Darah Campuran

Darah Campuran
Eps 115 Akhirnya Bertemu


__ADS_3

Aroma yang di kenalnya Pangeran Diaz di kamar itu semakin pekat. Dia tak bisa berkata-kata dan berjalan menuju ke tempat tidur lalu mengambil satu bantal yang ada di sana.


Matanya tampak merah saat memeluk bantal itu setelah berulang kali menciumnya.


“Sayang ini benar kau...akhirnya apa menemukan setelah bertahun-tahun lamanya kita berpisah.” gumam Pangeran Diaz yang tak terasa menitikkan air bening dari kedua matanya. Lelaki itu lalu duduk di tempat tidur sambil menyentuh tempat di mana di sana istrinya tidur.


Di lain tempat Putri Zoya yang sedang berada di rumah makan, terlihat gelisah tanpa alasan yang jelas. Entah kenapa tiba-tiba dia ingin sekali segera pulang ke rumah.


“Apa terjadi sesuatu dengan Orion ?” batinnya yang menjadi khawatir setelah teringat kejadian beberapa waktu yang lalu di mana ada amulet yang masuk ke rumah dan mencoba melukai mereka berdua.


“Aku harus pulang sekarang. semoga tidak terjadi apa-apa pada Orion.” ucapnya lirih dan bergegas menuju ke rumahnya.


Tak berapa lama kemudian wanita itu tiba di depan rumahnya dan membuka pintu rumahnya.


“Pintu rumah tidak di kunci... dan semestinya Orion belum pulang jam segini... jangan-jangan penyusup itu kembali lagi ke sini.” ucap Putri Zoya yang terlihat terkejut sekali saat mendapati pintu rumah dalam keadaan tidak terkunci.


“Deg... deg...” Jantungnya berdegup kencang dan tubuhnya gemetar. Dia melihat ke sekitar mencari sesuatu yang bisa dibawanya sebagai pegangan untuk melawan penyusup itu namun tak menemukan apapun di luar.


Putri Zoya membuka pintu pelan dan masuk menyelinap tanpa menimbulkan suara. Dia kembali mencari sesuatu yang bisa di bawanya.


“Sepertinya lain waktu aku harus menaruh tongkat besi di ruangan ini untuk antisipasi jika ada tamu yang tak di undang lagi.” gumamnya saat tiba di ruang tamu. Setelah melihat ke sekitar dia menemukan ada sebuah payung di bawah jendela dan dia mengambilnya.


“Aku mencium aroma amulet di rumah ini. Tapi aneh... aromanya ada dua. Penyusup itu membawa temannya ke sini.” gumamnya tambah panik dan terus berjalan.


“Semoga saja aku bisa mengalahkannya.” batinnya lagi dan terus berjalan mencari di mana keberadaan penyusup itu.


Putri Zoya berjalan melewati kamarnya dan berhenti di sana karena mencium aroma amulet yang sangat kuat dari dalam kamar itu.


“Baiklah aku harus bersiap memukulnya begitu masuk ke kamar.” ucapnya lirih dan berjalan masuk ke kamarnya. Semakin dekat dengan kamar dia mengenali aroma yang tidak asing itu.


“Aroma ini... tidak mungkin...” batinnya lagi yang tidak percaya pada indra penciuman nya dan memberanikan diri untuk masuk.

__ADS_1


“Cepat keluar dari sini atau kau akan tahu akibatnya !” teriak wanita itu setelah masuk ke kamar dan melihat seorang amulet yang sedang duduk menghadap ke jendela dan terlihat punggungnya saja.


Pangeran Diaz berbalik setelah mendengar teriakan seorang wanita dan tampak terkejut ketika melihat sebuah payung akan menghantam tubuhnya.


“buk...” payung di tangan Putri Zoya ketika terjatuh dari tangannya saat melihat sosok lelaki yang dikenalnya berdiri di depannya.


Pangeran Diaz segera berdiri dan menghampiri istrinya.


“Sayang... kau kah itu sayang ?!” ucap mereka berdua bersamaan yang terkejut dan tidak percaya pada apa yang mereka lihat.


Namun Putri Zoya mundur saat Pangeran Diaz mendekatinya.


“Kau.. jangan kira kau bisa menipu ku dengan menyamar sebagai suami ku. Katakan siapa kau sebenarnya ada apa tujuanmu kemari ?!” teriaknya yang terlihat marah dan bersiap menyerang. Namun Pangeran Diaz tetap maju dan sekarang memeluk istrinya.


“Zoya... tahan... ini aku suamimu. Apa kau benar-benar sudah melupakan aku ?” ucapnya mengeratkan pelukannya.


“Sayang... aku rindu sekali padamu. Akhirnya aku menemukanmu kali.” bisiknya di telinga Putri Zoya.


“Lepaskan aku... aku tidak percaya pada apa yang kau ucapkan !” ucap Putri Zoya sambil mendorong tubuh suaminya menjauh darinya.


“Jadi kau bukan penyusup yang menyamar ? Kau benar adalah suami ku ?” ucapnya yang merasa bersalah lalu menghampiri suaminya dan memeluknya.


Mereka berdua berpelukan dengan haru dan saling menatap untuk waktu yang lama.


“Apa ini benar kau, sayang... kau telihat lebih kurus...” ucap Putri Zoya sambil menyentuh pipi Pangeran Diaz. Tak terasa air mata membasahi pipinya.


Pangeran Diaz menyeka air mata istrinya dan mencium pipinya.


“Kau juga terlihat lebih kurus sayang, meskipun begitu kau tetap cantik seperti biasanya.” ucap Pangeran Diaz tersenyum lebar dan menyentuh pipi istrinya.


“Berkali-kali aku mencari mu tapi aku selalu kehilangan jejak mu.” ucapnya mempererat pelukannya dan mencium bibir istrinya.

__ADS_1


“Aku sangat rindu sekali padamu...” ucap Putri Zoya mengakhiri ciuman untuk bernafas. Namun Pangeran Diaz kembali mencium bibirnya lalu beralih mencium lehernya.


Dan entah siapa yang memulai duluan mereka menanggalkan satu persatu pakaian mereka. Pangeran Diaz membawa tubuh istrinya ke tempat tidur dan menindih nya.


“Sayang ku rasa bukan hanya jiwa ku saja yang merindukanmu tapi ragaku juga sangat sangat merindukanmu sekali...” ucap Pangeran Diaz kembali mencium bibir Putri Zoya lalu bergerak semakin turun dan mencium seluruh tubuhnya.


“Sayang kita ulangi ritual kita dulu seperti biasanya.” bisik Pangeran Diaz setelah puas bermain-main di sekitar area dada.


Putri Zoya yang sudah lama merasa kehausan merasa tak sabar dengan fore play dari suaminya yang menurutnya lama. Dia pun menarik pinggang suaminya merapat ke tubuhnya sambil membuka kedua kakinya lebar.


“Aah... sayang... kau masih seperti yang dulu...” desah Putri Zoya di bawah tubuh Pangeran Diaz.


“Lama tak menyentuh mu rasanya seperti saat masih pertama dulu.” bisik Pangeran Diaz sambil menggigit telinga Putri Zoya.


“Ahh...” Putri Zoya kembali mendesah berirama dengan hentakan tubuh Pangeran Diaz.


Beberapa saat kemudian mereka mengakhiri ritual mereka. Pangeran Diaz merebahkan diri di samping istrinya lalu memeluknya.


Putri Zoya ingat jika sebentar lagi Orion akan pulang. Dia pun segera bangun meskipun Pangeran Diaz mengajaknya ke putaran ke dua.


“Sayang... segera kenakan bajumu. Sebentar lagi Orion akan pulang.” ucapnya setelah teringat saat melihat jam dinding di depannya.


Tampak Pangeran Diaz segera mengenakan pakaiannya walaupun dengan berat hati dan masih ingin melepas rasa rindunya selama bertahun-tahun pada istrinya.


“Sayang kau berhutang tujuh tahun ritual ini pada ku. Dan kau harus segera menebusnya.”ucapnya berbisik sambil membantu Putri Zoya menutup resleting bajunya.


“Iya sayang aku akan segera melunasi semua hutang ku padamu.” ucapnya sambil tersenyum dan mencium bibir Pangeran Diaz lalu memeluknya erat.


“Aku senang dan merasa lega bisa bertemu lagi denganmu.” ucap Putri Zoya.


Beberapa saat kemudian mereka keluar dari kamar dan duduk di ruang keluarga untuk menunggu kedatangan Orion.

__ADS_1


Selama menunggu mereka berdua bertukar cerita tentang kehidupan mereka dan apa yang terjadi pada mereka saat mereka tak bersama.


BERSAMBUNG...


__ADS_2