
Galen memasuki Aula dan memberikan hormat pada Bruno dan tiga anggota tim siluman lainnya yang menatapnya dengan tatapan kesal dan kebencian setelah kejadian baku hantam sebelumnya.
“Silahkan duduk dan bergabung dengan anggota lainnya Pangeran Galen.” ucap Bruno pada Galen. Lelaki itu pun segera duduk bergabung dengan tiga anggota tim siluman lainnya tanpa mengucapkan sepatah katapun pada mereka.
“Baiklah karena kalian semua sudah berkumpul maka aku akan meneruskan perintah dari Raja Netra pada kalian semua terkait tentang misi ini.” ucap Bruno kemudian setelah melihat anggota tim siluman itu yang tampak tak sabar. Anggota tim kelamaan duduk dengan tenang dan menunggu Apa yang diucapkan oleh lelaki itu.
“Raja Netra memutuskan untuk membubarkan misi ini karena dianggap keadaan sudah aman. maka kalian semua di bebas tugaskan.” kata Bruno menyampaikan isi perintah dari Raja Netra. Tampak mereka semua tersenyum ceria saat mendengarkan keputusan itu karena bisa kembali ke kehidupannya masing-masing.
Galen nampak tenang dan ikut bersuka kita meski tak bisa mengungkapkan kebahagiaannya.
“Tepat sekali misi ini dibubarkan sebelum aku mau mengundurkan diri dari misi ini. Beruntung lah diriku jadi aku tak akan kena masalah.” batinnya merasa lega.
“Baiklah sekian dulu diskusi kita kali ini dan kita akhiri sampai disini.” ucap Bruno mengakhiri diskusi dan menutupnya.
Ketiga anggota tim siluman meninggalkan aula bulan kembar setelah misi itu resmi dibubarkan. Mereka melewati Galen yang masih duduk di sana dan berhenti sejenak.
“Pangeran Galen... misi ini sudah selesai tapi urusan di antara kita belum selesai.” ucap Krish pada Galen dengan tatapan penuh kebencian.
Bruno melihat tatapan dari Krish yang berpotensi menimbulkan masalah. Dia pun segera menghampiri mereka sebelum terjadi kericuhan di antara mereka.
“Tuan Krish harap jaga emosi mu. Hal-hal yang berkaitan dengan masalah pribadi aku harap tidak di bawa ke sini !” ucap Bruno tegas lalu menghampiri Krish. Krish hanya diam dan tidak melanjutkan perkataannya dan perseteruannya dengan Galen. Dia pun airnya segera keluar dari aula bulan kembar bersama Arvin dan Danie.
Setelah kepergian tiga anggota tim siluman, Galen pun berdiri dan meninggalkan aula itu. Namun langkahnya terhenti saat Bruno memanggilnya.
“Pangeran Galen tunggu sebentar... !” panggil Bruno berteriak. Galen menghentikan langkahnya dan berbalik setelah mendengar panggilan itu.
“Ada apa tuan Bruno ?” ucap Galen bertanya.
__ADS_1
“Pangeran ini terkait dengan saxion.. ehm... maksudku cucu Raja Netra. Aku sudah mendengar tentang hubungan kalian dari anggota tim lainnya. demi kebaikanmu aku sarankan sebaiknya kau akhiri hubungan kalian berdua. Karena kau tahu sendiri bagaimana dengan status saxion itu yang mungkin akan membawamu dalam masalah nanti.” ucap Bruno memberikan saran dengan baik-baik pada Pangeran dari Istana Cawan Suci itu.
“Ya aku sudah tahu akan hal itu tuan Bruno, terima kasih banyak atas sarannya.” jawab Galen dengan sopan dan tanpa menyinggung lelaki itu.
Setelah tak ada yang dibicarakan lagi Galen dan Bruno keluar dari aula bulan dingin dan kembali pada aktivitas masing-masing.
Setibanya di luar istana Bulan Dingin Galen tanpa ragu-ragu dan menghentikan langkahnya.
“Aku harus kembali ke negeri anubis atau kembali ke istana dulu kali ini...” batinnya bimbang Saya memutuskan mau kembali ke mana.
“Mungkin di sana Orion masih marah padaku jadi lebih baik aku kembali ke istana dulu untuk beberapa waktu.” ucapnya lirih setelah berpikir dan memutuskan. Galen lalu kembali melangkah dan berjalan menuju ke istana Cawan Suci.
Sesampainya Galen tiba di istana Cawan Suci, beberapa pengawal yang ada di sana memberi hormat padanya setelah mengetahui kedatangannya.
“Salam Pangeran Galen...” ucap beberapa pengawal yang memberi hormat, menyambut kedatangannya. Galen hanya mengangguk saja membalas salam dari para pengawal ada di sana lalu segera masuk istana.
Di dalam kamar, Galen merebahkan diri ke tempat tidur setelah menatap isi dan kondisi kamarnya yang sama, tidak berubah seperti sebelumya.
“Lalu apa yang akan ku lakukan selanjutnya jika misi ini sudah selesai ? Aku tidak bisa berada lama di negeri anubis...” gumam Galen berpikir lagi setelah menyadari jika misi berakhir dia harus kembali ke istana Cawan Suci. Belum menemukan Jawaban dari pertanyaan nya tiba-tiba terdengar suara pintu diketuk.
“tok... tok...” Galen bangkit d!ari tempat tidur setelah mendengar pintunya diketuk.
“Masuk saja...tidak di kunci.” jawabnya kemudian.
Pintu terbuka dan terlihat Raja Edwin ada di balik pintu. Dia lalu masuk ke kamar Galen dan menghampirinya.
“Oh... putraku kau sudah pulang rupanya. Lama tak jumpa. Apa di sini sudah selesai ?” tanya Raja Edwin merasa gembira setelah melihat kepulangan putranya sambil tersenyum lebar pada Galen.
__ADS_1
“Oh... ayah... bukannya ayah masih sibuk dan banyak kerjaan yang harus di selesaikan ?” ucap Galen setelah melihat yang masuk ke kamarnya ternyata adalah ayahnya.
“Sebenarnya kerjaan ku masih banyak tapi tak apa jika aku tinggal sebentar. Tadi aku sekelebat melihat mu melewati ruangan kerja ku jadi ayah susul ke sini.” jawab Raja Edwin. Dia melihat putranya yang terlihat di berbeda dari tatapannya setelah selesai melakukan misi.
“Nak... apa terjadi sesuatu pada mu saat menjalankan misi ?” tanya Raja Edwin lagi pada putranya. Galen menggeleng tanggapi pertanyaan dari ayahnya.
“Jika misi dari Raja Netra sudah selesai... ayah akan memberikan mau ngisi lainnya untuk dijalankan, bagaimana ?” tanya sang raja menawarkan suatu puisi baru pada putranya. Raut muka Galen seketika terlihat berubah menjadi tidak senang setelah mendengar perkataan dari ayahnya barusan.
“Ayah... Aku baru selesai menjalankan misi. Aku butuh istirahat sebentar.” protes Galen yang merasa keberatan dengan misi baru yang akan diberikan ayahnya padanya, entah misi apa itu.
Melihat raut muka Pangeran Galen yang kesal, Raja Edwin pun tak lagi membahas hal itu. Dan dia segera keluar dari kamar putranya untuk kembali melanjutkan tugasnya yang masih menumpuk.
“Ya baiklah... ayah kan pergi dulu kalau begitu. jika kau sudah siap katakan saja pada Ayah saya akan berikan daftar misi itu padamu.” ucap kembali Raja Edwin sebelum menutup pintu kamar Galen.
Galen hanya diam dan tidak menanggapi perkataan ayahnya barusan. Dia masih sebal pada ayahnya karena selalu memberikan banyak misi padanya. tiba-tiba kangen merasa penat dan kembali merebahkan diri ke tempat tidur setelah ayahnya keluar dari kamarnya.
Di lain tempat di akademi tempat orang yang belajar.
Siang hari setelah jam pelajaran usai, Orion keluar dari kelas. Dia masih tidak melihat Galen saat itu. Entah Kenapa tanpa sadar dia pun melangkahkan kaki menuju ke kelas Galen berada. namun lagi-lagi dia tidak menemukan keberadaan lelaki itu di sana.
Orion pun kembali berjalan sendiri menuju ke pintu gerbang.
“Kemana sebenarnya Galen ? Apakah dia balik marah pada ku karena beberapa hari ini aku tak mau bicara dengan nya ?” gumam Orion sambil berjalan menuju ke rumahnya.
“Atau terjadi sesuatu padanya ?” ucapnya lagi yang merasa khawatir pada Galen. Karena merasa khawatir dan tidak tenang takut terjadi sesuatu pada lelaki itu, Orion pun memutar jalan dan menuju ke rumah Galen untuk mencarinya.
BERSAMBUNG...
__ADS_1