
Tak butuh waktu lama Hady tiba di wilayah istana Bulan Dingin. Sebelumya dia merubah penampilan dan wajahnya terlebih dulu untuk mendukung penyamarannya agar tak ada yang curiga padanya. Tentu saja hanya amulet tingkat atas yang bisa melakukan hal itu. Vampir kelas bawah tak bisa melakukan penyamaran dengan merubah wajah mereka.
Hady memasuki rumah warga di sekitar istana itu dan membaur dengan warga daerah setempat. Dia melihat orang yang berlalu lalang lalu melihat seorang wanita yang berhenti di pinggir jalan dekat pasar di daerah itu. Hady lalu menghampiri wanita itu.
“Siang nyonya, maaf mengganggu waktunya sebentar.” tanyanya sopan pada wanita yang usianya di atasnya itu.
“Ya... apa ada yang bisa ku bantu anak muda ?” balas wanita itu sambil memegang keranjang belanjaannya menatap anak muda berpakaian rapi itu.
“Nyonya apakah nyonya pernah bertemu dengan seorang anak saxion ?” ucapnya membuka pertanyaan.
Wanita itu diam sambil berpikir dan mengamati pemuda di depannya itu dari ujung kaki sampai ke ujung kepala dengan tatapan menyelidik. Dia tidak tahu apa yang di rencanakan anak muda itu dan apa tujuannya mencari anak saxion ?
“Maaf anak muda, aku belum pernah sekalipun bertemu dengan anak dari jenis saxion.” balasnya singkat sambil melihat reaksi lawan bicaranya.
Hady yang merasa wanita itu sedikit curiga padanya dan berpikir jika wanita itu mungkin akan mengetahui identitas aslinya jika dia meneruskan.
“Maaf nyonya jangan salah paham dulu padaku. Aku hanya penasaran saja seperti apa saxion itu. Atau mungkin nyonya tahu seseorang yang mungkin tahu hal itu, jadi aku bisa bertanya padanya ?” tambahnya lagi secara terselubung.
Wanita itu masih diam dan berpikir lagi dalam keraguan.
“Anak muda aku tidak tahu kebenarannya tapi mungkin ini bisa membantu mu. Ada rumor yang mengatakan..... dan kau bisa mencari kebenarannya sendiri dengan mengecek ke rumah.....” jelas wanita itu yang menceritakan tentang Pangeran Diaz dan tempat tinggalnya pada Hady.
“Terima kasih nyonya...”ucap hady tersenyum pada wanita tadi. Tapi wanita itu segera pergi dari hadapan Hady dengan wajah ketakutan sambil melihat ke kanan dan ke kiri lalu menghilang di tengah keramaian.
Setelah berhasil mendapatkan tempat tinggal Pangeran Diaz dia pun kembali berjalan. Dan kali ini dia masuk ke pasar. Dia diam sejenak untuk berpikir dan akhirnya menemukan sebuah ide saat melihat seorang nenek penjual lollipop.
“Permisi nenek, maukah nenek membantu ku ?” tanya Hady berjalan mendekati nenek penjaja permen manis itu.
__ADS_1
“Apa yang bisa ku bantu, anak muda ?” tanyanya pada Hady. Lelaki itu kemudian lebih mendekat lagi lalu sedikit berjongkok.
“Nenek tolong bantu aku....” ucapnya berisik pada nenek itu menjelaskan maksudnya.
Nenek itu tersenyum, lalu menyerahkan semua permen dagangannya berikut tempat permen itu pada Hady.
Hady lalu memberikan sejumlah uang pada nenek itu dan membawa pergi semua lollipop dan tempatnya keluar dari pasar itu. Dia lalu merubah dirinya lagi menjadi sosok lelaki tua. Setelah itu dia berjalan menuju ke tempat tinggal Pangeran Diaz sambil menjajakan lollipop itu pada anak-anak kecil yang dia lewati.
Sementara itu di villa jantung emas.
Pangeran Diaz menetapkan aturan ketat setelah peristiwa Orion putrinya di bawa kabur oleh Ibunya sendiri. Dia melarang istri dan anaknya keluar dari villa itu sejengkal kakipun. Hal itu di lakukannya sebagai antisipasi agar para amulet lainnya tidak mengetahui istri dan anaknya yang akan membawa masalah baginya. Selain itu agar berita itu tak sampai ke telinga Dewan Konstitusi Vampir.
Hady akhirnya tuba di depan villa jantung emas. Ia kembali berakting sebagai penjual lollipop.
“Lollipop manis.... siapa yang mau ?Lollipop...” ucapnya dengan berteriak dengan keras dan mirip sekali dengan penjual lolli asli.
Melihat lollipop besar beraneka warna itu dia menjadi sangat tertarik dan menginginkan itu mengingat ibunya tak pernah memberinya atau mengizinkannya makan permen manis seperti itu.
Dia pergi ke belakang dan melihat niki sedang melakukan pekerjaan rumah. Lalu dia menuju ke kamar ayahnya dan membuka sedikit pintunya, ternyata ayah dan ibunya tidur berpelukan dalam satu selimut.
“Hihihi....” anak itu tersenyum riang lalu segera menutup pintunya pelan dan kembali berjalan mengendap-endap kembali ke depan agar tak ada yang mengetahui kalau dia menyelinap. Dia merasa beruntung kali ini, semua orang yang ada di rumah sedang sibuk dan dia bebas.
“Lollipop manis... ayo lollipop manis... siapa yang mau ?” Hady kembali berteriak saat lewat di depan villa jantung emas.
Orion kecil langsung membuka pintu yang di kunci itu dan keluar sambil menoleh ke belakang.
“Lolli pak... aku mau lolli....”ucapnya.
__ADS_1
Hady lalu berhenti dan menghampiri anak kecil yang berdiri di depan pintu sambil sesekali menoleh ke belakang itu.
“Iya nak, kau mau berapa lollipop ?” tanya Hady menurunkan semua lollipop dan menunjukkan pada anak kecil itu.
“Woow...” ucap Orion melihat lollipop beraneka warna itu.
“Aku mau tiga, pak tua. Yang ini, ini dan ini.” anak itu memilih dan mengambil lollipop yang dia suka.
“15 sen saja untuk tiga lollipop yang kau ambil nak.” balas Hady yang melihat Orion tampak kecewa lalu menaruh kembali lollipop itu ke tempatnya.
“Maaf pak, aku tidak jadi mengambilnya. Aku tak punya uang untuk membayarnya.” jawabnya lalu berlari menuju ke pintu.
“Tunggu nak...! Hanya untuk mu kakek akan memberikan lollipop ini secara gratis.” Orion kembali dengan senyum mengembang di bibirnya. Dia menerima lollipop itu setelah mengucapkan terima kasih.
“Kakek boleh tahu siapa nama mu nak ?” tanyanya sambil memegang tangan Orion dan memastikan identitas anak itu.
“Orion kakek... terima kasih lolli nya.” tersenyum lalu kembali masuk ke rumah dan mengunci pintunya.
Hady kembali berjalan dan kembali menjajakan permen lollipop. Setelah beberapa saat kemudian, dia tersenyum menyeringai dan dia pun kembali ke wujud aslinya dari kakek tua kembali menjadi anak muda.
“Sesuai dugaan ku anak itu memang keturunan saxion.” ucapnya sambil tersenyum lalu pergi dari tempat itu dan kembali ke ke tempat dimana Dewan Konstitusi Vampir berada.
Sementara itu Orion segera menghabiskan lollipop yang di pegangnya agar tidak ketahuan oleh orang rumah dan kena marah. Sambil makan dia melihat ke luar jendela mencari kakek baik hati yang telah memberinya lolli tadi.
“Kakek...” ucap gadis itu saat melihat seorang lelaki muda yang berjalan melewati rumahnya sambil tersenyum ke arahnya.
Beberapa saat kemudian Hady tiba di Dewan Konstitusi Vampir.
__ADS_1
BERSAMBUNG....