Darah Campuran

Darah Campuran
Eps. 97 Kedatangan Tim Siluman


__ADS_3

Kuda yang mereka tunggangi berlari semakin kencang seperti kesetanan, dan kali ini Galen tak bisa menghentikannya. Orion tampak ketakutan menaiki kuda yang gila itu.


“Galen... cepat hentikan kuda ini ! aku takut sekali... !” ucap Orion menoleh ke belakang. Galen masih mencoba konsentrasi untuk mengendalikan kuda itu.


“Galen... apa yang harus kita lakukan ?” Orion kembali bertanya pada lelaki itu karena sedari tadi diam saja.


“Orion aku sudah tak bisa mengendalikan kuda ini. Dengar aku, dalam hitungan ketiga kita akan melompat bersama.” ucap Galen kemudian setelah diam sedari tadi. Dia memeluk erat tubuh Orion dari belakang. Namun Orion tampak ragu pada saran Galen dan khawatir jika mereka berdua akan terluka saat melompat dari kuda itu.


“Galen... apa tak ada solusi lain selain melompat ? Aku...” ucapnya lagi yang semakin takut duduk di atas kuda itu karena akan menabrak sebuah pohon.


“Orion tak ada waktu lagi. Percayalah padaku aku akan melindungi mus.” jawab Galen Emang nggak ada toko Orion dan bersiap untuk melompat.


“Satu... dua... tiga... sekarang !” teriak Galen lalu melompat dari kuda itu sambil memegang erat tubuh Orion. Sementara Orion hanya memejamkan mata saat melompat bersama Galen dan tanpa sadar tubuh kalian karena ketakutan.


“Bruk...” mereka berdua jatuh menghantam tanah dengan keras dengan posisi Galen berada dibawah tubuh Orion. Orion yang mendengar suara tubuhnya terjatuh namun tak merasakan apapun saat terjatuh dan dia membuka matanya.


“Hah.. Galen ?!” ucap Orion yang menjadi panik seketika saat melihat kaleng berada di bawah tubuhnya dan melindungi dirinya.


Galen diam dan masih memejamkan matanya, membuat Orion semakin khawatir padanya.


“Galen... sadarlah... apa kau baik-baik saja ?” ucapnya sambil menepuk pipi Galen dan masih belum menunjukkan reaksi apapun. Melihat Galen yang diam tak bergerak, Orion merasa bersalah pada lelaki itu. Selama ini dia tidak membuka pintu maaf untuk kalian yang selalu mencoba meminta maaf padanya.


“Galen... aku mohon sadarlah. Jika kau membuka matamu sekarang aku akan memaafkan mu.” ucap Orion lagi dengan penuh penyesalan lalu mendekap tubuh Galen.


Galen membuka matanya setelah mendengar perkataan Orion barusan. Dia lalu memeluk Orion.


“Apa benar yang kau ucapkan barusan... berarti kau memaafkan ku sekarang ?” ucap Galen berbisik lirih di telinga gadis itu.

__ADS_1


“Jadi kau sengaja pura-pura pingsan... agar aku memaafkan mu ?” tanya Orion menatap kesal pada Galen yang kini tersenyum padanya.


“Kau akan menepati janji mu kan ?” tanya Galen lagi karena belum mendapatkan jawaban dari gadis itu. Orion diam menatap Galen yang telah menyelamatkannya kembali. Rasa kesal dan amarahnya pada lelaki itu pun sirna seketika saat melihat ketulusannya.


“Ya baiklah aku akan memaafkan mu. Tapi ingat jika kau melakukan hal yang sama lagi padaku jangan harap bisa melihat ku lagi.” balas Orion setelah kembali meluapkan rasa kesalnya dengan memukul dada Galen.


“Orion... kau tahu... aku sangat rindu padamu...” ucap Galen yang diam saja menerima pukulan kesalahan dari Orion. Dia malah memeluk erat tubuh Orion lalu mencium bibirnya. Mereka berciuman sampai berguling beberapa kali di rerumputan.


Keesokan harinya seperti biasa, Galen menjemput Orion untuk berangkat bersama ke akademi. Dia duduk di kursi ruang tamu menunggu Orion keluar.


“Ayo kita berangkat sekarang.” ucap Orion yang datang menghampiri Galen sambil tersenyum lalu menarik tangannya dan berpamitan pada ibunya.


“Ibu kami berangkat dulu.” ucap Orion lalu segera keluar dari rumah.


Putri Zoya mengantar mereka berdua sampai keluar rumah dan memperhatikan perilaku Orion dan Galen yang sudah terlihat akur kembali tidak seperti sebelumnya.


“Apa mereka berdua sudah baikan dan tidak bertengkar lagi ?” gumamnya saat melihat Orion yang melemparkan senyum pada galeri dan mereka berdua terlihat mesra.


Galen dan Orion tiba di akademi dan melewati pintu gerbang masuk. Dari depan tampak Ariel yang berhenti berjalan menatap mereka berdua.


“Orion... Galen... ? bukannya kemarin bertengkar kenapa sekarang mereka berdua lagi ?!” gumam Ariel melihat mereka berdua kembali baikan seperti sebelumnya. Ariel pun menghampiri mereka untuk memastikannya.


“Ariel... kenapa kau bersama Galen lagi ? Bukannya kalian berdua...” ucap Ariel masih tak percaya melihat mereka berdua kembali dekat.


“Kau berharap kami berdua putus ya... ? Itu tak akan terjadi.” balas Galen menanggapi perkataan Ariel sebelum Orion angkat bicara lalu dia segera mengajak Orion pergi dari sana dan menggenggam tangannya menunjukkan kemesraan mereka di depan Ariel.


Ariel hanya bisa diam dan tampak kesal melihat kemesraan mereka berdua karena berarti tak ada kesempatan lagi baginya untuk mendapatkan Orion.

__ADS_1


“Sialan... !” ucap Ariel mengumpat kesal lalu kembali berjalan dan menuju ke kelasnya.


Setelah Orion dan Galen berjalan agak jauh. Orion yang merasa kesal dengan sikap Galen berhenti sebentar.


“Galen... kau tak perlu seperti itu pada Ariel. Kau tahu kan dia seperti kakak bagiku. Kau jangan menyinggungnya lagi.” ucap Orion yang kembali mengingatkan agar menghindari hal-hal yang bisa menyulut api permusuhan di antara mereka lagi.


“Ya baiklah... aku hanya memperingatkannya saja.” jawab Galen tersenyum lalu kembali menarik lengan Orion dan berjalan menuju ke kelas.


Galen dan Orion, sudah akur seperti sebelumnya selama beberapa pekan ke depan.


Dua minggu sudah berlalu. Suatu siang di lain tempat, pasukan tim siluman menunggu kabar terbaru dari Pangeran Galen. namun sampai detik ini sang pangeran tak kunjung menghubungi mereka. Sementara itu di lain pihak Bruno terus memantau dan meminta laporan dari tim siluman yang akan diteruskan pada Raja Arthur. Hal itu menyebabkan mereka turun Sendiri ke lapangan untuk memantau daripada menunggu laporan dari Pangeran Galen.


Tim siluman saat ini berkumpul di markas yang mereka dirikan sendiri di luar istana bulan dingin.


“Krish.... sudah tepat dua minggu dan sampai sekarang Pangeran Galen tidak melaporkan apapun pada kita. Bagaimana apa rencana kita sebelumnya jadi dijalankan ?” tanya Danie yang duduk sambil menaruh gelas kosong berisi anggur Ya sudah dihabiskan nya ke meja.


“Jadi... kalau begitu sekarang juga kita mengecek ke lokasi.” jawab Krish ikut meletakkan botol kosong yang berisi anggur yang sudah habiskan nya ke meja.


Tiga anggota tim siluman menyelesaikan minum mereka. Satu jam kemudian mereka bertiga keluar dari negeri amulet dan menuju ke negeri anubis.


Tak berapa lama kemudian mereka tiba di negeri anubis dan melacak keberadaan Pangeran Galen melalui aroma tubuhnya. Mereka mengikuti aroma itu dan menemukan keberadaan Pangeran Galen yang saat ini berada di sebuah akademi.


Karena di sana tempatnya ramai mereka memutuskan untuk menunggu sampai sang pangeran menampakan dirinya tak jauh di depan akademi di sebuah pohon sambil mengintai dari sana.


Tak berapa lama kemudian saat banyak anubis yang keluar dari akademi itu, tampak Pangeran Galen keluar dari sana.


“Lihat... itu dia Pangeran Galen !” ucap Danie menunjuk sang pangeran dan berniat mendatanginya saat itu juga.

__ADS_1


“Hentikan Danie... ! Di sini rame sekali itu akan mengundang banyak perhatian. Lebih baik kita ikuti saja dia dari kejauhan dan menunggu waktu yang tepat untuk menemuinya.” ucap Krish mencegah Danie yang bersiap melompat turun. Danie pun akhirnya membatalkan niatnya dan mengikuti instruksi dari Krish.


BERSAMBUNG...


__ADS_2