari pohon dan berdiri di depan Galen.


“Apa kau selama ini bisa tidur nyenyak tanpa memikirkan diriku... ? Apa kau selama ini bisa makan dengan lahap tanpa mengingat diriku... ? Apa kau masih menginginkan diriku... ?” ucap gadis itu membungkukkan badannya kemudian berjalan memutari Galen.


“Siapa kau...” ucap Galen menatap gadis itu dan kemudian menghampirinya setelah mencium aroma yang dia hafal sebelumnya.


“Orion.... ?!” ucap Galen tak percaya setelah melihat gadis itu membuka topeng yang menutupi area matanya.


“Sayang apa itu kau sungguhan ?” tanya Galen meraih tubuh Orion dalam pelukannya.


“Galen... aku merindukan dirimu...” balas Orion memeluk Galen dengan erat.


“Sayang... aku juga sangat merindukan dirimu. Mulai sekarang aku akan menjagamu dan tak akan membiarkan dirimu jauh dariku lagi.” ucap Galen memegang wajah Orion kemudian mencium bibirnya.


Galen mengakhiri ciumannya kemudian menggandeng tangan Orion dan mengajaknya berjalan ke negeri amulet menemui keluarganya yang selama ini sangat merindukannya.


TAMAT


***

__ADS_1


Rekomendasi kisah seru lainnya. Cerita seputar detektif. Bisa mampir kesana ya kak.



__ADS_2