Darah Campuran

Darah Campuran
Eps. 136 Menemui Raja Netra


__ADS_3

Setelah mendengar kabar gembira itu Galen segera menarik tangan Orion dan bergegas masuk ke istana. Mereka melewati penjaga di depan istana seperti biasa.


“Salam Pangeran Galen...” ucap para pengawal saat Galen melewati mereka.


Galen hanya tersenyum menatap mereka dan tidak menjawab salam dari mereka karena terlalu bahagia mendengar kabar tadi dan ingin memastikan kebenarannya.


Saat itu pengawal kepercayaannya Edwin sedang berjalan ke istana untuk mencari Galen, namun ia bertemu dengan tengah jalan.


“Pangeran Galen...” ucap William lalu berhenti yang memberi salam pada Galen.


“Kebetulan sekali Aku mencari Pangeran Galen dan ada yang ingin aku sampaikan.” tambah lelaki itu.


“Ya... ada apa mencari ku... ?” tanya Galen seketika karena penasaran.


“Pangeran... Raja Edwin mengutus ku untuk mencari pangeran dan memberitahukan kepada Pangeran jika minggu depan akan diadakan perjamuan makan di sini.” jelas ajudan kepercayaan Raja Edwin.


“Oh ya... lalu apa hubungannya denganku ?” tanya Galen tidak mengerti maksud ajudan kepercayaan ayahnya itu.


William menatap kemudian beralih menatap Orion yang berdiri di samping lelaki itu. Lidahnya menjadi terkunci saat akan menjelaskan setelah melihat keberadaan Orion.


“Ya... perjamuan makan malam seperti biasanya Pangeran...dan Raja Edwin mengharapkan kedatangan pangeran di acara itu nanti.” ucapnya menjelaskan sambil menatap kembali Galen.


“Ya... aku usahakan...” jawab Galen sambil menatap kembali William sekilas dan mendapati ada yang tidak beres dari tatapan lelaki itu.


Galen beralih menatap Orion dan bertanya padanya.


“Orion kau kan menemaniku minggu depan saat di perjamuan makan malam, kan ?”


“Ah... aku... aku tidak tahu ada jadwal tidak pada waktu itu.” jawab Orion yang enggan mengikuti acara perjamuan makan malam itu.


“Sayang... aku tidak mau tahu kau harus ikut pada acara itu.” ucap Galen sambil menggenggam tangan Orient dan tersenyum manis padanya dengan tatapan menusuk yang membius gadis itu dan tak bisa menolaknya secara sadar.


“Ya... aku akan menemanimu malam itu.” jawab Orion tanpa ekspresi.


William tak bisa berkata-kata ataupun melakukan apapun melihat kemesraan Galen dan Orion dan hanya bisa menatapnya meskipun dalam hati dia merasa Iba pada mereka berdua.

__ADS_1


“Oh ya apa benar ada aturan baru yang membolehkan keturunan saxion tinggal di negeri amulet ?” tanya Galen tampak antusias.


“Oh... aturan itu... ya itu memang benar Pangeran Galen. Aturan itu baru umumkan kemarin.” jelas lagi itu.


Karena tak ada lagi yang perlu dibicarakan mereka mengakhiri pembicaraan. Galen dan Orion melanjutkan langkah memasuki istana Cawan Suci.


“Jadi... Pangeran Diaz berhasil merubah aturan itu... emang hebat sekali ayahnya Orion.” batin Galen yang teringat pada apa yang diucapkan oleh lelaki itu sebelumnya.


Galen mengajak Orion untuk bertemu dengan ayahnya sebentar untuk melihat keadaan ayahnya sambil berbicara sebentar.


Setelah beberapa lama ada di sana dan dan hari semakin siang Galen memutuskan untuk kembali ke negeri Anubis.


“Ayah... kami kembali dulu. Sampai ketemu minggu depan.” ucap Galen berpamitan pada ayahnya.


“Ya... hati-hati di jalan... ayah tunggu kehadiranmu.” balas Raja Edwin saat mengantar kepergian Galen.


“Sepertinya kau menyukai gadis saxion itu tapi tidak menutup kemungkinan juga akan berpaling jika melihat para wanita cantik di sana nanti.” batin Raja Edwin menatap kedekatan Galen dengan Orion.


Di luar istana Galen tampak termenung dan memikirkan sesuatu.


“Sebenarnya ada apa di acara perjamuan makan malam itu... aku merasa ayah dan William menyembunyikan sesuatu dariku...” batinnya berpikir mencari segala kemungkinan yang ada.


“Ah... tidak ada... ayo kita pulang sekarang.” jawab Galen kembali menggenggam erat tangan Orient melesat dengan cepat keluar dari negeri amulet.


Di tengah jalan setelah melewati hutan belantara yang cukup luas mereka tiba di istana Samudera Dewata.


“Galen... itu adalah tanah kakek dan nenekku. Apa kau mau mampir sebentar ke sana ?”ucap Orion sambil menuju ke istana Samudra Dewata.


“Ku rasa tidak sekarang...kau mulai berkeringat di tengah terik. Lain kali saja kita ke sana.” jawab Galen sambil menatap istana Samudra Dewata dari kejauhan.


Mereka berdua kembali melanjutkan perjalanan menuju ke negeri anubis. Dan tak beberapa lama kemudian mereka tiba di sana. Galen mengantarkan Orion sampai ke rumah.


“klik...” Orion membuka pintu rumah dan mengajak Galen untuk duduk dulu.


“Galen kau duduk dulu... aku akan ambilkan minuman untuk mu.” ucap Orion masuk telepon setelah lelaki itu duduk.

__ADS_1


“Orion kau sudah pulang nak ?” tanya Pangeran Diaz saat berpapasan dengan Orion di tengah jalan.


"Iya ayah... tolong temani Galen sebentar di depan. aku akan membuatkan minuman untuk kalian berdua dulu.” ucap Orion pada ayah nya kemudian berlalu.


Pangeran Diaz menuju ke ruang tamu dan melihat Galen duduk termenung.


“Apa yang kau pikirkan Galen... ?” tanya lelaki itu sambil menepuk bahunya.


“Ah... tidak ada Pangeran Diaz... hanya memikirkan acara perjamuan makan di istana Cawan Suci minggu depan.” jawabnya menjelaskan.


“Ehm... apa aku boleh mengajak Orion ke sana ?” tanyanya lagi dan Pangeran Diaz mengangguk.


“Pangeran Diaz barusan aku mendengar kabar jika di Negeri Amulet ada sebuah aturan baru yang mengizinkan keturunan saxion ataupun semacamnya diperbolehkan tinggal di sana. Pangeran Diaz hebat sekali bisa aturan itu.” ucap Galen tiba-tiba untuk mengalihkan perhatian lelaki itu.


“Apa kau bilang... benarkah itu ?” tanya lelaki itu yang tak percaya pada apa yang barusan di dengarnya.


Galen mengangguk sambil tersenyum kecil menatap lelaki itu.


“Dengar Galen... bukan aku yang melakukan itu...aku tidak punya kuasa untuk merubah sebuah aturan. Jadi itu pasti ayah...” jawab lelaki itu terkejut.


“Ayah kenapa kau berubah pikiran... aku mereka mendengarnya hatimu sudah melunak.” batin Pangeran Diaz yang merasa senang pada apa yang telah dilakukan oleh ayahnya.


“Jika memang benar seperti itu... maka artinya itu aku boleh membawa serta Orion dan Zoya tinggal di sana sekarang...” batin lelaki itu semakin merasa senang karena akhirnya bisa berkumpul kembali dengan keluarga kecilnya.


“Tapi bagaimana, apa aku harus menggantikan posisi ayah sebagai raja ? Padahal aku sudah tak ingin memikul jabatan itu di pundak ku.” batin Pangeran Diaz lagi dan sekarang tanpa berpikir harus mengambil tindakan apa.


Sementara itu tak beberapa lama kemudian Orion menuju ke ruang tamu dengan membawa beberapa minuman.


“Kenapa dua lelaki ini seperti terlihat memikirkan sesuatu... apa yang mereka pikirkan ?” tanya Orion yang melihat ayah dan Galen diam dan tampak berpikir.


“Apa yang sedang kalian pikirkan ? Apa ada masalah ?” tanya Orion pada mereka berdua setelah meletakkan minuman ke meja.


“Ah... tak ada...” jawab Galen dan Pangeran Diaz bersamaan.


Mereka berdua pun segera meminum minuman yang disajikan oleh Orion. Sementara Orion semakin yakin jika ada sesuatu yang mereka pikirkan.

__ADS_1


Malam harinya Pangeran Diaz pergi sendiri ke istana Bulan Dingin untuk menemui ayahnya setelah berpamitan pada Putri Zoya.


BERSAMBUNG....


__ADS_2