
Hari semakin siang dan dan area penonton acara pelelangan semakin ramai dan dipadati oleh pengunjung yang semakin banyak berdatangan ke sana.
Beberapa saat kemudian acara pelelangan dimulai. Host yang memimpin acara pelelangan pun mulai memasuki panggung tempat pelelangan di adakan.
“Para hadirin sekalian, nyonya dan tuan-tuan... mari kita mulai acara pelelangan kali ini. Dengan ini acara pelelangan resmi dibuka.” ucap host pemandu acara sambil menarik tirai penutup yang menutupi benda-benda yang di lelang.
Sorak sorai riuh terdengar di area pelelangan itu. Peserta pelelangan tampak antusias melihat barang-barang yang ada di balik tirai yang masih di rahasiakan.
Seorang wanita menghampiri host pemandu acara pelelangan dan berdiri di dekat barang-barang yang akan dilelangkan dan masih tertutup rapat oleh tirai berwarna merah.
Melihat para peserta lelang yang sudah tidak sabar ingin segera melihat benda yang dilelang, host segera memulai menunjukkan benda-benda yang di lelang.
“Hadirin semua berikut adalah benda yang akan dilelang hari ini.” ucap host pada peserta lelang.
Seorang wanita yang berdiri di antara barang-barang yang akan di lelang mulai membuka satu persatu tirai merah yang menutupi barang-barang itu.
“Whoa....” kembali sorak sorai terdengar dari bangku beserta pelelangan setelah melihat barang-barang yang dilelang kan.
Terlihat di lima etalase kaca itu berisikan lima barang antik. Satu etalase berisikan jubah hitam super. Dimana jubah hitam itu apabila dipakai, bisa membuat pemakainya akan tidak terlihat.
Host mulai menawarkan jubah hitam super yang merupakan milik pemimpin werewolf di zaman perang dan mulai membuka harga awal.
Wanita yang merupakan asisten dari host mulai mengangkat papan bertuliskan harga 200 sen di depan para peserta lelang. Dan perang harga mulai terjadi.
“300 sen...” ucap salah satu peserta lelang menawar harga.
“500 sen...” ucap peserta lelang lainnya yang menawarkan harga lebih tinggi dari peserta lelang sebelumnya.
“700 sen...” ucap peserta lelang lain yang menawarkan harga lebih tinggi karena tertarik dengan barang itu.
“1000 sen...” kecepatan Elang lainnya menaikkan harga.
Sementara itu di area penonton juga terlihat ramai. Meskipun hanya menonton mereka antusias melihat perang harga yang terjadi.
__ADS_1
Di bangku penonton Orion merasa tertarik dengan barang yang dilelang itu.
“Apakah jubah super itu begitu ajaib ?” tanya Orion yang penasaran pada barang pertama yang di lelang itu pada Ariel.
“Aku sendiri juga baru mengetahuinya jika ada barang seperti itu.” jawab Ariel singkat lalu kembali menyaksikan acara pelelangan.
Host mulai memperlihatkan barang kedua untuk dilelang setelah barang pertama terjual dengan harga 2.000 sen yang jatuh pada seorang lelaki bernama Jack, yang merupakan werewolf kalangan atas dari daerah selatan.
“Barang berikutnya yang dilelang adalah... jam pasir waktu.” ucap host sambil menerangkan kegunaan dari jam pasir ajaib yang bisa memundurkan waktu ke masa lampau pada peserta lelang.
Asiten host membuka tirai setelah house memperkenalkan barang yang dilelang dan memegang jam pasir waktu itu serta menunjukkannya pada para peserta lelang. Kembali area tempat pelelangan menjadi riuh ramai dan perang harga pun mulai terjadi lagi di antara para peserta lelang.
Asisten host mengangkat papan bertuliskan 500 sen ke atas dan menunjukkan pada para peserta lelang.
seorang anak kecil yang merupakan tuan muda dari wilayah timur menaikkan harga.
“1.000 sen...” ucapnya.
“Apa ada yang masih ingin menawar ?” tanya host pada para peserta lelang lainnya.
Sementara itu di area penonton, Orion yang melihat jam pasir waktu itu termenung menatapnya.
“Jika saja aku memiliki jam pasir waktu itu tentunya aku bisa melihat masa lampau. Melihat kejadian masa lalu orang tuaku tanpa aku harus susah-susah menyusup ke negeri amulet...” batin Orion membayangkan dirinya menggunakan jam pasir waktu dan kembali ke masa lampau.
Ariel yang menatap gadis itu melamun membiarkan gadis itu hanyut dalam lamunannya. Tanpa sepengetahuan Orion, Ariel menoleh ke belakang dan menatap penyusup yang mengikuti mereka berdua yang duduk di bangku paling belakang.
Pangeran Galen yang merasa ditatap oleh seorang lelaki dia pun menarik turun topi yang dipakainya untuk menutupi wajahnya sambil menundukkan kepala.
“Sial werewolf itu melihatku... atau hanya cuma perasaanku saja...” batin Pangeran Galen yang terlihat kaku dan salah tingkah merasa dirinya diawasi oleh Ariel.
Ariel pura-pura menjatuhkan bungkus kacang yang dipegangnya lalu mengambilnya agar tidak terkesan Jika dia mengawasi amulet yang ada di belakang mereka.
Tiba-tiba Orion berdiri dan merasa ingin buang air kecil.
__ADS_1
“Kau mau ke mana... ?” tanya Ariel yang menarik tangan gadis itu agar duduk kembali di tempatnya.
“Aku ingin pergi ke toilet sebentar.” jawab gadis itu lalu berjalan keluar dari bangku penonton.
“Aku akan mengantarmu ke toilet.”
Ariel ikut berdiri dan ikut berjalan di belakang gadis itu.
Sesampainya di depan toilet Ariel meninggalkan Orion dan pergi entah kemana.Orion keluar dari toilet dan melihat Ariel tak ada di sana.
“Ariel kemana ?” batin gadis itu menoleh ke samping kiri dan kanan mencari sosok temannya.
Dia pun berjalan tak jauh dari toilet dan menemukan tempat duduk di sana lalu gadis itu duduk untuk menunggu Ariel kembali.
Pangeran Galen yang sedari tadi memperhatikan gerak-gerik Orion dan mengikuti gadis itu sampai ke toilet kini mulai mendekati gadis itu. Dia berjalan ke tempat di mana Orion duduk dan menghampirinya.
“Permisi... di manakah letak toilet pria di sini... ?” tanya sang pangeran saat sudah berdiri tepat di depan gadis itu. Dia mengamati dari atas sampai ujung kaki sosok saxion yang diincar oleh pengawal Bruno. Untuk sesaat ia sempat terpesona pada kecantikan gadis itu namun dia kembali teringat pada misinya.
Orion berdiri saat lelaki itu mendekatinya. Dia memperhatikan dengan jelas sosok lelaki yang berdiri di depannya itu dengan perasaan cemas bercampur dengan rasa takut saat akan berbicara dengannya.
“Toilet pria ada di sebelah sana...” jawabnya mencoba tenang dan mengontrol nafasnya yang tidak teratur sambil menunjuk ke arah toilet pria.
“Apa yang harus aku lakukan sekarang... apa aku harus membawa ke di sini dari sini hari ini...” batinnya sambil berpikir.
Karena tak ada jawaban, gadis itu mengulangi lagi ucapannya dan membuat Pangeran Garden tersadar dari lamunannya.
“Oh... baik terima kasih nona. Bolehkah aku tahu namamu ?” tanyanya berterima kasih sambil iseng menanyakan nama gadis itu.
Orion yang terlihat ragu-ragu untuk memberitahukan namanya menjawabnya dengan lirih.
“Orion...”
Pangeran Galen kemudian melangkahkan kakinya berjalan menuju ke arah toilet pria berada.
__ADS_1
namun di tengah jalan dia dihadang oleh dua orang lelaki yang tak lain adalah Fredi dan temannya.
BERSAMBUNG....