Darah Campuran

Darah Campuran
Eps. 101 Galen Kembali Ke Markas


__ADS_3

Keesokan paginya Orion bersiap berangkat ke akademi seperti biasanya. Hari itu tampak sepi karena tak ada Galen ataupun Ariel yang menjemputnya untuk berangkat bersama.


“Ibu... aku berangkat dulu...” ucap Orion berpamitan pada ibunya yang sedang berganti baju di kamar.


“Ya nak, hati-hati di jalan. Kau berangkat bersama Galen ya ?” jawab Putri Zoya dari balik kamar.


“Tidak bu... aku berangkat sendiri. Aku pergi duluan.” tambahnya lagi lalu keluar dari kamar meninggalkan ibunya. Gadis itu menatap kursi di ruang tamu di mana di sana biasanya Galen duduk menunggunya untuk berangkat.


“Huft...” Orion membersihkan nafas berat lalu segera keluar dari rumah untuk menghindari bayangan Galen yang dia lihat lagi. Namun di sepanjang jalan, dia kembali teringat pada sosok lelaki itu yang selalu menemaninya dan tersenyum padanya juga menghiburnya saat dia sedang kesal.


Tak mau larut dalam kesedihan, Orion mempercepat langkah kakinya agar segera sampai di akademi. Di depan pintu gerbang dia berhenti saat melihat Galen yang menunggunya di dekat pintu masuk.


Galen lalu menghampiri Orion yang masih berdiri di tengah pintu masuk.


“Orion apa yang kau lakukan ? dengan berdiri ditengah seperti itu kau akan jatuh jika ada banyak orang yang berjalan menabrak mu karena ramai dan tak memperhatikan diri mu.” ucap Galen lalu menarik Orion menepi dari pintu gerbang dan mengajaknya berjalan bersama. Orion hanya menatap lelaki itu dan tak mengucapkan sepatah kata apapun padanya.


“Orion... maaf aku tidak menjemputmu tadi pagi karena aku kesiangan.” kata Galen yang tahu jika gadis itu masih marah padanya dan mencoba mencairkan amarahnya.


“Galen aku masuk ke kelas dulu. Karena lima menit lagi kelas akan di mulai.” ucap Orion tiba-tiba setelah mereka berjalan bersama tanpa kata lalu meninggalkan negara lain dan berlari masuk ke kelasnya.


Hari berikutnya masih tak ada perubahan pada sikap Orion. Gadis itu masih sampai acuh dan tak mau berdekatan dengan Galen lagi.


Siang hari di kantin, Galen melihat orang yang duduk sendiri di sebuah kursi lalu dia ikut duduk di depan Orion.


“Orion... apa kau sudah memesan makanan atau minuman ? Jika belum biar aku saja yang akan memesankan nya.” ucap Galen bertanya dan mencoba memegang tangan Orion. Gadis itu tidak menjawab dan menggelengkan kepalanya lalu segera bangkit dari kursi meninggalkan Galen.

__ADS_1


“Orion tunggu... aku hanya mau bilang besok...” ucap Galen pada Orion yang hanya menoleh padanya dan terus berlalu meninggalkannya sendirian.


“Huft... Orion sampai kapan kau akan marah seperti itu padaku. Mungkin aku harus bersabar sedikit lagi sampai hatimu melunak padaku...” keluh Galen sambil menghela nafas menatap kepergian kekasihnya yang masih marah padanya dan tak tahu harus berbuat apa.


Hari ketiga di akademi Orion berjalan seperti biasa. Namun dia merasa aneh kali ini.


“Aku tak melihat Galen hari ini.” batinnya sambil menatap ke sekeliling mencari keberadaan lelaki itu.


“Ah... biarkan saja... kenapa aku harus memikirkan mu ? Mungkin dia ada kegiatan lain di sini.” batin Orion berhenti mencari Galen dan berjalan seperti biasa menuju ke kelasnya.


Sampai siang hari dan bahkan sampai jam pulang gadis itu sama sekali tak melihat Galen di sana.


Sementara itu di lain tempat, hari ini Galen memutuskan untuk kembali ke negeri amulet untuk bertemu dengan tuan Bruno terkait dengan misi dilaksanakannya kali ini dan juga bertemu dengan ayahnya.


Tak berapa lama kemudian dia tiba di markas tim siluman di aula bulan kembar. Di sana terlihat Bruno yang sudah menunggunya dan tiga anggota tim siluman lainnya yang terlihat masih babak belur bekas pertarungan mereka dengan Galen serta Ariel sebelumnya.


Setelah pertarungan yang terjadi antara Galen vs tim siluman. Tiga anggota tim siluman itu yang terluka parah segera kembali ke ke negeri amulet setelah mereka sadar. Mereka bertiga menuju ke markas yang ada di istana bulan dingin dan menemui Bruno.


Secara tak sengaja mereka bertiga bertemu dengan Bruno yang selesai memeriksa setiap pengawal yang ada di sana.


“Tuan Krish, tuan Arvin dan tuan Danie... apa yang terjadi pada kalian ? Kenapa bisa sampai babak belur begitu ?” tanya Bruno yang terkejut sekali melihat kedatangan tiga anggota tim siluman yang terluka parah.


“Tuan Bruno kami ke sini mau melaporkan hal terkait dengan misi kita.” jawab lelaki itu mewakili dua anggota tim lainnya. Tanpa banyak pertanyaan lagi Bruno segera mengajak mereka bertiga masuk ke aula bulan kembar.


Setibanya di markas, mereka duduk bersama dan membahas masalah misi mereka.

__ADS_1


“Jadi ada apa... ?” tanya Bruno lagi pada mereka bertiga karena penasaran.


“Tuan kami bertiga baru kembali dari negeri anubis untuk memantau perkembangan di sana. Lalu secara mengejutkan kami mendapati Pangeran Galen....” tutur Krish menjelaskan duduk perkara dari awal kejadian sampai akhir yang terjadi pada mereka bertiga di sana pada Bruno.


“Jadi begitu ceritanya...” ucap Bruno setelah mendengarkan semua cerita dari Krish.


Bruno tampak diam dan berpikir sejenak setelah mendengar semua cerita itu. Sebenarnya dia mau membubarkan tim itu karena dirasa sudah aman dan tak perlu melakukan penyelidikan lebih lanjut pada saxion itu. Namun kita berani mengambil keputusan sendiri tanpa perintah dari Raja Netra.


“Kalian tunggu sebentar di sini sambil mengobati luka kalian. apakan panggilkan petugas medis untuk merawat luka kalian. sementara itu aku akan melaporkan pada Raja Netra.” ucap Bruno pada mereka bertiga lalu keluar dari aula bulan kembar dan memanggil salah satu pengawal yang ada di sana untuk memanggil tim medis istana.


Bruno lalu masuk ke istana untuk menemui Raja Netra. terlihat Raja Netra sedang duduk di singgasananya bersama dengan Ratu Bonita.


“Salam Yang Mulia Raja Netra...” ucap pengawal kepercayaan Rajendra itu memberi hormat padanya.


“Ya ada apa Bruno ?” tanya Raja Netra langsung ke pokok permasalahan karena dia mempunyai banyak urusan yang harus diselesaikan di sana.


“Yang Mulia... ini terkait dengan misi penyelidikan saxion dan juga werewolf itu. Sampai sekarang setelah dilakukan penyelidikan pada mereka ternyata sama sekali tak ada motif lain yang ditemukan. Dan target kesini murni hanya untuk menemui Pangeran Diaz. Lalu Bagaimana kelanjutannya Apakah misi ini akan terus dijalankan atau kita akhiri... ?” jawab Bruno panjang lebar menjelaskan perkembangan misi selama ini pada Raja Netra dan tidak menjelaskan perihal hubungan kedekatan Pangeran Galen dengan cucu Raja Netra.


Tampak Raja Netra diam sejenak setelah mendengar penjelasan panjang dari pengawal kepercayaannya itu. Dia berpikir dan kemudian mengungkapkan isi pikirannya itu pada Bruno.


“Bruno jika memang sudah tak ada yang perlu diselidiki lagi bubarkan misi ini dan tak penuh melanjutkan penyelidikan lagi terhadap mereka.” jawab Raja Netra pada Bruno setelah mempertimbangkannya baik-baik.


“Baik yang mulia...kalau begitu tim yang menjalankan misi ini akan segera ku bubarkan.” jawab Bruno kemudian undur diri dan memberikan salam pada raja Netral lalu keluar dari istana dan kembali ke Aula bulan kembar untuk meneruskan perintah dari raja nya.


Kembali ke pertemuan di aula Bulan kembar sekarang.

__ADS_1


“Pangeran Diaz Galen kebetulan sekali kau datang...” ucap Bruno yang melihat Pangeran Galen memasuki Aula bulan kembar.


BERSAMBUNG....


__ADS_2