
Beberapa tahun berlalu di kerajaan Bulan Dingin yang dulunya tenang aman dan damai sekarang menjadi berubah drastis setelah di Dewan Konstitusi Vampir runtuh.
“Argh.... tolong... !!!” teriak seorang wanita yang di jambret di tengah keramaian di suatu pusat perbelanjaan.
Namun yang lainnya tidak bereaksi dan melakukan tindakan apapun mendengar teriakan wanita yang minta tolong pada mereka. Mereka pura-pura menutup mata dan telinga mereka setelah melihat pelaku kejahatan itu adalah suatu kelompok mafia di sana.
Mereka menyebut kelompok mafia itu dengan sebutan Jackal. Anggota kelompok Jackal terdiri dari bekas narapidana kelas kakap yang telah habis menjalani hukuman mereka. Jadi tak ada siapapun yang berani melawan mereka karena sudah dipastikan jika mereka melawan maka akan sia-sia saja dan berakhir pada kekalahan yang menyakitkan.
Mereka menghabisi dan menghajar lawan tanpa ampun dan tanpa belas kasihan sedikitpun.
Wanita yang berteriak minta tolong tadi hanya bisa pasrah melihat tas dan isinya dibawa kabur oleh para Jackal itu. Yang terpenting baginya mereka tidak menyakiti dirinya sekalipun meskipun harus kehilangan materi.
Di tempat lain di suatu bar tampak seorang pemuda yang dikeroyok oleh Jackal.
“Kenapa kau melihat kami seperti itu ?” tanya salah seorang Jackal yang kebetulan saat itu sedang minum di bar. Dia merasa kesal saat salah seorang pengunjung lainnya menatap ke arahnya dan menurutnya itu adalah suatu tatapan penghinaan.
“Ah tidak... aku... aku hanya tak sengaja menatapmu tak ada niat apapun.” ucap pemuda itu lalu langsung mengalihkan pandangan dan meneguk minumannya.
Salah satu anggota Jackal datang menghampirinya meskipun pemuda tadi sudah menyatakan bahwa dia tidak sengaja menatapnya dan tak ada maksud apapun.
Anggota Jackal itu terlihat marah dan langsung menarik pemuda yang duduk itu dan membanting tubuhnya ke lantai.
“prang...”
Anggota Jackal itu mengambil botol wiski yang ada di meja dan memukulkan ke kepala pemuda itu lalu menendang tubuhnya.
“Tolong maafkan aku... aku benar-benar tidak menatapmu tadi.” ucap pemuda itu memohon ampun.
__ADS_1
Namun anggota Jackal yang sudah dibutakan oleh amarah itu tidak menggubris ucapan pemuda itu dan malah melambaikan tangannya memanggil anggota Jackal lainnya yang ada di sana lalu mengeroyok pemuda itu beramai-ramai sampai babak belur.
Setelah pemuda itu babak belur keempat anggota Jackal itu pergi meninggalkan bar dengan tertawa puas.
Pengunjung bar lainnya baru yang berani menolong pemuda yang babak belur itu setelah melihat Jackal pergi dari bar itu.
Di tempat lain di perkotaan tepatnya di pusat kota dimana di sana berjajar berbagai bank kota juga terjadi kerusuhan.
“prang...” Sekumpulan lelaki yang diduga sebagai anggota Jackal memecah kaca bank dan masuk menerobos ke bangunan itu.
Anggota Jackal itu mulai beraksi dan menghampiri petugas bank lalu menyandera mereka.
“Argh...” teriak beberapa petugas bank saat anggota jaga itu itu menggesekkan pisau di leher mereka.
“Jika kalian tak mau terluka dan sayang padanya nyawa kalian cepat antar kami ke tempat brankas berada !” perintah salah satu Jackal mengancam petugas bank dan siap menyayat leher petugas itu.
Petugas bank yang ketakutan akhirnya menurut saja dan menuntun mereka ke tempat brankas berada.
Para anggota Jackal lainnya segera membuka brankas setelah mendapatkan kode dari petugas bank.
“Hahaha.... !”
Para Jackal itu mengosongkan isi brankas di ruangan itu.
Setelah berhasil membawa kabur sejumlah uang mereka semua keluar dari tempat itu dan masuk ke bank lainnya lalu melakukan hal yang sama, mengagasak semua uang yang di simpan di brankas bank.
Kerusuhan terjadi di mana-mana di tempat itu tanpa ada yang berani mencekal ataupun melawan para Jackal. Hancurnya Dewan Konstitusi Vampir sangat menguntungkan bagi kelompok. Jackal itu untuk terus berbuat onar.
__ADS_1
Dilain tempat warga yang mulai merasa resah dengan aksi kejahatan para Jackal yang merajalela mulai melakukan aksi unjuk rasa dan menuntut untuk didirikannya kembali Dewan Konstitusi Vampir karena dirasa biro hukum sementara yang ditunjuk oleh istana bulan dingin di anggap tumpul dan tak bisa menyelesaikan masalah yang semakin hari kian memanas.
Berapa hari setelah aksi unjuk rasa, Raja Netra memanggil semua raja untuk melakukan diskusi membahas masalah hangat yang terjadi.
Tujuh raja berkumpul di ruang khusus mewakili setiap kerajaan mereka dan membahas solusi untuk warga amulet.
“Raja Netra aku mempunyai usul mungkin bisa dijadikan pertimbangan. Menurutku kita dirikan kembali Dewan Konstitusi Vampir agar kejahatan tidak merajalela di sini.” ucap salah satu raja yang ada di ruangan itu.
“Aku setuju dengan usul Raja Arkana itu hanya saja lebih baik Dewan Konstitusi yang baru nanti tidak ada sangkut-pautnya dengan kerajaan mana pun. Jadi itu merupakan biro mandiri, yang lepas dari tangan kerajaan manapun dan tanpa campur tangan kerajaan manapun dalam menjalankan tugas.” ucap seorang raja lain yang mengajukan usulan pada Raja Netra.
“Satu lagi Raja Netra semua petugas Dewan Konstitusi Vampir yang lama tidak boleh menjabat di dewan konstitusi vampir yang baru ini.” ucap seorang raja yang lain menambahkan usulan pada Raja Netra.
Raja Netra kembali melanjutkan diskusi bersama keenam raja lainnya sampai sore hari dan akhirnya di sepakati sebuah keputusan yaitu kembali beroperasi nya Dewan Konstitusi Vampir dengan wajah yang baru yang sama sekali berbeda dengan yang lama.
Keesokan harinya Raja Netra kembali berkumpul dengan keenam raja yang sebelumnya melakukan perundingan dan membahas lagi masalah sebelumnya yang belum tuntas.
Kali ini mereka membahas siapa yang di tunjuk untuk menjabat sebagai ketua Dewan Konstitusi dan para anggotanya.
“Raja Netra aku mengusulkan bahwa ketua dari Dewan Konstitusi yang baru nanti haruslah orang yang pantas mendapat tugas itu dan tentu saja harus kuat.” ucap salah satu raja memberikan usul.
“Bagaimana jika kita menunjuk Pangeran Diaz saja sebagai ketua Dewan Konstitusi yang baru ? Dia adalah macan emas.” ucap salah satu Raja memberi usul.
“Keberatan Raja Netra. Jika Pangeran Diaz menjabat sebagai Ketua Dewan Konstitusi baru tetap saja itu tidak sesuai dengan hasil perundingan sebelumnya yang menyebutkan anggota Dewan Konstitusi tidak boleh berasal dari keluarga kerajaan manapun.” ucap raja yang lain menolak usulan itu.
Perundingan kembali dilakukan dan beberapa saat kemudian akhirnya mereka sudah membuat daftar nama ketua dan anggota lainnya dewan Konstitusi Vampir yang baru.
Satu bulan berikutnya Dewan Konstitusi Vampir resmi beroperasi lagi dengan wajah baru.
__ADS_1
Setelah tiga bulan beroperasi para Jackal berhasil di basmi dan mendapatkan hukuman yang setimpal dengan kejahatan mereka selama ini. Dan negeri amulet yang sempat kacau balau dalam kerusuhan besar itu kini kembali menjadi damai dan tenteram seperti sebelumnya. Semua tunduk di bawah hukum dan aturan ketat ketua Dewan Konstitusi Vampir yang baru yang menebas siapa saja pelaku kejahatan tanpa pandang bulu.
BERSAMBUNG....