
Orion berlari dengan cepat menuruni tangga dan keluar dari istana Cawan Suci. Gadis itu merasa sedih sekali dan merasa Galen telah mempermainkan dirinya.
“Galen kau tega sekali berbuat itu padaku...” gumam Orion masih terisak dan terus berlari melewati pintu gerbang istana Cawan Suci.
Galen menyusul Orion dan berlari dengan cepat menuruni tangga dan melewati pintu gerbang.
“Pengawal apa kalian melihat seorang gadis berlari keluar dari sini ?” tanya Galen berhenti dan bertanya pada para pengawal yang ada di sana.
“Ya Pangeran... gadis itu berlari ke arah sana.” jawab salah satu pengawal sambil menunjuk ke arah dimana Orion berlari.
Galen pun segera berlari dan mencari Orion ke arah yang ditunjuk oleh pengawal tadi.
“Orion... Orion... kau di mana ?” teriak Galen menyusuri jalanan dan belum menemukan gadis itu juga.
“Orion... di sini gelap dan aku khawatir padamu jika ada seseorang akan menangkap mu atau berbuat jahat padamu.” gumam Galen sambal terus mencari keberadaan gadis itu.
Galen pun melacak aroma Orion untuk mencarinya.
“Ini aroma Orion...” ucapnya lirih dan terus mengikuti jejak aroma gadis itu.
“Kemana sebenarnya Orion...?” ucapnya lagi mengikuti aroma jejak gadis itu yang berhenti di balik rerimbunan pohon.
“srak...” Galen menyibak rimbunnya pohon dan masuk ke sana. Di depannya terhampar sebuah laut yang luas.
Dia berjalan menyisiri tepi lautan dan tak menemukan aroma gadis itu lagi.
“Kenapa aromanya hilang di sini ? Jangan-jangan dia terjun ke laut ?!” ucap ucap Galen yang panik dan melihat ke sekitar yang benar-benar sepi tak ada siapapun disana kecuali dirinya.
“Orion... ! Orion... keluarlah. Tunjukkan dirimu, aku bisa jelaskan semua kesalahpahaman ini padamu.” ucap Galen sambil berteriak.
Orion yang memang ada di tempat itu dan bersembunyi di atas pohon setelah mencium aroma Galen yang mengikutinya, melihat dari atas apa yang dilakukan kekasihnya.
“Orion... percayalah pada ku... ini semua tak seperti yang kau lihat.” ucap Galen sambil berteriak dan berharap Gadis itu menunjukkan dirinya.
“Aku juga tidak tahu menahu tentang acara perjamuan makan malam ini, dan Ayah baru memberitahuku tadi....Orion keluarlah...” teriak Galen yang semakin cemas karena tak kunjung menemukan gadis itu.
__ADS_1
Galen menatap lautan dalam dan dingin di depannya. Tanpa pikir panjang pun dia menceburkan diri ke laut dimana aroma Orion berada.
“byur... !” Galen berenang untuk mencari Orion. Sudah beberapa meter lelaki itu berenang dan belum menemukan kekasihnya. Dia pun lalu masuk ke dalam untuk mencarinya karena khawatir gadis itu tenggelam.
Sementara itu Orion masih melihatnya dari atas pohon dengan menitikkan air mata yang sedari tadi tak bisa di bendungnya.
“Galen... kau pasti bohong padaku. Aku lihat kau memeluk gadis tadi dengan mesra...” gumam Orion menatap lautan lepas di depannya.
Sudah satu jam lamanya gadis itu duduk di atas pohon menatap lautan yang dingin sedingin hatinya saat itu. Dia menjadi khawatir melihat Galen yang tak kunjung keluar dari lautan setelah mencarinya.
“buk... !” Orion turun dari pohon dan mendarat ke tanah.
Dia berlari menuju ke tempat Galen terakhir kali menceburkan diri dengan panik.
“Galen... ! Galen... Galen... keluarlah !” teriak Orion sambil berjalan masuk ke lautan untuk mencari Galen.
Karena tak ada jawaban saat itu dan tak ada tanda-tanda lelaki itu muncul dia pun berjalan semakin ke tengah.
“Galen... Galen... jika kau mendengar ku keluarlah !” teriak Orion yang semakin panik dan membenamkan dirinya dalam lautan lalu mencari sampai ke dasar laut.
“Galen... kau dimana...” batin Orion terus berenang mencari lelaki itu.
Ketakutannya seketika hilang saat dia melihat Galen yang ternyata menarik.
“bleb... bleb...” Galen memegang pinggang Orion dan menarik tubuhnya ke atas, namun gadis itu menolaknya dan menyingkirkan tangan Galen dari tubuhnya.
“Kau memang keras kepala Orion...” batin Galen lalu kembali meraih tubuh Orion dalam pelukannya dan mencium bibirnya.
Gadis itu pun larut dalam ciuman dan Galen memanfaatkan kesempatan yang ada. Dia segera menarik tubuh Orion dan membawanya ke atas ke luar dari lautan.
“Agh....” Galen mengakhiri ciuman setelah sampai di daratan dan masih memeluk erat Orion.
“Orion... kau tahu aku sangat menghawatirkan dirimu ? Kau boleh marah padaku tapi jangan membahayakan dirimu dan jangan membuatku lebih khawatir lagi.” ucap Galen membawa tubuh Orion berbaring di atas pasir pantai.
“Lepaskan aku ! Kenapa kau mencari ku ? Bukannya kau senang berdansa dengan gadis tadi ?” ucap Orion yang masih marah dan menyingkirkan tangan Galen dari tubuhnya.
__ADS_1
“Orion dengarkan aku... itu tidak seperti yang kau lihat. Aku terpaksa melakukannya demi nama baik ayahku.” balas Galen memeluk Orion kembali.
“Aku tidak percaya pada semua ucapan mu...” balas Orion mendorong tubuh Galen menjauh dari tubuhnya.
“Aku tidak bohong pada mu. Hanya kau yang selalu ku cintai. Kau semakin manis jika marah seperti ini...” balas Galen dengan tersenyum melihat Orion yang cemburu berat dan kembali mencium bibirnya lama hingga mereka berdua kehabisan nafas dan mengakhiri ciuman.
“Kau jangan seperti itu lagi... kali ini aku bisa memaafkan mu...” jawab Orion yang sudah tak marah lagi pada lelaki itu.
“Tak akan...” jawab Galen lalu kembali mencium bibir Orion sambil memeluk erat tubuhnya.
Sementara itu di istana Cawan Suci, acara perjamuan makan malam menjadi kacau setelah kepergian Galen.
Raja Edwin yang gusar memanggil William yang stand by di sana.
“Cari Galen dan minta dia kembali ke sini secepatnya !” ucapnya memerintahkan ajudan kepercayaannya itu.
“Baik Yang Mulia Raja Edwin...” jawab lelaki itu kemudian segera mencari Galen dan mengerahkan pasukannya agar cepat menemukan Galen.
William dan para pasukannya berpencar untuk mencari Galen. Mereka mencium aroma Galen berada di lautan namun saat mereka memeriksanya tak ada siapapun di sana.
Beberapa pasukan menghadap William dan menyampaikan jika mereka hanya menemukan jejak nya Galen saja.
“Cepat cari ke tempat lain atau ikuti jejaknya !” perintah William pada pasukannya.
Pasukan William kembali mencari Galen melalui jejak aromanya, namun sia-sia dan kembali dengan tangan kosong.
William pun segera kembali ke istana jalan suci dan melaporkannya pada Raja Edwin.
Tampak Raja Edwin yang berada di pesta perjamuan makan malam meminta maaf atas perlakuan Galen yang meninggalkan acara tanpa penjelasan.
Willam menghampiri Raja Edwin setelah selesai meminta maaf.
“Yang Mulia....maaf kami gagal menemukan Pangeran Galen. Sepertinya Pangeran Galen pergi ke negeri anubis bersama kekasihnya.” ucap William berbisik lirih di telinga sang raja.
Raja Edwin tampak geram setelah mendengar laporan dari ajudan kepercayaannya.
__ADS_1
“Galen tunggu saja... kau membuat Ayah melakukan ini. Aku tak rela gadis saxion itu menguasai dirimu !” batin Raja Edwin menahan amarah pada putranya sambil mengepalkan tangannya erat dan menatap kosong ke luar.
BERSAMBUNG....