
Beberapa hari negeri amulet bersuka cita setelah pengangkatan Raja baru mereka. Para warga amulet tak sabar cantikan pemerintahan yang dipimpin oleh raja baru mereka.
Raja Diaz mulai memegang kekuasaan. Dia mempunyai target sendiri jika dirinya harus bisa mengurus amulet lebih baik dari Raja Netra.
Di suatu ruangan lelaki itu terlihat sibuk. Dia membaca semua dokumen dan berkas yang ada di tempat itu. Dia mengambil satu persatu berkas dan mempelajarinya.
“Ku rasa aku harus memperbaiki aturan mengenai hal ini...” gumamnya setelah selesai membaca satu berkas dan menaruhnya di tempat terpisah di mejanya.
Lelaki itu berdiri dan menuju ke rak lainnya untuk mengambil berkas berisi aturan lainnya dan mencari beberapa yang menurutnya kurang sesuai dan perlu diganti atau direvisi.
“Sepertinya aturan mengenai masalah ini juga perlu diganti...” gumam lelaki itu saat membaca satu berkas kemudian menaruhnya dengan bekas yang tadi ditaruhnya di meja.
Raja Diaz berada lama di ruangan itu dan mendapatkan banyak berkas yang ditumpuk di meja. Lelaki itu kembali duduk dan membacanya lagi sebelum melakukan tindakan.
Satu jam kemudian dia sudah merasa yakin dengan keputusannya dan lelaki itu pergi ke Dewan Konstitusi Vampir untuk membahas perubahan aturan yang ia ajukan dengan ketua Dewan Konstitusi Vampir.
Raja Diaz berjalan memasuki ruangan Dewan Konstitusi Vampir bersama Bruno, pengawal kepercayaan ayahnya dulu.
“Salam ketua Desmon....” ucap Raja Diaz menyapa ketua dewan.
Ketua Desmon seketika berdiri dan menyambut kedatangan Raja Diaz.
“Selamat datang Raja Diaz...”balas lelaki itu menyapa balik Raja Diaz.
Ketua Desmon mengajak Raja Diaz duduk di ruangan lain. Dan Bruno menunggu di luar ruangan.
“Selamat atas di nobatkan nya menjadi Raja baru amulet...” ucap Desmon sambil tersenyum.
“Terima kasih ketua Desmon. Maksud kedatangan ku ke sini untuk berdiskusi dengan ketua membahas beberapa aturan yang menurut ku perlu diganti.” ucap lelaki itu menjelaskan maksudnya.
“Baiklah Raja Diaz... kita bisa bicarakan dulu...” jawab ketua Desmon menyambut baik maksud dari lelaki itu.
Raja Diaz dan ketua Desmon tampak dalam diskusi dan membahas beberapa hal dan aturan.
__ADS_1
Sementara itu di lain tempat di negeri anubis. Orion dan Ibunya duduk di ruang keluarga.
“Ibu... kenapa jam segini ayah belum pulang...?” tanya Orion melihat jam dinding yang menunjukkan malam hampir tiba.
“Mungkin ayahmu banyak urusan di sana dan sebentar lagi pasti pulang.” jawab ibunya sambil duduk bersandar di kursi di samping Orion melihat ke arah pintu.
Tak beberapa lama kemudian terdengar suara pintu terbuka.
“kriek...”
“Sayang... aku pulang...” ucap ayah Orion saat tiba di rumah. Lelaki itu masuk dan menuju ke ruang tengah mencari istri dan anaknya.
Lelaki itu kemudian duduk di sebelah istrinya dan mencium keningnya.
“Sayang ada kabar bagus... ku rasa sudah waktunya kalian berdua ikut dengan ku ke negeri amulet.” ucap lelaki itu sambil tersenyum lebar memeluk istrinya dan menatap putrinya.
“Kalian berdua bersiaplah, mulai besok kalian akan ikut denganku dan tinggal di negeri amulet.” ucap lelaki itu lagi sambil menggeser duduknya dekat dengan Orion dan merangkulnya.
“Tenang saja... ada ayah... selain itu aturan juga sudah berubah.” balas lelaki itu meyakinkan putrinya.
Keesokan harinya mereka bertiga berangkat bersama menuju ke istana Bulan Dingin. Setibanya di sana Raja Netra dan Ratu Bonita menyambut kedatangan mereka.
Sikap Raja Netra dan Ratu Bonita berubah. Yang dulunya tidak suka pada Putri Zoya dan Orion kini menjadi lembut pada mereka berdua. Bahkan Raja Netra sempat meminta maaf pada Orion atas apa yang dia perbuat selama ini pada dirinya.
“Ah kakek... aku menyayangi kakek dan nenek...” ucap Orion setelah memberi maaf pada kakek dan neneknya sambil memeluk mereka berdua bersamaan dengan menangis terharu.
Kedua adik Raja Diaz juga menyambut kedatangan mereka bertiga.
Beberapa waktu berlalu Raja Diaz memimpin dan menjalankan pemerintahan dengan baik. Dia bersikap adil dan bijak pada semua warga amulet tanpa pandang bulu. Selain itu baginya hukum tak bisa dibeli di dengan apapun atau di tukar dengan benda berharga apapun.
Suatu ketika Orion yang biasanya tinggal di villa jantung emas bersama ibunya dan tak pernah keluar, terlihat keluar dari rumah dan berjalan menuju ke istana bulan sendirian.
Di luar istana ada beberapa warga melihat dan peduli dengan sosok yang barusan mereka temui.
__ADS_1
“Kau juga merasakan aroma saxion dari gadis tadi ?” tanya seorang warga amulet pada temannya yang masih berdiri di depan istana Bulan Dingin.
Warga alat lain yang sebenarnya kurang peduli menjadi tanggap setelah temannya membahas hal itu.
“Ya... aku juga mencium aroma saxion.” jawab warga amulet lain sambil menatap kearah pintu gerbang istana Bulan Dingin.
“Apa gadis tadi adalah putri dari Raja Diaz ?” tanyanya lagi pada temannya.
“Kurasa begitu...” jawabnya sambil mengajak teman nya setelah berjalan meninggalkan area istana Bulan Dingin.
Dan obrolan mereka tetap berlanjut Meskipun mereka berdua sudah jauh dari area istana.
“Rasanya aneh melihat seorang saxion tinggal disini...”ucap seorang warga amulet di tengah jalan menuju ke sebuah pasar.
“Kira-kira ada bencana apa setelah ini... ?” ucap yang lainnya menanggapi.
“Semoga saja tak ada bencana dengan kedatangan saxion di negeri ini.” jawab amulet yang menanggapinya.
Mereka berdua pun masuk ke tempat perbelanjaan dan bertemu banyak orang di sana. Selama berada di sana, mereka masih membahas perihal tentang saxion dan membuat pengunjung yang berada di sana juga mendengarnya. Tak ayal berita kepindahan keluarga Raja Diaz pun tersebar dengan cepat keseluruhan penjuru negeri amulet dari mulut ke mulut.
Ternyata meskipun aturan baru mengenai izin diperbolehkannya keturunan campuran ataupun tidak murni mendiami negeri amulet, namun warga masih belum bisa menerimanya. Di tambah ada beberapa warga amulet yang tidak senang dengan Raja Diaz memprovokasi mereka dan memutar balikan fakta dan membuat sebagian warga tersulut api.
Beberapa pekan berikutnya berkumpul lah para warga amulet yang sudah terprovokasi oleh seseorang dan melakukan aksi unjuk rasa. Mereka bergerak beramai-ramai menuju ke istana Bulan Dingin.
Suatu pagi di depan pintu gerbang masuk istana Bulan Dingin, sudah berkumpul banyak warga amulet yang melakukan aksi protes menentang hadirnya saxion ataupun keturunan tidak murni.
“Usir keturunan saxion atau keturunan lainnya yang bukan merupakan keturunan murni amulet dari negeri ini !” teriak salah satu warga untuk memprovokasi warga lainnya yang ikut berdemo saat itu.
“Ya.... kami tidak setuju dan menentang aturan tentang perizinan keturunan tidak asli tinggal di negeri ini !” teriak para pedemo setelah tersulut emosinya.
Pengawal yang menjaga pintu gerbang mengamankan area itu dan pengamalannya masuk ke istana untuk memberitahukan hal itu pada raja mereka.
BERSAMBUNG...
__ADS_1