Darah Campuran

Darah Campuran
Eps. 143 Meredam Amarah Warga


__ADS_3

Tak berapa lama kemudian Ratu Zoya juga berubah wujud menjadi sosok pengawal istana Bulan Dingin. Wanita itu melihat tampilan dirinya sendiri dari pantulan cermin jendela.


“Galen... kau merubahku menjadi seperti ini...” ucap wanita itu yang masih menatap perubahan dirinya dengan tak percaya.


“Ya ibu... tapi perubahan ini hanya tak bisa bertahan lama. Maka dari itu kita harus bergerak cepat.” jawab Galen menatap ibunya Orion dan Orion bergantian.


“Sayang... aku takut...”ucap Orion yang mengintip kembali massa yang ada di luar.


Galen bergeser ke samping Orion untuk menggenggam erat tangannya agar gadis itu tenang.


“Kau tak perlu takut...ada aku di sini.” jawabnya menutup tirai jendela yang dibuka oleh Orion.


“Kita akan keluar sekarang. Orion dan ibu sekarang sudah berubah menjadi pengawal. Jadi kalian berdua berpura-pura menjadi pengawal ku.” ucapnya lagi memberi penjelasan pada dua wanita tadi.


Orion dan ibunya mengangguk membalas Galen.


“Ya kami berdua siap sekarang. Ayo kita jalan.” ucap Orion setelah dirinya benar-benar siap.


Galen melepas tangan Orion dan kini berjalan di depan memimpin mereka berdua.


“kriek...”


Galen membuka pintu villa dan berjalan keluar dari sana melewati kerumunan massa yang masih berdemo di depan villa.


Orion dan ibunya tampak gugup melihat ke arah kerumunan massa yang ada di sana. Mereka segera berjalan cepat mengikuti Galen keluar dari kerumunan massa.


Selama mereka menerobos kerumunan massa tak ada massa yang curiga pada mereka sehingga mereka bertiga bisa bergerak leluasa dan tak lama kemudian mereka berasal keluar dari kerumunan massa.


Setelah sudah berada jauh dari kerumunan massa Galen menoleh ke belakang untuk melihat situasi saat ini.


“Sepertinya sudah aman, tak ada yang curiga pada penyamaran kalian berdua.” ucap Galen yang coba ikut merasa Mega berhasil keluar dari kerumunan massa.


“Ayo kita segera berangkat ke istana Samudera Dewata sekarang.” ucap ibunya Orion mengajak mereka berdua untuk segera bergerak kembali.


“Baik ibu...” jawab Galen dan Orion bersamaan. mereka bertiga kembali menoleh ke belakang untuk terakhir kalinya dan Kenapa tidak ada seorang amulet pun yang mengikuti mereka. Setelah itu mereka bertiga melompat ke udara dan melesat dengan cepat menuju ke negeri anubis.

__ADS_1


Tak Berapa lama kemudian setelah mereka melewati hutan belantara yang tepat akhirnya sampailah mereka di negeri anubis.


“tap... tap... tap...” ketiga orang itu mendarat ke tanah dan mulai berjalan.


“Orion... ibu... tunggu sebentar.” panggil Galen. Dua wanita yang sudah berjalan beberapa langkah meninggalkan Galen akhirnya berhenti dan berbalik.


“Kalian berdua masih dalam pengaruh bubuk ajaib dan belum kembali ke wujud asli kalian. Tunggu sebentar, aku akan mengembalikannya seperti semula.” ucapnya lalu menghampiri mereka berdua.


Galen mengeluarkan air yang di ambilnya dari kolam harapan beberapa waktu yang lalu. Air di sana bisa digunakan untuk melunturkan pengaruh bubuk ajaib atau semacamnya.


“pyuk... pyuk....” Galen memercikkan air dalam botol ke wajah Orion dan ibunya. Setelah air itu kering, Orion dan ibunya kembali ke wujud aslinya.


“Kalian berdua sudah kembali seperti sedia kala...” ucap Galen setelah memasukkan kembali botol berisi air dari kolam harapan ke sakunya.


Orion melihat pakaian yang sudah kembali seperti dia pakai sebelumnya dan tersenyum lebar lalu menggandeng tangan Galen mengajaknya berjalan mengikuti ibunya masuk ke istana Samudera Dewata.


“Salam Putri Zoya... salam Putri Orion...” ucap para pengawal yang menjaga pintu gerbang saat melihat mereka berjalan masuk.


“Ya... salam untuk kalian semua...” jawab Putri Zoya sambil tersenyum kemudian terus berjalan masuk menuju istana.


Orion sedang makan buah yang barusan di sajikan oleh pelayan bersama Galen di ruang tamu.


“Galen... apa kau mau berkeliling istana sini ?” tanya Orion berdiri dan menarik tangan Galen.


“Ya sayang... ayo kita melihat-lihat ke sekitar istana. Ini pertama kalinya aku ke negeri anubis.”


Orion dan Galen pun berjalan-jalan melihat disekitar istana untuk menghilangkan penat dan juga stres akibat demi warga amulet.


Kembali ke negeri amulet dimana di sana saat ini masih ramai dengan adanya aksi unjuk rasa yang menentang kehadiran keturunan saxion dan sejenisnya.


Raja Diaz tampak duduk di kursi singgasana nya bersama ayahnya dan terlihat melakukan diskusi.


“Ayah... bagaimana ini... beberapa waktu yang lalu keadaan damai dan tentram tapi sekarang kembali ricuh. Aku yakin pasti ada provokator di balik semua ini.” ucap Raja Diaz pada ayahnya.


Namun sang ayah diam tak memberikan solusi pada putranya.

__ADS_1


“Ayah... Menurut ayah apa yang harus kulakukan ?” tanya Raja Diaz lagi yang merasa ayahnya tak meresponnya.


“Nak... ayah yakin kau bisa menyelesaikan masalah kecil ini. Ayah percaya pada kemampuan mu dan ini merupakan masalah yang yang akan membuatmu berpikir bijak dan mampu menyelesaikan berbagai masalah.” jawab lelaki itu menyemangati dan menjelaskan pada putranya agar tak salah paham pada dirinya.


Raja Diaz diam dan berpikir untuk mencari sebuah solusi. Dia pun berdiri setelah menemukan solusinya. Lelaki itu kemudian berjalan menuju ke tempat dimana para massa berkumpul melakukan unjuk rasa.


“tap... tap... tap...” Raja Diaz berhenti di depan sekumpulan massa yang masih terprovokasi.


Bruno yang sudah ada di sana sedari tadi membantu rajanya untuk menenangkan massa yang masih emosi.


“Semuanya dengarkan titah dari raja kalian. Bagi siapa saja yang tidak tunduk atau pun melawan titah dari raja berarti menantang dan minta di hukum...!!!” ucap Bruno dengan lantang untuk menenangkan massa yang masih berteriak dan terus menuntut.


Seketika massa terdiam setelah mendengar peringatan keras dari Bruno dan Raja Diaz segera mengambil kesempatan dan angkat bicara.


“Para warga amulet sekalian aku harap kalian semua tidak gampang terpengaruh dan terprovokasi oleh narasumber yang tidak jelas dan sengaja membuat keributan.” ucap Raja Diaz di tengah para massa.


“Raja Diaz... kami semua menerimamu dan mengakui mu sebagai raja baru kami. Tapi kami tak bisa menerima keluargamu.” ucap salah satu dari mereka mewakili yang lainnya.


“Ya benar... kami percaya pada Raja Diaz yang bijak yang menampung dan mendengar aspirasi dari rakyatnya.” teriak warga amulet lainnya mendukung rekannya tadi.


Karena para warga itu masih tak bisa ditenangkan, Raja Diaz pun terpaksa menggunakan kekuatannya untuk membuat mereka mengikuti perintahnya, meski hanya sementara saja.


Raja Diaz mengangkat tangannya ke atas dan mengeluarkan asap tipis yang tidak di sadari oleh mereka semua karena besarnya kekuatan nya yang melebihi kekuatan mereka.


“whoosh.... !” asap tipis itu dalam hitungan detik menyebar ke udara dan membuat para warga yang unjuk rasa di sana menghirup nya.


Dalam beberapa menit berikutnya setelah semua asap tadi benar-benar terhirup, para massa jadi tampak linglung dan melupakan apa yang mereka tuntut.


“Apa yang kita lakukan di sini... ?Kenapa kita berunjuk rasa di depan Istana Bulan Dingin ?” tanya salah satu pendemo pada yang lainnya.


“Ya benar... aku juga tak tahu kenapa kita ada disini ?” timpal pendemo lainnya.


"Buat apa kita berada di sini ? Ayo kita segera pergi dari sini !” ajak pedemo lainnya.


Tak lama kemudian para massa yang berdemo itu bubar dan istana Bulan Dingin kembali tenang. Raja Diaz tampak tersenyum melihat hal itu dan mencari alternatif lain untuk menghentikan aksi demo itu selamanya.

__ADS_1


BERSAMBUNG...


__ADS_2