
Lelaki tadi kemudian berdiri di depan istana hanya untuk sekedar melihat saja tak ada niat lainnya. Namun tiba-tiba pengawal yang ada di pintu gerbang memberinya hormat.
“Salam Pangeran Diaz...”ucap para pengawal menyapanya saat mengetahui kedatangannya.
“Salam...” balasnya kikuk saat menjawab salam itu.
Lelaki itu tampak canggung dan tak tahu apa yang harus dilakukannya.
Dari dalam istana tampak Pangeran Asoka melihat kedatangannya.
“Kakak cepat masuk... ayah dan ibu mencari mu.” panggil Pangeran Asoka menghampiri nya dan menyuruhnya segera bergegas untuk masuk.
“Kau memanggilku... ?!” jawabnya bingung dan menatap lawan bicaranya.
“Kakak jangan bercanda siapa lagi aku ajak bicara selain kakak di sini ??” balas Pangeran Asoka yang sama sekali tak menaruh rasa curiga pada lelaki yang berjalan bersamanya.
“Glek... jadi lelaki ini adalah adik dari Pangeran Diaz ? Ouh apa yang harus ku lakukan... aku sama sekali tak mengenal keluarga kerajaan.” batinnya sambil menelan ludah.
“Ya adik...” jawabnya lalu mengikuti Pangeran Asoka masuk kedalam istana.
Di dalam istana tampak narapidana itu melihat kemegahan istana dengan kagum. Sepanjang jalan, dia mengamati benda-benda antik dan barang-barang berharga yang ada di istana itu.
“Aku tidak menyangka mendapatkan berkah seperti ini. Banyak barang berharga di sini yang bisa ku aman kan...” batin lelaki itu senang seolah mendapatkan banyak durian runtuh di hadapannya.
Mereka berdua kemudian masuk ke ruang makan di mana Di sana sudah tersaji berbagai aneka masakan istana yang dibuat oleh koki khusus istana.
“Kak... kenapa diam saja dan tidak segera duduk ?” tanya Pangeran Asoka saat melihat lelaki itu tak kunjung duduk di saat yang lainnya sudah duduk.
“Ah ya...” jawabnya lalu menarik kursi dan duduk disebelah Pangeran Asoka.
Sejenak Pangeran Asoka menatap kakaknya karena merasa sedikit aneh dengan tingkahnya yang tidak seperti biasanya.
“Hmm...” Pangeran Asoka segera menyantap hidangan yang tersaji di hadapannya.
__ADS_1
Sementara itu narapidana tadi tampak bingung menatap hidangan mewah yang tersaji di depannya karena selama ini sudah makan ala kadarnya makanan di tahanan.
“Nak... kenapa kau tidak segera menyantap makanan mu ?” tanya Ratu Bonita melihat Pangeran Diaz yang tak kunjung makan juga.
“Ya ratu... aku akan segera makan.” jawabnya lalu Segera makan dan terlihat lahap sekali. Lelaki itu tampak mengambil makanan lagi setelah barangnya kosong dan hampir menghabiskan beberapa hidangan yang ada di meja.
Ratu Bonita menatap putranya itu dan merasa heran sejak kapan putranya menjadi selahap itu saat makan.
Raja Netra mencoba berbicara pada putranya itu di sela-sela makan.
“Diaz... apa kau sudah memikirkan apa yang ayah katakan pada mu kapan lalu ?” Tanya Raja Netra pada Pangeran Diaz.
“Apa maksud dari Raja Netra ?” tanya lelaki itu yang sudah bingung pada apa yang dikatakan oleh Raja Netra padanya.
Raja Netra tak melanjutkan lagi pertanyaannya dan dia sudah bisa mengetahui jawabannya, pasti Pangeran Diaz menolaknya dan melanjutkan makannya.
“Aku rasa ada yang aneh dengan Diaz hari ini...” batin Raja Netra sesekali menatap putranya yang menurutnya bertingkah aneh.
Selesai makan saat semua orang kembali pada kesibukannya masing-masing, lelaki yang merupakan narapidana tadi tampak menuju bagian istana di mana di sana terdapat banyak barang berharga.
Sementara itu di penjara kabut hitam seorang petugas sipir menemukan sebuah kantung hitam yang berada di bawah pohon.
“Ini kan...” gumam petugas sipir saat mengambil kantung hitam dan melihat bubuk ajaib dalam kantong itu sudah habis terpakai.
“Jangan-jangan... tahanan itu kabar dengan menggunakan pupuk ini dan menyamar sebagai salah satu sipir di sini untuk mengecoh kami... ?!!” ucapnya membuat dugaan yang kuat. Dia pun segera menunjukkan penemuannya itu pada kepala sipir.
Dan saat itu juga kepala sipir memerintahkan untuk menyebarkan berita ke seluruh negeri amulet perihal tahanan yang kabur dari penjara kabut hitam yang kemungkinan menyamar menjadi orang lain, serta kembali melakukan pelacakan untuk menemukannya.
Di lain tempat tampak Pangeran hias akhirnya tiba di pintu gerbang istana Bulan Dingin. Lelaki itu segera berjalan masuk seperti biasanya ke istana, namun para pengawal yang ada di sana menahan nya.
“Hey berhenti kau ! Siapa kau ??!” bentak pengawal yang ada di sana menghalangi Pangeran Diaz masuk.
“Siapa aku... ? Apa yang terjadi pada kalian kenapa memperlakukanku seperti ini ?!” ucap Pangeran Diaz yang merasa aneh dengan para pengawal istana dan tetap menerobos masuk ke dalam istana.
__ADS_1
Tak lama kemudian datanglah seorang utusan dari penjara kabut hitam ke istana Bulan Dingin.
“Aku petugas dari penjara kabut hitam dan tujuan tugas ini hanya ingin menyampaikan jika ada satu tahanan yang berhasil kabur dan kemungkinan menyamar menjadi orang lain.” ucapnya pada para pengawal yang ada disana kemudian segera pergi dan menuju ke istana lain untuk menyampaikan informasi itu.
“Apa... jangan-jangan yang barusan masuk adalah tahanan yang kabur itu ?! Aku harus melaporkannya pada Yang Mulia Raja Netra sekarang juga.” ucap salah satu pengawal yang tampak panik lalu segera bergegas masuk ke istana mencari raja Netra.
Di dalam istana, Raja Netra yang merasa aneh dengan tingkah laku Pangeran Diaz dan diam-diam mengikutinya, mengawasi dari kejauhan.
“Kenapa dia ambil barang berharga yang ada di sini... jangan-jangan dia...” batin Raja Netra lalu segera menghampiri lelaki tadi.
“Hey... siapa kau sebenarnya ?” tanyanya dengan nada tinggi yang membuat lelaki itu terkejut. Tampak lelaki itu mundur saat Raja Netra terus mendesaknya.
Karena perbuatannya sudah diketahui dia pun, tak segan melakukan perlawanan untuk melindungi dirinya.
“blast... !” tampak lelaki tadi menyayat tangan Raja Netra.
“Argh.... !” teriak Raja Netra yang merasa kesakitan dan terus mengejar lelaki itu yang berusaha kabur.
Tak beberapa lama kemudian Pangeran Diaz sampai di dalam istana. Dia mendengar suara ayahnya berteriak dan segera mencarinya ke asal sumber suara itu berada.
“Ayah.... ?!” ucap Pangeran Diaz yang melihat kalangan ayahnya yang terluka dan Betapa terkejutnya dia saat melihat seorang lelaki yang mirip sekali dengan dirinya.
“Raja Netra gawat ada salah tahanan dari penjara kabut hitam yang kabur dari sana dan menyamar menjadi sosok lain !” ucap pengawal saat sampai di depan Raja Netra.
“Apa ???” jawab Raja Netra dan Pangeran Diaz terkejut setelah mendengar laporan itu.
Tampak pengawal itu juga terkejut saat melihat ada dua sosok Pangeran Diaz yang ada di sana dan seketika tubuhnya gemetar.
Mendengar laporan barusan, narapidana tadi segera berlari keluar dari istana.
“Diaz.... cepat tangkap dia !!” teriak Raja Netra pada Pangeran Diaz yang berusaha membantu mengobati lukanya.
Tanpa menunggu perintah dua kali pangeran dia pun segera berlari mengejar lelaki yang menyamar sebagai dirinya.
__ADS_1
Sementara itu pengawal tadi segera memanggil anggota keluarga lain untuk menolong Raja Netra.
BERSAMBUNG....