Darah Campuran

Darah Campuran
Eps. 114 Mengikuti Krish


__ADS_3

Keesokan harinya Orion bangun mendahului ibunya. Dia segera pergi ke kamar mandi lalu setelahnya segera mengoleskan krim dari Galen ke lehernya.


“Orion... tumben kau sudah bangun sepagi ini ?” tanya Putri Zoya yang heran saat bangun melihat gadis itu sudah berbau harum karena biasanya bangun agak siang.


“Ah... ibu... iya bu hari ini aku bangun kepagian.” jawab Orion segera menyembunyikan krim yang masih di pegangnya agar tidak di lihat oleh ibunya.


Putri Zoya bangun dan duduk disebelah Orion sekedar untuk bercermin. Namun Orion yang yang panik segera menghindari Ibunya.


“Aduh... perut ku tiba-tiba sakit. Ibu aku mau ke toilet dulu.” ucapnya berpura-pura sakit sambil memegangi perutnya lalu setelah keluar dari kamar.


Putri Zoya hanya menatap Orion saja dan merasa jika tiba-tiba putrinya itu seperti menghindari dirinya.


“Ada apa ya... apa Orion menyembunyikan sesuatu dariku ?” batinnya lagi berdiri dan mencoba mengejar Orion namun gadis itu sudah masuk ke toilet.


“Ah sudahlah mungkin hanya perasaanku saja...” gumamnya lalu kembali duduk dan bercermin.


Tak lama kemudian Orion segera keluar dari toilet dan duduk di ruang tamu menunggu Galen datang.


“tok... tok...” Orion langsung berdiri dan membukakan pintu saat mendengar pintu diketuk.


“Orion... tumben kau sudah siap.” ucap Galen saat pintu terbuka.


“Ssts... ini semua salah mu. Ibu seperti mencurigai ku. Aku takut...” ucap Orion yang masih panik walaupun ada ibunya di dekatnya.


Galen hanya tersenyum menatap tingkah Orion yang panik sendiri dan kebingungan.


“Aku membawakan ini untuk mu. Aku juga akan mengenakannya untuk menutupi tanda yang kau buat.” ucap Galen menyerahkan sebuah syal berwarna krem pada Orion. Mereka berdua kemudian mengenakan syal dan segera berangkat ke akademi.


“Ibu... kami berangkat dulu...” ucap Orion dan Galen bersamaan.


Putri Zoya segera keluar dari kamar untuk menemui mereka berdua namun sesampainya di ruang tamu dia melihat Orion dan Galen yang sudah keluar dari rumah.

__ADS_1


“Aneh sekali mereka berdua. Kenapa cuaca panas begini mengenakan syal ?” gumamnya sambil tertawa kecil dan sama sekali tidak curiga lalu segera bersiap ke rumah makan.


Setibanya di akademi, Galen dan Orion bertemu Ariel di tengah jalan. Dia merasa aneh melihat gadis itu dan Galen memakai syal di tengah cuaca yang terik.


“Orion... !!” teriak Ariel dari kejauhan dan mengejarnya. Orion berhenti dan berbalik mendengar panggilan dari Ariel.


“Hey... kenapa kau memakai syal di cuaca panas begini ? Apa kau sakit ?” tanya pada Orion lalu beralih melihat Galen yang juga mengenalkan syal.


“Galen kau juga menggunakan syal. Apa kalian berdua sakit ? Tapi ku lihat kalian tidak nampak pucat bahkan terlihat lebih segar daripada biasanya...” ucap Ariel yang masih penasaran apa yang ada di balik syal itu jika mereka baik-baik saja.


Orion yang tidak bisa menjawab menatap Galen.


“Ariel ini bukan urusan mu yang jelas kami sehat.” jawab Galen sambil tersenyum dan membuatnya kesal.


“Ayo kita segera masuk ke kelas.” ucap Orion mengajak Ariel untuk segera berjalan. Mereka bertiga pun berjalan bersama menuju ke kelas masing-masing.


Di lain tempat di negeri amulet tampak Krish yang pacaran menyelinap keluar dari negeri amulet di saat senggang tanpa sepengetahuan yang lainnya.


Namun saat melihat bekas luka di tubuhnya, lelaki itu seakan kembali teringat pada dendamnya setelah di buat tak berdaya oleh Galen.


“Aku harus cepat ke sana.” gumam nya kembali berjalan setelah berhenti sebentar di depan istana Bulan Dingin saat akan keluar dari gerbang negeri amulet.


Dari kejauhan tampak Pangeran Diaz yang berjalan akan memasuki istana Bulan Dingin. Semenjak berpisah dengan istri dan putrinya, lelakinya itu sering tinggal di villa api abadi dan sesekali ke istana sekedar untuk melihat ayah dan ibunya.


“Bukankah itu Krish dari istana Bintang Kehidupan... kenapa dia ada di sini ?” gumamnya saat melihat Krish yang menatap istana Bulan Dingin lalu kembali berjalan keluar dari gerbang negeri amulet.


Karena melihat gerak-gerik lelaki itu yang terlihat aneh dan membuatnya penasaran, Pangeran Diaz pun mengikutinya diam-diam tanpa sepengetahuan Krish.


“Mau ke mana sebenarnya orang ini ? Apa dia ada di misi di luar ? Atau mungkin urusan pribadi ?Tapi urusan apa... ?” gumamnya terus mengikuti Krish yang melewati hutan yang merupakan perbatasan antara negeri amulet dan anubis.


“krak...” Pangeran Diaz tak sengaja menginjak ranting pohon di depannya yang membuat Krish berhenti sebentar.

__ADS_1


“Apa ada yang mengikuti ku ?” gumamnya lalu menoleh kebelakang dan sekeliling untuk mencari keberadaan seseorang yang mungkin saja mengikutinya.


“Tidak ada siapa-siapa di sini... mungkin hanya ular atau binatang lainnya yang melintas di sini...” ucapnya setelah kembali memeriksa dan tak menemukan sesuatu yang mencurigakan di sana kemudian kembali meneruskan perjalanannya.


“Wuus...” Pangeran Diaz muncul dari balik pohon dan kembali mengikuti Krish melewati hutan belantara yang luas.


Setelah melewati hutan tibalah Krish di depan istana Samudera Dewata. Lelaki itu berhenti sebentar dan menatap istana anubis lalu kembali meneruskan perjalanannya.


“Zoya apa kau dan Orion sudah kembali ke sana ?” batin Pangeran Diaz saat melewati istana tempat istrinya berasal. Namun dia tidak berhenti dan terus mengikuti Krish sebelum kehilangan jejaknya.


Krish kembali melewati sebuah hutan belantara dan terus melesat cepat. Sementara Pangeran Diaz berhenti sebentar melihat ke sebuah hutan.


“Bukannya ini adalah tempat terakhir kali aku menemukan jejak Zoya dan Orion... kenapa Krish pergi sejauh ini apa yang sebenarnya dia cari...??” gumamnya lirih memikirkan segala kemungkinan yang ada dan membuatnya semakin penasaran dan segera melanjutkan perjalanannya mengikuti Krish.


“Bukankah ini perkampungan werewolf...” gumam Pangeran Diaz saat melintasi perkampungan manusia serigala dan Entah kenapa perasaannya menjadi tidak enak dan ingin terus mengikuti lelaki itu.


Beberapa saat kemudian Krish tiba di depan rumah Putri Zoya.


“Klik...” Krish memutar handle pintu dan membuatnya terbuka. Beberapa saat kemudian dia masuk ke dalam. Namun setelah 30 menit lelaki itu keluar dari rumah itu.


“Ternyata di rumah ini kosong. Mungkin lain waktu aku akan kembali kesini.” Krish pun segera kembali ke negeri amulet, melesat dengan cepat di udara setelah tidak menemukan siapapun di rumah itu.


Setelah Krish pergi jauh dari rumah itu, Pangeran Diaz keluar dari tempat persembunyian nya. Banyak pertanyaan yang terlintas di pikirannya. Dan untuk menjawab semua pertanyaan itu dia pun kini berdiri di depan rumah itu. Setelah melihat ke sekitar dan di rasa kondisi aman, dia pun segera masuk ke dalam rumah itu.


“Ada aroma amulet yang kuat disini.” ucapnya setelah masuk ke rumah itu.


Pangeran Diaz memeriksa rumah itu dan ternyata dalam keadaan kosong. Kemudian dia jalan masuk menuju ke kamar dimana di sana juga tercium aroma amulet yang kuat.


“Aroma ini... apakah ini...” ucapnya tak percaya saat mencium aroma khas istrinya yang dihafalnya.


Tubuhnya tampak gemetar mencium aroma itu.

__ADS_1


BERSAMBUNG....


__ADS_2