Darah Campuran

Darah Campuran
Eps. 78 Mendekatkan Ariel Dan Galen


__ADS_3

Beberapa hari berlalu setelah kejadian terakhir kali Galen yang yang sempat membuat takut Orion. Kini terlihat lelaki itu kembali mendekati Orion.


Saat itu Orion baru keluar dari kelas. Begitu dia melangkahkan kaki keluar dari kelas tiba-tiba Galen yang lewat di depannya langsung menarik tangannya dan mengajaknya segera pergi dari tempat itu.


“Ah... Galen... apa yang kau lakukan ?” tanya Orion yang terkejut pada Galen yang tiba-tiba langsung menyeretnya dari sana sambil melepaskan tangannya.


Melihat ekspresi wajah Orion yang tampak tidak nyaman dengan perlakuannya dia dia pun segera melepaskan tangannya sebelum Gadis itu takut padanya seperti tempo lalu.


“Aku hanya ingin bertemu dan bicara denganmu sebentar.” ucapnya berbisik di telinga Orion.


Orion hanya diam dan menatapnya. Dia jadi hafal dengan sikap Galen itu yang selalu mengajaknya bicara secara pribadi dan sedikit mirip psiko jika tidak mengenal lelaki itu dan pasti ketakutan padanya.


“Kita bicara di sini saja...” ucap Orion berhenti di tengah jalan dan bersandar pada sebuah dinding.


Galen berhenti dan menarik tangannya sambil berbisik di telinganya dan melihat ke sekitar.


“Orion lebih baik kita pergi dari sini atau kita akan bertemu dengan para gadis yang biasa mengejar ku atau bahkan si ser... maksud ku Ariel itu.”


Setengah berbisik Galen menarik tangan Orion kembali berjalan meninggalkan lorong depan kelas gadis itu.


“Argh... bukannya kau suka di puja oleh banyak gadis ? Lalu kenapa kau selalu menghindari Ariel ?” ucapnya yang tertawa melihat tingkah aneh teman barunya itu dan tak habis pikir kenapa mereka harus bertemu secara rahasia seperti itu.


Gadis itu melempar senyum pada Galen lalu berjalan dengan terpaksa di samping lelaki itu.


“Ouh... jangan melemparkan senyum seperti itu padaku. Dengar aku tidak suka pada para gadis itu. Sedangkan dengan Ariel aku merasa lelaki itu tidak suka pada ku, entah apa sebabnya. Menurutku kau jangan terlalu dekat pada Ariel.” ucapnya menjelaskan pada Orion.


Gadis itu kembali tersenyum dan mengangkat bahunya mendengar penjelasan dari kalian barusan. Dia mengernyitkan dahinya kenapa sepertinya Ariel dan Galen saling tidak menyukai. Ariel pernah bilang padanya untuk tidak dekat-dekat dengan Galen. Sementara Galen juga meminta dirinya untuk menjauhi Ariel.


“Ah... senyum itu lagi. Aku tidak suka melihat senyum getir mu itu.” ucap Galen lagi padanya.


Tiba-tiba di tengah pembicaraan gelang yang dipakai Pangeran Galen berkedip hijau. Dan dia pun segera memasukkan tangannya itu dalam kantong saku nya agar kalian tidak melihatnya.


“Kenapa tim siluman menghubungi ku di saat seperti ini... ?” batinnya yang terlihat gugup. Dia pun meminta izin sebentar pada Orion dengan beralasan pergi ke toilet.

__ADS_1


Setelah berjalan jauh dari Orion dia melihat sebuah tangga dan menuju ke sana lalu berdiri di balik tangga.


“Ya bulan darah masuk... ada apa ?” ucap Pangeran Galen berbicara di depan gelang yang masih berkedip di tangannya itu.


“Pangeran bagaimana dengan penyelidikan mu apa kau sudah tahu jawabannya?” ucap suara dalam bentuk gelombang infrasonik itu.


“Ya ku rasa saxion itu hanya menyusup sekedar untuk bertemu dengan Pangeran Diaz tapi aku belum tahu apa ada motif lainnya.” jelas sang pangeran.


“Baiklah aku akan melaporkannya pada pengawal Bruno sekarang juga.” ucap suara dari gelang yang berkedip itu mengakhiri pembicaraan mereka.


Pangeran Galen segera berdiri dan berlari kembali ke tempat Orion menunggu setelah dia selesai mengirim laporan pada tim siluman itu.


Dia berhenti di depan Gadis itu dan ternyata di sana sudah ada Ariel yang duduk di sebelahnya.


Flashback


Ariel keluar dari kelas berjalan menuju ke kelas Orion namun dia melihat kelas itu kosong dan Gadis itu ada di dalam sana. Dia lalu pergi dengan melacak aroma gadis itu dan menemukan Orion sedang duduk di sebuah bangku kosong yang ada di dekat lapangan.


Orion tidak menjawab dan dia menatap kalian yang sekarang berdiri di depannya.


“Galen duduklah di sini...” ucapnya memanggil lelaki itu yang terlihat mau berbalik dan pergi dari tempat itu.


Galen diam saja, pandangannya terpaku pada Ariel yang ada di sebelah Orion. Pandangan mata dua lelaki itu saling beradu dan mereka terlihat sama-sama tidak senang.


“Galen...” panggil Orion kembali.


Dengan terpaksa Pangeran Galen pun duduk di sebelah Orion.


“Orion... kenapa kau mau berteman dengan lelaki penggoda wanita ini ?” ucap Ariel sambil memalingkan pandangan dari Galen.


“Jangan dengarkan dia Orion...” ucap Galen membalas perkataan Ariel.


Sementara Orion menjadi bingung dengan tingkah dua temannya itu yang seperti kucing dan anjing tanpa sebab yang jelas. Karena menurutnya mereka berdua adalah temannya.

__ADS_1


“hahaha...” Orion tertawa melihat tingkah dua temannya itu yang menurutnya lucu.


“Ariel... Galen... jangan bertingkah kekanakan. Aku tidak tahu ada masalah apa di antara kalian berdua, tapi aku harap kalian berdua menjadi rukun setelah ini.” lontar gadis itu menatap dua temannya bergantian.


“Jangan harap... ! Bermimpi saja kau !!” ucap Ariel dan Galen serempak.


Tiba-tiba terlintas sebuah ide nakal untuk meninggalkan dua temannya itu agar mereka menyelesaikan masalah mereka sendiri di antara mereka agar Ariel dan Galen akrab.


“Ehm... aku merasa haus. Aku mau ke kantin dulu membeli minuman. Kalian mau minum apa anti biar ku belikan sekalian.” ucap gadis itu berdiri.


“Biar aku saja yang membelikan kalian minuman.” usul Galen berdiri untuk menghindari Ariel.


“Tidak perlu kalian berdua tunggu di sini saja.” ucap Orion lalu segera bergegas pergi ke kantin dan meninggalkan mereka berdua.


Galen kembali duduk di sebelah Ariel. Setelah Orion menghilang dari pandangan mereka, perseteruan mulai terjadi di antara mereka berdua.


“Hei Galen kau adalah penggoda wanita. Untuk apa kau mendekati Orion ? Katakan pada ku !” ucap Ariel merasa geram pada lelaki itu.


Ariel berdiri dan mencengkram kerah baju Galen dan membuat lelaki itu berdiri. Galen yang tampak marah atas perlakuan Ariel menampik tangannya dengan keras dan balas mencengkram kerah baju anak itu.


“Kau kira aku suka pada Orion ? atau sendiri yang suka pada gadis itu ?” ucapnya balas menampik tangan Galen lebih keras.


“Jika kau tahu aku suka pada gadis itu maka enyahlah dan jangan ganggu Orion apalagi untuk mempermainkannya. Aku tak akan membiarkan hal itu terjadi !!” ucap Ariel dengan nada tinggi.


Galen yang tersulut emosi melayangkan tinju pada muka Ariel.


“buk...” pukulan dari Galen berhasil di tahan oleh Ariel bahkan dia balas memukul lelaki itu.


“Sudah Kubilang padamu aku hanya ingin berteman dengan Orion. Aku hanya tidak suka saja padamu !!” balas Pangeran Galen yang merasa geram dan kembali melayangkan pukulan ke tubuh Ariel.


Adu pukulan pun tak terhindarkan diantara dua lelaki itu. Masing-masing tak mau mengalah dan tetap teguh pada pendirian mereka masing-masing.


BERSAMBUNG....

__ADS_1


__ADS_2