Darah Campuran

Darah Campuran
Eps. 87 Pernyataan Dua Cinta


__ADS_3

Hari-hari berlalu selama itu pula Orion dan Galen tampak semakin lebih dekat dari hari ke hari. Galen pun sejenak melupakan misi awalnya dan mulai tenggelam dalam kehidupannya di dunia anubis. Sedangkan Ariel tak bisa berbuat apa-apa melihat kedekatan mereka saat ini.


Suatu siang Galen mengantar Orion pulang ke rumah setelah kelas usai. Karena hari masih panjang dia pun memutuskan untuk duduk sejenak di rumah gadis itu dan mengobrol ringan.


“Kau tampak sedikit berkeringat. Tunggulah sebentar aku akan mengambilkan mu minuman.” ucap Orion pada Galen yang duduk bersandar di kursi panjang ruang tamu rumahnya.


Galen hanya mengangguk dan tersenyum saat melihat gadis itu berdiri lalu masuk ke dalam.


beberapa saat kemudian Orion kembali dengan membawakan minuman dingin untuk Galen.


“Ayo minumlah...” ucapnya memberikan minuman dingin itu pada Galen. Galen yang kehausan langsung meminumnya dan meneguknya sampai habis lalu menaruh gelas kembali ke meja.


“Apa kau masih haus... aku akan ambilkan minuman lagi untukmu.” ucap Orion berdiri, namun Galen menarik tangannya dan membuatnya tetap duduk di sebelahnya.


Karena sering melakukan kontak dengan Orion, aroma saxion yang dulu dibencinya kini dia mulai terbiasa dengan aroma itu, bahkan dia selalu mencium aroma wangi dari tubuh gadis itu yang membuatnya seperti terhipnotis mencium aroma harum itu dan membaca selalu ingin berada di dekat gadis itu, sekedar untuk mencium aromanya.


Galen tiba-tiba menggeser duduknya lebih dekat dengan Orion selalu berbisik di telinganya.


“Aku tidak haus lagi... aku hanya ingin kau duduk disini dan menemaniku.” bisiknya lirih di telinga gadis itu sambil menghirup aroma wangi rambut Orion.


“Ya baiklah...” jawab gadis itu menggeser duduknya sedikit menjauh dari kalian karena merasa terlalu dekat dengannya dan membuatnya tidak nyaman karena jantungnya berdebar hebat. Mereka berdua pun kembali mengobrol ringan sampai lupa waktu dan tak terasa hari sudah sore.


“Orion... aku mau pulang dulu karena sudah sore.” ucap Galen mengakhiri pembicaraan mereka dan berdiri dari kursi menuju ke pintu rumah.


Orion mengangguk menanggapi nya kemudian mengantarnya sampai ke depan pintu. Di depan pintu mereka berdua bertemu dengan Putri Zoya yang keluar pulang dari rumah makan.


“Ibu... aku permisi pulang dulu.” ucap Galen menyapa ibunya Orion dan meminta izin pulang.”ucapnya saat berpapasan dengan sang putri.


“Ya Galen... hati-hati di jalan.” ucapnya pada anak itu sambil melambaikan tangan bersama Orion. Setelah Galen tak terlihat lagi, mereka berdua memasuki rumah.

__ADS_1


Putri Zoya yang sempat melihat Orion yang tampak menyembunyikan rasa pada lelaki itu mengajaknya bicara sebentar.


“Orion... duduklah sebentar nak, ada yang ingin ibu bicarakan denganmu.” ucapnya lembut lalu duduk di kursi.


Orion tidak menyahut dan segera duduk di depan ibunya karena tak biasanya ibunya ingin bicara serius padanya.


“Orion... Ibu kira kau sudah dewasa sekarang dan mungkin kau akan mempunyai pasangan kelak. Carilah lelaki yang benar-benar bisa menerimamu apa adanya dan ibu harap lagi itu bukan dari golongan anubis karena usia mereka pendek tidak seperti kita.” ucapnya pemeriksaan penjelasan panjang lebar pada gadis itu.


“Iya ibu...” jawabnya singkat meskipun merasa bingung kenapa ibunya tiba-tiba membahas masalah pasangan dengannya dan melarangnya menjalin kasih dengan seorang manusia.


Keesokan harinya


pagi hari seperti biasa Ariel datang menjemputnya dan mengajaknya berangkat ke akademi bersama. Sambil berjalan mereka berbicara ringan. Di tengah percakapan, tiba-tiba lelaki itu terlihat sedikit gugup.


“Orion aku ingin bicara serius padamu...” ucapnya dengan wajah tegang.


Ariel tampak gugup dan menarik nafas dalam-dalam untuk meredakan ketegangan yang dirasakannya.


“Orion... sebenarnya selama ini aku aku menyukaimu. Aku ingin kau menjadi kekasihku, apa kau berkenan ?” tanyanya setelah mengumpulkan seluruh keberanian untuk mengucapkan kata itu dari bibirnya.


Orion tampak terkejut sekali dengan pertanyaan yang dilontarkan oleh Ariel barusan. Dia tak menyangka saja lelaki yang sudah dianggapnya seperti kakaknya sendiri itu menaruh hati padanya.


“Ariel... terima kasih selama ini kau selalu menjaga ku dan selalu menolong ku setiap saat. Tapi maaf... selama ini aku menyayangi mu dan menganggap mu sebagai kakak ku.” jawabnya lembut kata tidak menyakiti hati Ariel.


Ariel tampak terpukul dan kecewa dengan jawaban yang dilontarkan oleh Orion padanya. Hatinya serasa ditusuk ribuan duri karena cintanya yang bertepuk sebelah tangan dan membuatnya merasa sesak.


Akhirnya mereka pun berjalan dalam diam sampai masuk ke pintu gerbang. Ariel yang masih merasa sedih berjalan dengan gontai meninggalkan Gadis itu dan segera masuk ke kelasnya.


“Ariel... maafkan aku. tapi aku tak bisa membohongi hatiku dan aku tak ingin kau terluka lebih dalam lagi.” batinnya sambil menatap lelaki itu yang tertunduk dengan wajah sedih berjalan dengan tidak semangat.

__ADS_1


Siang harinya Ariel yang masih belum bisa menerima penolakan dari Orion memilih untuk pulang sendiri.


Orion yang tahu jika lelaki itu masih sakit hati setelah penolakannya, berjalan sendiri keluar dari pintu gerbang. Namun dia bertemu dengan Galen yang mengajaknya pulang bersama.


Galen yang mulai menyadari jika dirinya sudah menaruh hati pada gadis itu setelah lama bersamanya mengajaknya untuk mampir ke rumah sebentar.


“Orion mampirlah sebentar ke rumah ku. Aku punya sesuatu untukmu.” ucapnya tiba-tiba ditengah perjalanan sambil tersenyum ke gadis itu.


“Ada apa... apa yang mau kau berikan padaku ? Kau bisa memberikannya sekarang tanpa harus ke rumah mu.” balasnya sambil tersenyum kecil dan penasaran.


“Tidak bisa... aku lupa membawa nya tadi jadi aku akan mengambilnya di rumah dan sekalian kau ikut saja.” ucapnya terus mendesak gadis itu agar mau mampir ke rumahnya.


“Baiklah...tapi sebentar saja.” balasnya agar tidak mengecewakan lelaki itu telah mengecewakan Ariel.


Mereka berdua pun akhirnya berjalan menuju ke rumah Galen. Setelah tiba di rumah, lelaki itu memintanya untuk menunggu sebentar di dalam sementara dia masuk ke kamar dan mengambil barang yang di maksud.


Beberapa saat kemudian Galen keluar dengan membawa sebuket mawar merah yang membuat gadis itu terkejut.


“Ini untuk mu Orion... aku yang merangkainya sendiri, tolong terimalah.” ucapnya menyerahkan sebagian mawar yang dipegangnya pada gadis itu.


Orion berdiri menerima mawar pemberian dari kaleng dengan penuh tanda tanya dalam benaknya dan juga tersipu.


“Galen Untuk apa kamu memberikan mawar ini padaku ?” tanyanya untuk memperjelas apa maksud dari lelaki itu. Galen berjalan lebih mendekat lalu memegang tangannya.


“Orion... aku menyukaimu... bersediakah kau menjadi pasangan hidup ku ?” ucapnya lembut sambil menatap dalam-dalam mata gadis itu.


Orion tampak terkejut sekali mendengar pernyataan Cinta dari Galen dan tak bisa berkata apa-apa. Dia tidak tahu harus menjawab apa.


BERSAMBUNG....

__ADS_1


__ADS_2