Darah Campuran

Darah Campuran
Eps. 80 Pembubaran Misi


__ADS_3

Sementara itu Galen masih di rumah Orion setelah gadis itu selesai merawat luka bengkak di wajahnya. Dia melihat sekeliling rumah itu sambil menunggu Orion yang masuk ke belakang mengembalikan semangkok es batu dan handuk kecil yang tadi di pakainya.


“Aroma amulet lain tercium di rumah ini, mungkin itu adalah aroma Putri Zoya istrinya Pangeran Diaz.” gumam Galen yang mencium aroma kuat amulet di rumah itu.


Beberapa saat kemudian Orion kembali dan duduk di samping Galen membawa beberapa obat untuk luka luar.


“Apa lagi yang akan kau lakukan padaku ?” tanya Galen melihat Orion meneteskan obat pada kapas.


“Ada sedikit luka di wajah mu. Aku akan menutupnya agar tidak terjadi infeksi pada luka mu. Kau diam saja jangan bergerak.” ucapnya lalu mengoleskan kapas pada luka di wajah kering setelah itu menutupnya dengan plester.


“Orion... apa kau di rumah ini sendirian ?” tanyanya sambil menunggu gadis itu selesai merawatnya.


“Ibu ku ada di rumah makan, mungkin sebentar lagi akan pulang.” jawabnya sambil menempelkan plester lagi pada wajah Galen.


“Kalau ayahmu di mana dia... ?” tanyanya memancing dan mencoba mengorek informasi dari gadis itu.

__ADS_1


Orion selesai menempel plester pada luka di muka Galen dan tampak terdiam mendengar pertanyaan dari lelaki itu.


“Ah... ayah ku... aku sudah lama sekali berpisah dengan ayahku, tolong jangan tanyakan hal itu, aku tak mau membahasnya.” ucap gadis itu menundukkan kepala sambil memegang sisa plester yang tak terpakai.


“Ah... maaf kalau begitu... aku tak tahu jika itu akan membuatmu sedih.” ucapnya yang kecewa karena tak berhasil mengorek informasi dari gadis itu.


Orion mencoba tersenyum di depan Galen meskipun sebenarnya dia merasa sedih sekali dan lelaki itu mengetahui kesedihan Orion namun dia tak bisa berbuat apapun.


Beberapa saat kemudian Galen yang merasa sudah berada lama di rumah Orion minta izin untuk pulang. Di depan pintu, mereka bertemu dengan Putri Zoya.


“Orion... siapa lelaki itu ?” tanya sang putri berbisik lirih di telinga Orion.


Galen tersenyum dan terus menatap ibunya Orion yang baru pertama kali dia jumpai.


“Jadi ini Putri Zoya... pantas saja Pangeran Diaz tergila-gila padanya.” batinnya menatap wanita cantik di hadapannya itu.

__ADS_1


Putri Zoya mengajak Galen untuk masuk ke rumah, namun dia menolaknya secara halus karena harus segera pulang.


Putri Zoya meninggalkan mereka berdua di luar agar leluasa ngobrol, namun Galen langsung berpamitan pada Orion.


“Terima kasih sudah merawat lukaku. Sampai ketemu besok.” ucapnya lalu pergi meninggalkan Orion.


Gadis itu segera masuk ke rumah dan menutup pintu setelah lelaki itu hilang dari pandangannya. Di dalam rumah, ibunya sudah menunggu di kursi dan mulai menanyakan berbagai hal tentang Galen padanya.


Sementara itu di tengah jalan pulang yang dipakai Pangeran kanan tiba-tiba berkedip lagi menyala hijau.


“Ya bulan darah masuk...” ucap Pangeran Galen menerima pesan suara infrasonik itu.


“Pangeran... kami baru saja mendapatkan perintah dari tuan Bruno. Sepertinya misi kita sudah berakhir dan hanya perlu memantau keberadaan jadi saxion itu saja. Jika kau ingin kembali ke negeri amulet maka segeralah kembali.” ucap Krish dalam gelombang infrasonik.


“Apa... ? Aku masih di jalan. Nanti saat sampai aku akan menghubungimu lagi.” ucapnya lalu mengakhiri percakapannya dengan salah satu anggota tim siluman karena merasa tak nyaman saja jika harus membahas misi rahasia di jalanan umum.

__ADS_1


Pangeran Galen segera melesat cepat ke udara dan menuju ke tempat tinggalnya sementara yang ada di negeri anubis. Selama perjalanan dia berpikir apa benar misi ini telah berakhir ? Ataukah itu hanya keputusan sepihak dari timnya. Karena menurutnya tak mungkin jika seorang Raja Agastya begitu cepat mengakhiri misi tanpa hasil.


“Dari awal jika dipikir lagi misi ini sebenarnya hanya sebuah lelucon bodoh yang bertujuan untuk mempermalukan diriku saja, bukan ? Jika misi ini berakhir seharusnya aku merasa senang...” gumamnya lagi setelah berpikir.


__ADS_2