Darah Campuran

Darah Campuran
Eps. 54 Berburu


__ADS_3

Beberapa hari berikutnya sebelum malam bulan purnama tiba, Ariel mengajak Orion pergi ke hutan untuk mengajarinya berburu binatang buas. Agar nanti saat dia kembali haus dia bisa dengan mudah melepas rasa dahaganya itu.


Setelah kejadian itu Orion menceritakan hal itu pada ibunya. Dan sekarang dia jadi tahu apa penyebab ibunya selama ini menghisap darah binatang yang sebelumnya membuatnya merasa kesal sehingga menyangka dirinya adalah keturunan setan, kini gadis itu tahu bahwa dirinya tidaklah serendah itu. Amulet lebih bermartabat dan kuat daripada manusia. Ia tak lagi mengutuk aksi ibunya yang menghisap darah itu.


Hari ini adalah hari libur, Ariel main ke rumah Orion dan berbicara sebentar dengan ibunya Orion sebelum mereka pergi.


“Ibu Zoya... aku mau mengajak Orion pergi ke hutan setelah ini.” ucapnya pada wanita yang duduk di depannya itu sambil menyajikan minuman untuknya.


“Ya... ibu memberi mu izin nak. Ingat kalian berdua sudah dewasa sekarang. Jika ada suatu masalah kalian harus belajar mengatasinya. Terima kasih Ariel, kau selalu menemani Orion. Berkat kau putri ku selalu lepas dari masalah yang menderanya.” ucapnya sambil mengambil cangkir yang ada di depannya dan meminumnya.


Ariel merasa ibu Zoya percaya padanya dan memberinya angin segar untuk terus berada di dekat gadis yang telah lama di sukainya itu. Perkataan wanita itu barusan membuatnya berbunga-bunga.


“Tidak perlu sungkan begitu ibu Zoya. Aku akan selalu membantu Orion apabila anak itu dalam kesulitan. Karena aku...” ucapnya terpotong oleh Orion yang barusan keluar dari kamar ganti dan menghampiri mereka.


“Ariel... sebaiknya kita pergi sekarang mumpung masih pagi.” ajak anak itu mendekati Ariel lalu menarik tangannya agar segera bergegas angkat kaki dari rumahnya.


“Ibu... kami pergi dulu...” ucap mereka berdua lalu berdiri.


“Ya hati-hati...” jawabnya lalu melihat kedua anak itu berjalan pergi dan meninggalkan rumah.


Dia merasa beruntung dengan hadirnya Ariel yang selalu mengisi hari-hari putrinya.


“Jika Orion sudah lebih dewasa lagi. Aku harap dia bisa menemukan pasangan yang baik seperti anak itu. Tak perlu keturunan dari kerajaan atau bangsawan, cukup seorang lelaki yang bertanggung jawab dan bisa menerimanya.” ucapnya sambil tersenyum lalu menutup pintu rumah setelah melihat dua anak itu menghilang dari pandangannya.


Tidak ada hutan di sekitar tempat tinggal Orion berada yang masih masuk daerah perkotaan sehingga lelaki itu mengajaknya ke hutan yang ada di sekitar tempat tinggal gadis itu sebelumnya.


“Aku jadi teringat saat dulu kita masih kecil... ya disini adalah tempat di mana aku pertama kali melihat mu berubah menjadi serigala...” ucap gadis itu teringat lagi pada masa lalunya saat memasuki wilayah hutan itu.


“Ya....” Jawab Ariel singkat sambil terus berjalan dan mencari tempat pas untuk berburu.

__ADS_1


Mereka berdua berhenti lalu duduk di bawah pohon besar. Di sana Ariel mengajari gadis itu memantau keadaan di saat ada binatang buas yang datang dengan belajar merasakan kekuatan dari binatang yang mendekat ke arah mereka.


“Sekarang coba tebak dari mana arah binatang itu datang...!” ucapnya pada gadis itu untuk bersiap menyambut kedatangan buruannya.


Gadis itu mempraktekkan apa yang barusan di ajarkan oleh Ariel padanya dan dia bisa mendengar ada suara binatang yang berlari dari arah barat ke arah mereka berdua sedang.


Benar saja beberapa saat kemudian terdengar derap langkah yang semakin cepat ke arah mereka.


“Roar....” seekor harimau muncul di hadapan mereka dan membuat gadis Itu tampak terkejut dan tidak siap dengan datangnya binatang itu.


“Apa... harimau... ? Menangkap kelinci saja aku belum bisa, bagaimana nanti aku akan mengatasi binatang satu ini ?” ucapnya melihat ke arah Ariel yang yang berada jauh di belakangnya setelah menatap harimau itu semakin berlari mendekatinya.


“Anggap saja harimau itu adalah kucing seperti yang kau pegang tempo hari. Kau harus yakin kau bisa menjinakkan dia. Ingat kau adalah amulet dan sekarang kau sudah punya kekuatan untuk menjatuhkannya dengan mudah. Sekarang saatnya...” ucapnya dari kejauhan menyemangati gadis itu dan terus memantaunya.


Orion mengerti pada apa yang di ucapkan lelaki itu. Dia lalu mengumpulkan keberaniannya dan juga kekuatannya untuk menjatuhkan harimau itu.


Dengan sigap gadis itu melompat ke belakang dan mencoba memukul dengan tangan kosong.


“Buk....” harimau itu jatuh terpental terkena pukulan gadis itu yang bertenaga. Namun binatang itu segera bangkit dan terlihat semakin mengamuk. Dia dengan cepat menerkam Orion dan menindih tubuh gadis itu.


“Orion... cepat jatuhkan harimau itu sebelum dia memangsa mu !” teriak Ariel dari kejauhan yang masih memantaunya dan sekarang bergerak maju semakin mendekat karena khawatir pada gadis itu.


Orion mencoba konsentrasi saat harimau itu sudah membuka mulutnya dan air liur dari binatang itu menetes di wajahnya.


“duk...” gadis itu menendang harimau itu dan membuatnya terlempar ke udara. Saat harimau itu jatuh dia langsung mencengkeram kaki binatang itu dan mematahkan tulangnya.


Harimau itu merasa terancam dia mundur dan meninggalkan Orion dengan satu kaki yang patah tulangnya.


“Lumayan juga untuk berburu pertama kali dengan hasil begitu.” ucapnya mendekat dan membantu gadis itu berdiri karena merasa kehabisan tenaga.

__ADS_1


“Lain kali kau harus lebih cepat dari itu. Jangan terlalu menghabiskan banyak kekuatan mu...” jelasnya pada gadis itu yang terus mengangguk mendengar saran darinya.


Karena melihat Orion yang kelelahan, Ariel memutuskan untuk duduk sejenak sekedar mengatur nafas sebelum mereka kembali ke rumah.


Setelah beberapa lama dia melihat gadis itu sudah stabil nafasnya dia mengajaknya untuk keluar dari hutan itu.


“Ayo kita kembali sekarang...” ucapnya sambil melihat ke langit yang sudah tampak tidak menyilaukan lagi.


Selama perjalanan kembali mereka terus berbincang mengenai hal seputar berburu dan binatang buruan.


Gadis itu merasa banyak mendapat bantuan dari lelaki itu sejak dirinya masih kecil.


“Ariel... terima kasih kau sudah banyak membantu ku selama ini. Aku akan turuti permintaan mu kali ini sebagai rasa terima kasih. Kau ingin apa... katakan saja...” ucap gadis itu berhenti di tengah jalan.


Ariel ikut berhenti dan mulai berpikir apa yang dia inginkan saat ini. Terlihat mukanya bersemu merah saat memikirkan suatu hal.


“Hey... apa yang kau pikirkan ?” tanyanya lagi sambil menarik tangan lelaki itu.


“Ah.... tidak... aku tidak ingin apapun dari mu saat ini. Aku hanya ingin terus menjaga mu dan berada di samping mu saja.” ucapnya menatap gadis itu yang tampak tidak mengerti pada apa yang barusan di ucapkan nya.


“Ah... apa maksud mu itu.... kau tak perlu melakukan hal seperti itu pada ku. Aku tak mau menjadi beban mu seumur hidup mu...” ucapnya lagi yang masih tidak mengerti arah pembicaraan Ariel.


“Hah... sudahlah... ayo kita kembali sekarang. Nanti ibu Zoya akan cemas pada kita.” ucapnya lalu kembali berjalan.


Orion berlari di depan Ariel yang terus menatapnya sambil berpikir kapan gadis kecil itu akan dewasa dan mengerti perasaannya pada gadis itu.


“Sepertinya aku harus menunggu mu lebih dewasa lagi...” ucapnya tersenyum lalu mengejar gadis itu dan berjalan bersama keluar dari hutan itu.


BERSAMBUNG...

__ADS_1


__ADS_2