
Orion segera berlari ke kelas Ariel dan mencari keberadaannya di sana. Di sana dia juga tidak menemukan keberadaan Ariel. Gadis itu pun terlihat semakin panik dan berlari menyusuri akademi itu untuk mencari keberadaan mereka berdua.
“Ariel... Galen... apa kalian bertarung lagi ? Kenapa lelaki begitu keras kepala dan susah sekali di bilangi ?!” gumamnya kesal pada tingkah dua lelaki itu. Dia menyisir seluruh jalanan di akademi namun tak menemukan mereka berdua.
Orion masih merasa tidak tenang jika belum menemukan mereka berdua. dia mencoba mencari di luar area akademi, namun masih tak menemukannya juga.
“Sebenarnya kalian berdua ke mana sekarang ini, membuat ku resah saja.” Orion Berhenti sejenak mencari mereka berdua sambil duduk di sebuah kursi yang ada di dekatnya sekedar untuk mengatur nafasnya yang masih tersengal. Sambil mengatur nafas dia pun mencoba berpikir dan mencari suatu tempat yang memungkinkan dia bisa menemukan mereka berdua.
“Huft... oh... aku coba cari ke rumah mereka berdua saja sekarang.” gumamnya setelah tak menemukan tempat di mana kira-kira Galen dan Arie berada sekarang.
Tanpa pikir panjang, gadis itu segera berdiri dan berlari menuju ke rumah Galen yang berada tak jauh dari akademi. Dia berharap bertemu dengan kekasihnya di sana. Sampainya di sana dia segera Mengambil koin dari sakunya dan mengetukkan ke pagar berulang kali.
“Galen... apa kau ada di dalam ? Tolong keluarlah sebentar.” ucapnya memanggil lelaki itu sambil terus mengetuk pagar hitam itu dengan koin. Lama dia menunggu di depan pagar, namun Galen tak kunjung keluar. Dia menyimpulkan lelaki itu belum pulang ke rumah dan entah ada di mana dia sekarang.
“Mungkin saja Ariel sudah pulang ke rumahnya. Lebih baik aku ke sana saja.” ucapnya lagi daripada menunggu di situ tanpa kepastian yang jelas. Orion terus berjalan berbalik dan bergegas ke rumah Ariel dan berharap bertemu dengan temannya di sana.
Tak lama kemudian Orion tiba di rumah Ariel. Dia segera mengetuk pintu.
“tok...tok...tok.”
Fredi yang berada di dalam rumah dan sadar akan mendengar suara ada yang mengetuk pintunya dia pun segera bangun dan berjalan ke pintu untuk membukakan pintu.
“Orion... ?!” tanya Fredi terkejut saat hamil datang mencari ternyata gadis vampir kecil.
“Paman Fredi... apakah Ariel ada di dalam ? Aku Ingin bertemu dengannya sebentar.” ucapnya bertanya dengan raut muka yang terlihat sangat cemas.
“Ariel... dia belum pulang, bukankah dia bersamamu biasanya ?” ucap Fredi bertanya balik pada Orion. mendengar jawaban dari ayahnya Ariel, gadis itu semakin cemas dan wajahnya terlihat pucat. Dan dia pun tak ingin berlama-lama di sana.
“Baiklah kalau begitu paman, aku permisi dulu.” jawabnya lalu segera pergi dari sana dan melompat ke udara kembali mencari Ariel dan Galen.
__ADS_1
“Apa mungkin Ariel sedang berkelahi dengan kekasihnya Orion ? Dasar anak itu, sudah ku bilang masih banyak gadis lain yang mau dengannya tapi ternyata dia keras kepala.”gumamnya menebak kejadian yang terjadi sekarang kemudian masuk lagi ke dalam rumah dan menutup pintu.
Sementara itu Ariel dan Galen masih melanjutkan pertarungan mereka di lapangan kosong. Terlihat tubuh mereka berdua sekarang babak belur karena pertarungan mereka.
“Galen ingat jika kau mempermainkan dan menyakiti Orion, Aku tak akan segan lagi untuk menghabisi mu !” ucapnya sambil menendang tubuh Galen dan membuatnya terpental dan jatuh ke tanah.
Darah keluar dari sudut bibir Galen. Dia mengusap dengan tangannya lalu berdiri dan menghampiri Ariel yang sudah kembali ke wujud manusia dan memberikan cakaran pada wajahnya serta menendang dengan keras yang membuatnya terlempar dan membentur pohon.
“buk....”
Ariel merasakan tubuhnya sakit setelah membentur pohon. Dia pun berdiri dan memasang kuda-kuda bersiap jika Galen akan menyerangnya lagi.
“Aku sudah terdesak kali ini, jika aku terus melawan Galen aku tak tahu apa aku bisa menang darinya. Aku harus mengakhiri pertarungan ini dulu.” batinnya merasa kehabisan tenaga.
“Aku peringatan sekali lagi kau jangan berani-beraninya kau mengganggu hubungan kami lagi !” ancam Galen. Dia menghampiri Ariel yang tampak sudah tak berdaya lalu mencengkram kerah bajunya dan membanting tubuhnya ke tanah setelah mengangkatnya ke udara.
“Orion... ? Kau mencari ku sampai ke sini ?” ucapnya lalu mencari Gadis itu mungkin saja masih ada disekitar rumahnya. Dia berjalan dan mencari Orion disekitar sana namun tak menemukan keberadaan gadis itu dan dia pun langsung masuk ke rumah.
“Orion... apa yang akan kau lakukan padaku nanti juga kau melihat aku seperti ini...” Galen mengambil segelas air dan langsung menenggaknya sampai habis untuk meredakan dahaganya kemudian duduk di kursi dan bersandar.
“Sialan serigala itu bisa melukai ku seperti ini. Aww....” Galen masuk ke belakang sambil menahan rasa sakit dan mengambil beberapa obat luka luar lalu mengoleskan pada beberapa luka sayatan di tangannya. Dia merasa cukup tubuhnya sakit semua dan dia pun segera merebahkan badannya di tempat tidur.
Di tempat lain Ariel berdiri dan berjalan dengan baik sehat-sehat menuju ke rumah. Di depan rumah dia bertemu dengan ayahnya yang melihat dirinya babak belur dan penuh luka di sekujur tubuhnya.
“Ariel dengan siapa kau berkelahi sampai terluka seperti itu ?” tanyanya menghampiri anaknya. Tetapi Ariel sama sekali tak menjawab pertanyaan dari ayahnya dan langsung masuk ke rumah. Dia lalu segera masuk ke kamarnya dan merebahkan dirinya di sana agar semua lukanya segera pulih.
“Dasar anak muda... ! Kenapa keras kepala sekali ? Sudah kubilang untuk mencari gadis lain mah berdua dengan kekasihnya Orion...” gumamnya setelah menduga anaknya habis berkelahi dengan lelaki yang merupakan rival cinta Ariel.
Di lain tempat, Orion yang merasa lelah mencari mereka berdua akhirnya pulang ke rumah untuk mengistirahatkan kakinya yang pegal.
__ADS_1
Keesokan harinya di akademi.
Orion yang berangkat sendirian karena jalan tidak panjang perutnya pagi tadi segera mencarinya di kelas Galen,namun tidak melihatnya. Dia lalu ke kelas Ariel untuk mencarinya namun dia juga tidak menemukan lelaki itu di sana.
“Kenapa mereka berdua hari ini tidak masuk bersamaan ? Kenapa kebetulan sekali ?” gumamnya merasa ada yang aneh dengan dua lelaki itu.
Pagi berikutnya setelah semua luka di tubuhnya sembuh Galen dan Ariel memutuskan untuk masuk.
Ariel mencium Orion tak jauh dari gerbang masuk akademi dan bergegas menghampirinya.
“Orion... ! Tunggu... !”
Orion berbalik dan melihat area dia lalu menghampirinya.
“Aku tidak melihat mu dua hari ini di akademi. Kau kemana saja ?” tanyanya penasaran dan melihat tubuh kalian apakah ada luka di sana, dan ternyata ada.
“Aku.... ke rumah saudara jauh bersama ayah dan baru pulang hari ini. Orion ada yang mau ku katakan pada mu tentang Galen.
Saat Ariel hendak bercerita tiba-tiba Galen datang dan menghampiri Orion.
“Galen Aku juga tak melihatmu selama dua hari ini. Kau ke mana saja ? Kalian berdua menghilang bersama dan tidak masuk bersamaan. Apa kalian bertengkar hebat sebelumnya di belakangku ?” tanyanya menatap Ariel dan Galen bergantian.
“Tentu saja tidak. Maafkan aku Orion menghilang secara mendadak, ayahku tiba-tiba meminta ku pulang karena ada suatu urusan mendesak.” ucapnya dan gadis itu mengangguk sambil tersenyum membalasnya dan merasa lega setelah melihatnya meskipun dia sebenarnya kurang percaya pada apa yang diucapkan oleh dua lelaki itu.
“Orion ayo kita jalan, kelas akan segera di mulai.” ucap Galen menggandeng tangan Orion dan meninggalkan Ariel. Dia tak ingin lelaki itu membongkar identitasnya pada Orion karena dia berniat akan memberitahunya sendiri nanti.
Ariel hanya bisa mengembuskan nafas dengan berat. Lagi-lagi usahanya gagal untuk memberi tahukan identitas asli Galen pada Orion. Dia berharap lelaki itu tidak akan menyakiti Orion.
BERSAMBUNG...
__ADS_1