
Beberapa hari berlalu dan semua kembali seperti biasanya. Di pagi hari, Galen datang ke rumah orang untuk menjemputnya berangkat ke akademi bersama.
Hari ini Galen tak menggunakan lagi bubuk ajaib untuk menyamarkan aroma amulet pada tubuhnya. Dia ingin menjadi dirinya apa adanya dan juga agar Orion menghafal aroma khas tubuhnya.
“tok... tok... tok...”
Galen sampai di depan pintu rumah Orion dan mengetuknya. Sementara itu Orion masih ada di gambarnya dan berganti baju. Putri Zoya yang mendengar suara pintu diketuk segera keluar untuk membukakan pintu.
“kriek...” Putri Zoya membuka pintu dan melihat keadaan berdiri di sana lalu mempersilahkannya masuk dan duduk untuk menunggu putrinya.
Putri Zoya merasa ada yang aneh dan berbeda dengan Galen hari ini. Dia merasa tak hanya penampilannya saja yang berbeda, namun dia juga merasakan aroma yang berbeda dari tubuh Galen.
Galen yang merasa ibunya Orion itu memperhatikan dirinya tampak jadi sedikit canggung di hadapannya.
“Ehm... ibu Zoya apa ada sesuatu yang mengganggu Ibu ?” tanya Galen pada wanita itu yang membuat ibunya Orion terkejut.
“Ah... tidak... tidak ada Galen...” jawab Putri Zoya sambil tersenyum. Dia pun mencoba mengalihkan pandangan agar tidak terjadi salah paham.
“Kenapa aku mencium aroma amulet dari tubuh Galen ya... padahal sebelumnya aku tidak pernah mencium aroma itu. Atau aku yang salah mencium aroma itu kali ini ?” tanya wanita itu dalam hati dan kembali mengamati galeri untuk memastikan indera penciumannya benar atau tidak.
Dia kembali mencium aroma amulet pada tubuh Galen. Karena tak yakin dan masih penasaran dia pun memutuskan untuk menanyakan langsung padanya.
“Galen... ibu melihat hari ini kamu berbeda sekali dari hari-hari sebelumnya. Ehm... bukan maksud ibu... apa kau adalah seorang amu...”
Ucapan dari Putri Zoya belum selesai karena terpotong oleh Orion yang tiba-tiba datang setelah selesai berganti baju menuju ke ruang tamu. Dia menghampiri galian yang sedang duduk dan menariknya untuk berdiri.
“Galen... kau sudah lama menunggu ? Maaf membuatmu lama menunggu. Ayo sekarang kita berangkat.” ucap Orion lalu menggamit tangan Galen mengajaknya segera berjalan.
“Ibu... kami berangkat dulu...” ucap Orion berpamitan pada ibunya. Putri Zoya mengangguk dan tersenyum kecil memandang mereka berdua telah memberikan izin. Dia mengantar Orion dan Galen sampai ke depan rumah.
__ADS_1
“Beberapa hari yang lalu Orion tampak murung dan Galen tidak ke sini. Sekarang putri ku tampak senang dan terlihat berseri-seri saat Galen datang kemari dan menjemputnya. Jadi sebelumnya mereka memang berselisih paham dan sekarang sudah baikan ?” gumam Putri Zoya melihat mereka berdua yang sudah tampak akur seperti biasa sambil menggelengkan kepala karena masuk kembali ke rumah.
Di tengah jalan Orion baru merasa ada yang aneh dengan Galen. Dia mencium aroma tubuh Galen yang berbeda dari biasanya.
“Galen... apakah ini aroma asli tubuh mu ? Aroma asli amulet ?” ucapnya bertanya pada lelaki itu sambil tersenyum dan mengendus bahunya. Galen hanya mengangguk membalas pertanyaan gadis itu.
“Lalu selama ini kenapa aku tidak mencium aroma amulet dari tubuh mu ?” tanya Orion kembali pada lelaki itu sambil menyentuh bahunya.
Galen menatap Orion lekat-lekat. tampak ragu mau menceritakannya atau tidak. karena dia baru berbaikan dan sebelumnya gadis itu selalu marah saat mengetahui kebenarannya.
“Kenapa diam saja ? Bukannya kita sekarang harus saling terbuka satu sama lain agar tidak terjadi kesalahpahaman lagi ?” tanya Orion kembali mendesak agar lagi itu memberitahukan padanya.
“Aku mau cerita padamu tapi dengan satu syarat, kau takkan marah padaku lagi seperti sebelumnya. Bagaimana ?” ucap Galen balik bertanya pada gadis itu yang mengerutkan dahi menatapnya dengan bingung.
“Tentu saja aku tak akan marah pada mu.” jawab gadis itu kembali untuk meyakinkan kekasihnya.
Di lain tempat, Putri Zoya yang sedang ada di rumah makan merasa tidak tenang setelah mencium aroma amulet pada tubuh Galen di rumah tadi.
Wanita itu duduk sendiri di ruang khusus yang ada di rumah makan itu dan terlihat tampak melamun.
“Tidak mungkin indera penciumanku salah. Tapi bagaimana bisa Galen tiba-tiba menjadi amulet ?” batinnya sambil berpikir kembali dan mencari kemungkinan lainnya.
Tiba-tiba dia teringat pada kejadian dulu saat dikejar oleh amulet yang menggunakan bubuk ajaib untuk menyamarkan aroma tubuhnya sehingga tidak terdeteksi identitas aslinya.
“Hah... gawat... ! jika Galen memang benar-benar menggunakan bubuk amulet untuk menyamarkan aroma tubuhnya berarti Orion dalam bahaya saat ini.” batinnya lagi setelah mendapatkan kemungkinan lainnya. Raut mukanya seketika terlihat pucat dan khawatir pada putrinya jika lelaki itu akan melakukan satu hal yang buruk pada Orion.
“Aku harus pulang sekarang dan bertemu dengan Galen untuk memastikannya.” ucapnya lalu berdiri dan segera keluar dari rumah makan menuju ke rumah.
Tepat sekali, saat dia tiba di rumah beberapa menit kemudian kalian dan Orion masuk ke rumah.
__ADS_1
“Galen duduklah dulu ada yang mau ibu bicarakan padamu nak.” ucap Putri Zoya pada Galen saat lelaki itu baru menginjakkan kakinya di rumah.
“Orion... tolong ambilkan minuman segar untuk kami berdua.” pinta Putri Zoya pada Orion agar anak itu bisa jauh dari Galen dan dia punya waktu untuk bicara dengannya.
Orion mengangguk dan tersenyum tanpa memikirkan apapun. Dia pun langsung bergegas masuk ke dapur untuk membuatkan mereka berdua minuman dingin.
Setelah orang yang pergi dari ruang tamu dan tinggal mereka berdua sendirian, raut muka Putri Zoya terlihat berubah. Tatapannya pada Galen tak lagi lembut seperti sebelumnya.
“Galen... katakan padaku apakah kau adalah amulet ? Dan kau sebelumnya menutupi identitas mu dari Orion ?” tanya wanita itu terlihat serius lalu berdiri dan menghampiri Galen.
Galen tampak tidak siap mendengar pertanyaan mendadak dari ibunya Orion.
“Ibu Zoya aku bisa jelaskan...” jawab Galen yang tampak mulai Berkeringat dingin karena takut terjadi salah paham.
Belum sempat dia menjelaskan detail nya, Putri Zoya sekarang terlihat marah padanya dan seketika mencengkeram kerah bajunya.
“Galen mungkin kau bisa menipu Orion tapi kau tak bisa menipu ku. Katakan padaku siapa kau sebenarnya ? Apa kau adalah utusan dari negeri alat untuk menangkap kami ?” tanya Putri Zoya lagi yang sekarang mencekik leher Galen dengan emosi.
Galen tidak melakukan perlawanan apapun pada ibunya Orion karena tak ingin memperkeruh suasana saat itu.
“Ibu Zoya... bukan... tolong lepaskan aku dulu. Aku akan jelaskan semuanya.” balas Galen yang mulai merasa kesulitan bernafas.
Saat itu Orion kembali dari dapur menuju ke ruang tamu dengan membawa dua minuman dingin. Betapa terkejutnya dia saat tiba di ruang tamu dan melihat apa yang ada di depan matanya sekarang.
“prang.. !” tangan orang yang gemetar saat menyaksikan ibunya mencekik Galen sehingga membuat gelas yang dibawahnya terlepas dari tangan dan jatuh ke lantai.
“Ibu hentikan... !” teriak Orion lalu berlari menghampiri mereka berdua.
BERSAMBUNG....
__ADS_1