
Acara pelelangan selesai dan berakhir dengan lancar. Semua kembali pada kegiatan masing-masing dan menjalani kehidupan sehari-hari seperti biasanya.
Di pagi yang cerah Orion bangun dengan ceria setelah tidur cukup pada malam harinya. Dia segera bangun dari tempat tidurnya dan masuk ke kamar mandi untuk bersiap sebelum Ariel datang menjemputnya.
Putri Zoya masuk ke kamar Orion bermaksud untuk membangunkan putrinya.
“Orion... tumben sudah bangun anak itu.” ucap sang putri memanggil Orion yang ternyata sudah tak ada di tempat tidurnya dan mendengar suara gemerisik air dari arah kamar mandi.
“tok... tok...” Sang Putri kemudian keluar dari kamar Orion dan segera menuju ke pintu setelah mendengar ada suara yang mengetuk pintunya.
“kriek...” terlihat Ariel yang tersenyum dibalik pintu yang akan mengetuk pintu lagi.
“Ibu Zoya...” ucap anak itu membatalkan mengetuk pintu setelah melihat ibunya Ariel keluar menemuinya.
Dia pun masuk ke rumah setelah Putri Zoya mempersilahkannya masuk dan menunggu sebentar karena Ariel sedang mandi.
“Ariel... ibu tinggal sebentar ya sambil aku panggilkan Orion.” ucapnya berdiri setelah menemani anak itu duduk sebentar. Dia Lalu masuk ke dalam dan mencari putrinya namun berpapasan dengan Orion di tengah jalan yang keluar dari kamar mandi.
“Nak... cepat ganti baju. Ariel sudah menunggu di depan.” ucapnya sambil berlalu karena dia sendiri juga harus bersiap akan pergi ke rumah makannya.
Orion mengangguk mendengar perintah ibunya dia pun segera berjalan cepat ke kamarnya. Tak lama kemudian dengan rambut yang masih setengah basah dia keluar dan menghampiri area yang sudah terlihat bosan duduk di ruang tamu menunggunya.
“Ayo kita berangkat sekarang sebelum terlambat.” ucap Ariel sambil melirik jam tangan di tangannya.
Ariel segera berdiri dan berjalan keluar dari rumah karena waktu menunjukkan kurang lima belas menit lagi kelas akan dimulai. Orion yang terlihat masih ingin duduk bersandar di kursi segera bangkit dan mengejar Ariel yang berjalan cepat.
Beberapa saat kemudian mereka berdua tiba di kampus mereka, Akademi Nusantara Impian. Tak sengaja mereka berdua berpapasan dengan seorang lelaki.
“buk...” Ariel yang terburu-buru tanpa sengaja menabrak lelaki yang berjalan di depannya.
__ADS_1
“Ah... maaf...” ucapnya pada lelaki yang di tabraknya barusan. Lelaki itu hanya mengangguk menatap Ariel dan kemudian berlalu meninggalkan mereka berdua.
Ariel masih menatap sosok lelaki yang ditabraknya itu. Dia merasa tidak pernah tidak pernah bertemu dengan lelaki itu sebelumnya.
“Apa dia siswa baru di sini ya...” batinnya sambil mengingat semua mahasiswa yang ada di situ.
Orion yang melihat Ariel bengong memukul bahunya.
“Sampai kapan kau akan berdiri disini ? Kau bilang kita hampir terlambat...” ujarnya pada Ariel.
“Ah ya... ayo kita jalan lagi.” jawabnya. Mereka berdua lalu berjalan lagi dan berpisah di depan kelas karena beda jurusan.
Mereka berdua masuk ke kelas dan mengikuti kelas seperti biasa. Tak terasa bel berdentang yang menandakan waktu istirahat.
Sebagian mahasiswa keluar dari kelas dan menuju ke kantin. Orion yang merasa haus masuk ke kantin untuk membeli segelas minuman.
“Kenapa aku seperti baru melihat lelaki itu ya... oh ya dia kan yang tadi ditabrak oleh Ariel pagi tadi... ?” batinnya sambil melihat lelaki itu sambil mengaduk lemonnya.
Datang lagi seorang gadis yang berniat untuk duduk di dekat lagi tadi.
“Galen... di sini berisik sekali.Lebih baik kau ikut denganku duduk di tempat yang tidak berisik seperti ini.” ucap gadis cantik itu menarik lengan lelaki tadi dan mengajaknya pindah ke ke tempat yang ditunjuk nya. Namun lekaki itu tidak bergerak dari tempatnya dan menampik tangan gadis itu sambil sesekali melirik kearah Orion.
“Ternyata enak sekali di tinggal di dunia anubis. Di sini aku begitu di puja oleh para wanita.” batin Pangeran Galen sambil melempar senyuman yang membuat setiap gadis yang ada di sana meleleh melihatnya.
Flash back
Satu hari setelah acara pelelangan selesai, tim siluman kembali mengadakan pertemuan dan mendiskusikan rencana selanjutnya.
Bruno sebelumnya sudah menyampaikan pada raja Agastya jika amulet dan werewolf yang pernah menyusup ke istana Bulan Dingin ternyata tidak berniat melakukan penyerangan pada istana. Dia sempat bertanya pada sang raja apakah penyelidikan kali ini dihentikan atau bagaimana karena sama sekali tidak ada tanda pergerakan dari werewolf selama beberapa hari.
__ADS_1
Namun ternyata Raja agastya memutuskan untuk tetap melanjutkan penyelidikan terutama menyelidiki Orion yang merupakan saxion. Dia meminta untuk menyelidiki gadis yang masih merupakan cucunya itu dan mencari apa motif gadis kecil itu datang ke istananya.
“Baiklah aku hanya menyampaikan perintah dari Raja Agastya untuk berhenti melakukan penyelidikan terhadap werewolf. Namun tetap menyelidiki gadis saxion itu dan mencari apa motif gadis itu masuk ke tempat ini. Dan aku hanya memerlukan satu saja dari kalian berempat untuk menyelidiki hal ini.” ucapnya pada keempat anggota tim siluman.
Ketiga orang yang berusia tua dengan tegas menolak melakukan misi itu karena dianggap tidak menantang. Sehingga mau tak mau hanya tersisa Pangeran Galen yang harus menjalankan misi itu.
Secara resmi Pangeran Galen menjalankan misi penyelidikan itu sendiri tanpa di bantu oleh tiga anggota lainnya. berapa hari setelah dia mendapatkan misi itu dia segera menyelidiki gadis saxion itu yang diingatnya bernama Orion. Dia melacak jejak aroma gadis itu dan menemukan tempat tinggalnya serta tempat gadis itu bersekolah.
Pangeran Galen menggunakan bubuk ajaib untuk menyamarkan aromanya sebagai amulet dan membaur menjadi salah satu murid di Akademi tempat Orion berada dengan menunjukkan penampilan aslinya.
“Merepotkan sekali... aku harus membuat ingatan palsu pada semua mahasiswa yang ada di sini.” gumamnya saat masuk ke akademi.
Pangeran Galen tanpa sepengetahuan yang lainnya menyebar asap tipis di akademi itu di mana setiap orang yang akan menghisap asap itu akan mempunyai ingatan baru tentang dirinya yang merupakan salah satu mahasiswa di akademi itu dan sekarang berada pada tingkat tiga.
“Ting...” Orion kembali mengaduk gelasnya yang berisi lemon lalu menyeruputnya melalui sedotan.
Dia mengalihkan pandangannya dari lelaki menjadi pusat perhatian wanita dan menikmati es lemon nya.
Tak berapa lama kemudian Ariel datang dan duduk di depannya.
“Orion kau di sini rupanya. Aku mencari mu di kelas tapi tidak ada lalu aku ke sini.” ujarnya sambil memesan minuman untuk dirinya.
Orion hanya tersenyum dan mengangguk menatap Ariel.
Pangeran Galen kembali mencuri pandang pada Orion. Dia melihat sudah ada lelaki yang duduk bersama gadis itu.
“Lelaki werewolf itu... dia selalu ada di manapun gadis itu pergi.” batinnya lalu mengalihkan pandangannya dan menghabiskan minumnya bersama para gadis yang duduk bersamanya.
BERSAMBUNG.....
__ADS_1